alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Sekolah di Kota Jadi Pionir PTM

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Empat sekolah di Kota Mojokerto dijadikan percontohan pembelajaran tatap muka di tengah pandemi. Menyusul, sejak digulirkan pada Senin (1/3) lalu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Mojokerto telah menggelar kurang lebih dua minggu tatap muka tanpa ada kendala.

Empat sekolah ini pun dijadikan percontohan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, Kamis (18/3). ”Kota Mojokerto kan menjadi pioner terkait PTM. Makanya, kita ingin menimba ilmu terkait apa saja yang harus dilakukan. Sehingga, bisa dilaksanakan secara aman juga di Ponorogo yang kasus Covid-19-nya nomor satu di Jatim dengan kondisi zona oranye,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo Endang Retno Wulandari.

Empat sekolah yang dikunjungi oleh Dispendik Kabupaten Ponorogo ini di antaranya SDN Gedongan 1, 3, SD Wijana Sejati, dan SMP Negeri 2 Kota Mojokerto. Endang mengatakan, pihaknya secara khusus juga meminta kiat-kiat langsung dari Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari agar Forkopimda Kabupaten Ponorogo bisa kompak untuk menyepakati digelarnya PTM.

Baca Juga :  Harge Thermo Gun Melangit, Kini di Pasaran Dibanderol Rp 1,5 Juta-an

Sebab, menurutnya, selama ini Kabupaten Ponorogo sendiri belum maksimal melaksanakan PTM. Sehingga, menjelang tahun ajaran baru nanti, pihaknya bakal menggelar PTM dengan sistem yang sudah dijalankan Dinas P dan K Kota Mojokerto. ”PTM ini sangat penting bagi dunia pendidikan, karena nyatanya pembelajaran jarak jauh banyak kendalanya,” tuturnya.  Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengaku tak keberatan jika PTM yang kini sudah berjalan maksimal akan dijadikan percontohan bagi daerah lain. ”Justru ini sesuatu yang sangat membanggakan. Karena apa yang kita lakukan bisa menginspirasi dan menjadi contoh bagi daerah lain,” kata Ning Ita, begitu wali kota akrab disapa. Dia menegaskan, langkah awal yang dilakukan sebelum memutuskan kebijakan PTM adalah dengan melakukan survei terhadap keinginan masyarakat. Di mana mayoritas wali murid menghendaki sekolah tatap muka lagi.

Orang nomor satu di Kota Mojokerto itu menambahkan pihaknya melakukan uji coba terlebih dahulu selama dua minggu. Barulah dari situ, pihaknya evaluasi terkait kendala dan kekurangan PTM selama uji coba hingga maksimal dilakukan tatap muka dibahas.

Baca Juga :  Peringati Hari Jadi, Pemkab Kedepankan Sinergitas dan Kearifan Lokal

Termasuk soal regulasi, pemenuhan sarana dan prasarana protokol kesehatan (prokes). Tak hanya itu, satgas pemantau, surat persetujuan wali murid melalui Google form juga masuk dalam hal terpenting sebagai syarat tatap muka. ”Uji coba itulah yang menjadi dasar bagi kami untuk bisa melaksanakan PTM secara lebih sempurna lagi di tahun ini,” ungkap Ning Ita. Menurutnya, satu hal penting lainnya yang harus dilakukan untuk menggelar PTM ialah sasaran prioritas vaksin bagi guru. Aspek tersebut sangat penting dikarenakan vaksin sendiri juga menjadi penentu izin orangtua kepada anak mereka untuk melakukan tatap muka.

Berkat vaksin, orang tua baru bisa memercayai anak mereka untuk kembali ke sekolah dengan aman. ”Semua kita kembalikan lagi kepada wali murid. Kita tidak pernah memaksa mereka setuju atau tidak setuju dengan PTM ini. Karena yang lebih paham terkait kondisi anak-anaknya adalah mereka sendiri,” tandas Ning Ita. (oce)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Empat sekolah di Kota Mojokerto dijadikan percontohan pembelajaran tatap muka di tengah pandemi. Menyusul, sejak digulirkan pada Senin (1/3) lalu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Mojokerto telah menggelar kurang lebih dua minggu tatap muka tanpa ada kendala.

Empat sekolah ini pun dijadikan percontohan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, Kamis (18/3). ”Kota Mojokerto kan menjadi pioner terkait PTM. Makanya, kita ingin menimba ilmu terkait apa saja yang harus dilakukan. Sehingga, bisa dilaksanakan secara aman juga di Ponorogo yang kasus Covid-19-nya nomor satu di Jatim dengan kondisi zona oranye,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo Endang Retno Wulandari.

Empat sekolah yang dikunjungi oleh Dispendik Kabupaten Ponorogo ini di antaranya SDN Gedongan 1, 3, SD Wijana Sejati, dan SMP Negeri 2 Kota Mojokerto. Endang mengatakan, pihaknya secara khusus juga meminta kiat-kiat langsung dari Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari agar Forkopimda Kabupaten Ponorogo bisa kompak untuk menyepakati digelarnya PTM.

Baca Juga :  Besok, Sekolah Kota PTM Terbatas

Sebab, menurutnya, selama ini Kabupaten Ponorogo sendiri belum maksimal melaksanakan PTM. Sehingga, menjelang tahun ajaran baru nanti, pihaknya bakal menggelar PTM dengan sistem yang sudah dijalankan Dinas P dan K Kota Mojokerto. ”PTM ini sangat penting bagi dunia pendidikan, karena nyatanya pembelajaran jarak jauh banyak kendalanya,” tuturnya.  Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengaku tak keberatan jika PTM yang kini sudah berjalan maksimal akan dijadikan percontohan bagi daerah lain. ”Justru ini sesuatu yang sangat membanggakan. Karena apa yang kita lakukan bisa menginspirasi dan menjadi contoh bagi daerah lain,” kata Ning Ita, begitu wali kota akrab disapa. Dia menegaskan, langkah awal yang dilakukan sebelum memutuskan kebijakan PTM adalah dengan melakukan survei terhadap keinginan masyarakat. Di mana mayoritas wali murid menghendaki sekolah tatap muka lagi.

Orang nomor satu di Kota Mojokerto itu menambahkan pihaknya melakukan uji coba terlebih dahulu selama dua minggu. Barulah dari situ, pihaknya evaluasi terkait kendala dan kekurangan PTM selama uji coba hingga maksimal dilakukan tatap muka dibahas.

Baca Juga :  Tatap Muka Perdana, Siswa SMP Berseragam SD

Termasuk soal regulasi, pemenuhan sarana dan prasarana protokol kesehatan (prokes). Tak hanya itu, satgas pemantau, surat persetujuan wali murid melalui Google form juga masuk dalam hal terpenting sebagai syarat tatap muka. ”Uji coba itulah yang menjadi dasar bagi kami untuk bisa melaksanakan PTM secara lebih sempurna lagi di tahun ini,” ungkap Ning Ita. Menurutnya, satu hal penting lainnya yang harus dilakukan untuk menggelar PTM ialah sasaran prioritas vaksin bagi guru. Aspek tersebut sangat penting dikarenakan vaksin sendiri juga menjadi penentu izin orangtua kepada anak mereka untuk melakukan tatap muka.

- Advertisement -

Berkat vaksin, orang tua baru bisa memercayai anak mereka untuk kembali ke sekolah dengan aman. ”Semua kita kembalikan lagi kepada wali murid. Kita tidak pernah memaksa mereka setuju atau tidak setuju dengan PTM ini. Karena yang lebih paham terkait kondisi anak-anaknya adalah mereka sendiri,” tandas Ning Ita. (oce)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/