alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Wali Kota: ASN yang Mengajukan Cuti, Tidak Saya Tandatangani

MOJOKERTO – Pasca libur Nasional Pemilu 2019, Wali Kota Ika Puspitasari tegas melarang pegawai Pemkot Mojokerto untuk mengajukan izin cuti. Kebijakan itu diambil agar roda pemerintahan tetap berjalan.

Terlebih pada Jumat (19/4) besok, juga bertepatan libur Nasional Wafat Isa Almasih. Sehingga pengajuan izin dikhawatirkan hanya sebagai alasan agar bisa menikmati libur panjang.

”Saya sudah melarang cuti. Kalau ada yang mengajukan, tidak akan saya tandatangani,” terangnya. Ning Ita menyatakan, kebijakan larangan tersebut diberlakukan bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam naungan pemkot. Tak terkecuali bagi tingkat pejabat eselon II atau setingkat kepala organisasi perangkat daerah (OPD) sekalipun.

Dia mengakui jika sejumlah ASN telah ada yang mengajukan. Namun, dia tetap meminta pegawai untuk tetap masuk seperti hari biasanya. ”Saya instruksikan semua untuk tidak memberikan izin kepada anak buahnya. Kalau di level pimpinan sudah tidak saya izinkan,” tandasnya.

Baca Juga :  Lima Petugas Terpapar Covid-19, PMI Kota Mojokerto Di-Lockdown

Bahkan, Ning Ita mengancam akan memberikan tindakan tegas jika ada yang membolos. Dirinya juga akan memantau kehadiran melalui finger print dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Jika perlu, orang nomor satu di pemkot ini akan melakukan sidak langsung ke lapangan. ”Pasti ada laporan per hari itu siapa yang tidak hadir,” pungkasnya.

 

 

MOJOKERTO – Pasca libur Nasional Pemilu 2019, Wali Kota Ika Puspitasari tegas melarang pegawai Pemkot Mojokerto untuk mengajukan izin cuti. Kebijakan itu diambil agar roda pemerintahan tetap berjalan.

Terlebih pada Jumat (19/4) besok, juga bertepatan libur Nasional Wafat Isa Almasih. Sehingga pengajuan izin dikhawatirkan hanya sebagai alasan agar bisa menikmati libur panjang.

”Saya sudah melarang cuti. Kalau ada yang mengajukan, tidak akan saya tandatangani,” terangnya. Ning Ita menyatakan, kebijakan larangan tersebut diberlakukan bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam naungan pemkot. Tak terkecuali bagi tingkat pejabat eselon II atau setingkat kepala organisasi perangkat daerah (OPD) sekalipun.

Dia mengakui jika sejumlah ASN telah ada yang mengajukan. Namun, dia tetap meminta pegawai untuk tetap masuk seperti hari biasanya. ”Saya instruksikan semua untuk tidak memberikan izin kepada anak buahnya. Kalau di level pimpinan sudah tidak saya izinkan,” tandasnya.

Baca Juga :  Sarapan dan Belajar di Luar Kelas

Bahkan, Ning Ita mengancam akan memberikan tindakan tegas jika ada yang membolos. Dirinya juga akan memantau kehadiran melalui finger print dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Jika perlu, orang nomor satu di pemkot ini akan melakukan sidak langsung ke lapangan. ”Pasti ada laporan per hari itu siapa yang tidak hadir,” pungkasnya.

 

- Advertisement -

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/