alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Elang Jawa Ditemukan Terluka

Kian Langka, Diserahkan BBKSDA

MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Seekor elang jawa diserahkan ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, kemarin. Saat ditemukan warga di kawasan hutan lindung Tahura R Soerjo wilayah Sendi, Kecamatan Pacet, hewan langka dan dilindungi itu dalam kondisi terluka.

Burung dengan panjang sekitar 40 sentimeter (cm) ditemukan Ahmad Faizin Bisri, 33, 24 Februari lalu. Warga Dusun Krembung Dumpul, Desa Randubango, Kecamatan Mojosari tersebut menemukan burung tersebut tergeletak di tanah dalam kondisi terluka.

Itu karena burung bernama latin nisaetus bartelsi kalah bertarung dengan burung yang diduga sejenis. ”Saat itu kelihatan di sekitar lokasi ada dua burung yang sedang bertarung di langit. Yang satu jatuh, satunya terbang. Akhirnya saya cek ke lokasi jatuhnya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kenalkan Bahaya Obat PCC, Putar Video Kartun

Diterangkannya, burung yang berusia sekitar dua tahun itu mengalami luka di sayap kiri. Sehingga, membuatnya tak mampu kembali terbang. ”Waktu itu lukanya sampai mengeluarkan darah, di sayap sebelah kiri. Di sini saya rawat dan kasih makan setiap hari pakai bebek dan ayam biar nggak mengubah naluri berburunya,” sebutnya.

Tiga pekan merawat burung elang, kini pihaknya memutuskan untuk menyerahkan burung endemik pulau Jawa itu ke BBKSDA Jatim. Tujuannya, mendapat perawatan yang lebih intensif dan lebih baik. Sehingga garuda tersebut bisa kembali dilepas ke alam liar. ”Sekarang sayapnya sudah mulai membaik. Sudah mulai terangkat dan lukanya sudah kering. Jadi saya serahkan ke BBKSDA untuk dilakukan langkah selanjutnya. Supaya bisa dirilis ke alam lagi,” urainya.

Baca Juga :  Imbas Pembangunan Rel Ganda

Sementara itu, Pengendali Ekosistem Hutan BBKSDA Jatim Fajar Dwi Nur Aji membenarkan adanya penyerahan elang jawa secara suka rela. Pihaknya bakal melakukan penanganan lebih lanjut terkait kondisi kesehatan burung karnivora itu. Rencananya, burung itu bakal dikarantina sementara di kandang transit kantor BBKSDA Jatim. ”Saya lihat kondisinya sudah mulai membaik. Cuma akan lebih lanjut ditangani oleh dokter hewan yang kompeten,” terangnya.

Fajar menerangkan, jumlah burung yang masuk keluarga accipitridae itu kian sedikit. Saat ini, di wilayah Jawa Timur hanya tersisa sekitar 10 ekor. ”Elang ini biasanya hidup di lereng pegunungan. Jumlahnya di wilayah Jatim sekarang sekitar 10 ekor. Juga sudah masuk dalam kategori terancam punah. Terakhir terlihat di pulau Bali,” tukasnya. (vad/ron)

Kian Langka, Diserahkan BBKSDA

MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Seekor elang jawa diserahkan ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, kemarin. Saat ditemukan warga di kawasan hutan lindung Tahura R Soerjo wilayah Sendi, Kecamatan Pacet, hewan langka dan dilindungi itu dalam kondisi terluka.

Burung dengan panjang sekitar 40 sentimeter (cm) ditemukan Ahmad Faizin Bisri, 33, 24 Februari lalu. Warga Dusun Krembung Dumpul, Desa Randubango, Kecamatan Mojosari tersebut menemukan burung tersebut tergeletak di tanah dalam kondisi terluka.

Itu karena burung bernama latin nisaetus bartelsi kalah bertarung dengan burung yang diduga sejenis. ”Saat itu kelihatan di sekitar lokasi ada dua burung yang sedang bertarung di langit. Yang satu jatuh, satunya terbang. Akhirnya saya cek ke lokasi jatuhnya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Imbas Pembangunan Rel Ganda

Diterangkannya, burung yang berusia sekitar dua tahun itu mengalami luka di sayap kiri. Sehingga, membuatnya tak mampu kembali terbang. ”Waktu itu lukanya sampai mengeluarkan darah, di sayap sebelah kiri. Di sini saya rawat dan kasih makan setiap hari pakai bebek dan ayam biar nggak mengubah naluri berburunya,” sebutnya.

Tiga pekan merawat burung elang, kini pihaknya memutuskan untuk menyerahkan burung endemik pulau Jawa itu ke BBKSDA Jatim. Tujuannya, mendapat perawatan yang lebih intensif dan lebih baik. Sehingga garuda tersebut bisa kembali dilepas ke alam liar. ”Sekarang sayapnya sudah mulai membaik. Sudah mulai terangkat dan lukanya sudah kering. Jadi saya serahkan ke BBKSDA untuk dilakukan langkah selanjutnya. Supaya bisa dirilis ke alam lagi,” urainya.

Baca Juga :  Uji Coba Sekolah Tatap Muka Diurungkan
- Advertisement -

Sementara itu, Pengendali Ekosistem Hutan BBKSDA Jatim Fajar Dwi Nur Aji membenarkan adanya penyerahan elang jawa secara suka rela. Pihaknya bakal melakukan penanganan lebih lanjut terkait kondisi kesehatan burung karnivora itu. Rencananya, burung itu bakal dikarantina sementara di kandang transit kantor BBKSDA Jatim. ”Saya lihat kondisinya sudah mulai membaik. Cuma akan lebih lanjut ditangani oleh dokter hewan yang kompeten,” terangnya.

Fajar menerangkan, jumlah burung yang masuk keluarga accipitridae itu kian sedikit. Saat ini, di wilayah Jawa Timur hanya tersisa sekitar 10 ekor. ”Elang ini biasanya hidup di lereng pegunungan. Jumlahnya di wilayah Jatim sekarang sekitar 10 ekor. Juga sudah masuk dalam kategori terancam punah. Terakhir terlihat di pulau Bali,” tukasnya. (vad/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/