alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Jaringan Trouble, Warga Berdesakan

Pendistribusian BLT Migor dan Uang Pengganti BPNT

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penyaluran bantuan bersumber dari Kementerian Sosial RI ditargetkan rampung hari ini (19/4). Di tengah mengejar target itu, pendistribusian diwarnai kerumunan. Petugas dan para penerima manfaat nampak berjubel dan tak menghiraukan prokes. Bahkan, di antara mereka tak memakai masker.

Seperti yang terlihat di Pendapa Kecamatan Jetis, kemarin (18/4). Mereka yang hadir memenuhi undangan dalam pencairan dana bantuan pemerintah pusat tampak saling dorong. Tak ada ruang bagi mereka bernapas lega. Nahasnya, di lokasi juga tak ada petugas yang melakukan pengaturan antrean. ’’Harusnya kan dijadwal, biar tidak saling dorong begini,’’ ungkap Reny, 44, salah satu warga.

Menurutnya, tiap penyaluran memang kerap menimbulkan kerumunan. Hanya saja, kali ini yang tergolong cukup parah. Selain tidak terjadwal dengan baik, juga minim petugas yang mengatur dalam kelancaran penyaluran bantuan ini.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinsos Kabupaten Mojokerto Tri Raharjo Murdianto, membenarkan ada kerumunan di sejumlah titik penyaluran. Hal itu tak lepas akibat beberapa kendala di lapangan. Salah satunya akibat aplikasi yang dipakai PT Pos Indonesia dalam penyaluran mengalami trouble. ’’Aplikasi yang dipakai memfoto atau perekaman penerima itu ada gangguan. Kendalanya sinyal lemah. Aplikasinya down. Karena dipakai se-Indonesia. Tapi lebih tepatnya konfirmasi ke pihak PT Pos selaku penyalur yang diberi tugas pemerintah,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Digelontor Meski Migor Curah Melimpah

Kendati begitu, sebagai antisipasi, pihaknya sudah menginstruksikan ke para pendamping PKH dan TKSK yang ada di lapangan untuk koordinasi dengan PT Pos Indonesia sebagai juru bayar. Khususnya saat sistem perekaman dalam pembayarannya mengalami trouble. Apalagi masyarakatnya sudah banyak yang mengantre. ’’Kita sarankan agar jangan online. Jadi pakai offline dulu. Jadi pakai manual agar saat sistemnya down penyaluran tetap jalan, antreannya juga tidak menumpuk,’’ jelasnya.

Akibat gangguan jaringan, antraan pun tak bisa dihindari. Khususnya pada tahap pengambilan uang bansos dari juru bayar. Selain itu, lanjut Tri Raharjo, kerumunan juga diakibatkan dari warga yang datang lebih awal dari waktu yang dijadwalkan. ’’Perspektif mereka, datang lebih awal akan menerima lebih awal. Padahal kan tidak. Karena sesuai nomor urut,’’ tegasnya.

Baca Juga :  42 Keluarga Gagal Terima Bansos

Sementara itu, Kepala Kantor PT Pos Indonesia Cabang Mojokerto Giri Andika Wijaksana belum menjawab konfirmasi Jawa Pos Radar Mojokerto.
Sebelumnya, ada 76.448 keluarga penerima manfaat (KPM) menjadi sasaran bansos kali ini. Masing-masing, Bantuan Langsung Tunai (BLT) minyak goreng (migor) dan bantuan uang pengganti BPNT untuk bulan Mei.

Penyaluran BLT migor ini dirapel tiga bulan. Masing-masing penerima menerima Rp 300 ribu. Dengan nilai Rp 100 ribu per bulan untuk pembayaran April, Mei, dan Juni. Selain itu, sesuai instruksi pemerintah pusat, penyaluran melalui PT Pos Indonesia ini juga untuk bantuan uang pengganti BPNT Rp 200 ribu untuk bulan Mei. Jadi, tiap penerima dalam penyaluran kali ini total mendapatkan Rp 500 ribu. (ori/ron)

Pendistribusian BLT Migor dan Uang Pengganti BPNT

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penyaluran bantuan bersumber dari Kementerian Sosial RI ditargetkan rampung hari ini (19/4). Di tengah mengejar target itu, pendistribusian diwarnai kerumunan. Petugas dan para penerima manfaat nampak berjubel dan tak menghiraukan prokes. Bahkan, di antara mereka tak memakai masker.

Seperti yang terlihat di Pendapa Kecamatan Jetis, kemarin (18/4). Mereka yang hadir memenuhi undangan dalam pencairan dana bantuan pemerintah pusat tampak saling dorong. Tak ada ruang bagi mereka bernapas lega. Nahasnya, di lokasi juga tak ada petugas yang melakukan pengaturan antrean. ’’Harusnya kan dijadwal, biar tidak saling dorong begini,’’ ungkap Reny, 44, salah satu warga.

Menurutnya, tiap penyaluran memang kerap menimbulkan kerumunan. Hanya saja, kali ini yang tergolong cukup parah. Selain tidak terjadwal dengan baik, juga minim petugas yang mengatur dalam kelancaran penyaluran bantuan ini.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinsos Kabupaten Mojokerto Tri Raharjo Murdianto, membenarkan ada kerumunan di sejumlah titik penyaluran. Hal itu tak lepas akibat beberapa kendala di lapangan. Salah satunya akibat aplikasi yang dipakai PT Pos Indonesia dalam penyaluran mengalami trouble. ’’Aplikasi yang dipakai memfoto atau perekaman penerima itu ada gangguan. Kendalanya sinyal lemah. Aplikasinya down. Karena dipakai se-Indonesia. Tapi lebih tepatnya konfirmasi ke pihak PT Pos selaku penyalur yang diberi tugas pemerintah,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  PT Pos Tahan Distribusi Tabloid di Tingkat Kecamatan

Kendati begitu, sebagai antisipasi, pihaknya sudah menginstruksikan ke para pendamping PKH dan TKSK yang ada di lapangan untuk koordinasi dengan PT Pos Indonesia sebagai juru bayar. Khususnya saat sistem perekaman dalam pembayarannya mengalami trouble. Apalagi masyarakatnya sudah banyak yang mengantre. ’’Kita sarankan agar jangan online. Jadi pakai offline dulu. Jadi pakai manual agar saat sistemnya down penyaluran tetap jalan, antreannya juga tidak menumpuk,’’ jelasnya.

- Advertisement -

Akibat gangguan jaringan, antraan pun tak bisa dihindari. Khususnya pada tahap pengambilan uang bansos dari juru bayar. Selain itu, lanjut Tri Raharjo, kerumunan juga diakibatkan dari warga yang datang lebih awal dari waktu yang dijadwalkan. ’’Perspektif mereka, datang lebih awal akan menerima lebih awal. Padahal kan tidak. Karena sesuai nomor urut,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Pekan Ini, BLT Migor Segera Digelontor

Sementara itu, Kepala Kantor PT Pos Indonesia Cabang Mojokerto Giri Andika Wijaksana belum menjawab konfirmasi Jawa Pos Radar Mojokerto.
Sebelumnya, ada 76.448 keluarga penerima manfaat (KPM) menjadi sasaran bansos kali ini. Masing-masing, Bantuan Langsung Tunai (BLT) minyak goreng (migor) dan bantuan uang pengganti BPNT untuk bulan Mei.

Penyaluran BLT migor ini dirapel tiga bulan. Masing-masing penerima menerima Rp 300 ribu. Dengan nilai Rp 100 ribu per bulan untuk pembayaran April, Mei, dan Juni. Selain itu, sesuai instruksi pemerintah pusat, penyaluran melalui PT Pos Indonesia ini juga untuk bantuan uang pengganti BPNT Rp 200 ribu untuk bulan Mei. Jadi, tiap penerima dalam penyaluran kali ini total mendapatkan Rp 500 ribu. (ori/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/