alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Friday, May 20, 2022

90 Siswa SMAN 1 Bangsal Gagal SNMPTN

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sebanyak 90 siswa SMA Negeri 1 Bangsal gagal mengikuti proses seleksi nasional masuk perguruan tinggi (SNMPTN) tahun ini. Penyebabnya, pihak sekolah tak memasukkan pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS) sebagai persyaratan ke lembaga tes masuk perguruan tinggi (LMPPT).

Peristiwa ini memantik kekecewaan wali murid. Sehingga, kemarin (18/2), pihak sekolah mengumpulkan orang tua siswa untuk mengklarifikasinya. Salah satu wali murid kelas XII IPS-1 mengatakan, anaknya sudah mendaftarkan diri jalur SNMPTN ke Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dan Universitas Brawijaya (UB). Namun, pendaftaran tersebut ditolak. ”Alasan dari pihak sekolah katanya trouble. Lha kalo trouble kok sekolah lain sudah bisa masuk dan mendaftar,” keluh wali murid asal Desa Ngrowo, Kecamatan Bangsal ini.

Wali murid lain juga mengeluhkan hal senada. Menurut keterangannya, sang anak yang duduk di kelas XII IPS ini hendak mendaftar di UNESA melalui jalur rapor atau SNMPTN. Namun, berkas pendaftarannya tak diterima. ’’Lha wong pendaftarannya sudah tutup, terus mau gimana ini. Yang tersisa bisanya ikut seleksi tes niku (SBMPTN). Itu pun peluangnya juga kecil,’’ beber warga Desa Sumberwono, Kecamatan Bangsal ini.

Baca Juga :  Larangan Mudik Resmi Berlaku Mulai 22 April-24 Mei 2021

Sementara itu, Wakil Kepala (Waka) Humas SMA Negeri 1 Bangsal Syahrul Soni mengatakan, sosialisasi yang digelar Jumat (18/2) lalu, merupakan klarifikasi pihak sekolah terhadap wali murid.

Sony mengaku, pihak sekolah sudah menginput nilai rapor siswa eligible alias siswa yang memenuhi persyaratan mengikuti SNMPTN pada Senin lalu (7/2). Namun, server dari pusat mengalami trouble. ”Padahal, pendaftaran ditutup besoknya (tanggal 8) pukul empat sore. Kita buka situsnya tanggal 7 itu sudah nggak bisa. Karena servernya dari pusat bermasalah, kita nggak bisa berbuat apa-apa,” jelasnya.

Adapun, lanjut Sony, total siswa yang terancam tak bisa mengikuti SNMPTN sebanyak 90 siswa. Akibat insiden ini, pihak sekolah memberikan solusi untuk mengobati kekecewaan para siswa sekaligus wali murid. Yakni dengan memfasilitasi siswa eligible untuk mengikuti bimbingan belajar (bimbel) tambahan dan latihan ujian tulis berbasis komputer (UTBK).

Baca Juga :  Tabloid Indonesia Barokah Disebar Kurir ke Sembilan Pesantren

Dengan harapan, upaya tersebut bisa membantu puluhan siswa ini masuk ke perguruan tinggi negeri melalui seleksi bersama masuk perguruan tinggi (SBMPTN). ”Kita fasilitasi, anak-anak mereka tidak perlu bayar apa-apa. Meski memang kami akui belum sepenuhnya mengobati kekecewaan, tapi ini tadi sudah disepakati antara pihak sekolah dan wali murid,” pungkasnya. (oce/ron)

 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sebanyak 90 siswa SMA Negeri 1 Bangsal gagal mengikuti proses seleksi nasional masuk perguruan tinggi (SNMPTN) tahun ini. Penyebabnya, pihak sekolah tak memasukkan pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS) sebagai persyaratan ke lembaga tes masuk perguruan tinggi (LMPPT).

Peristiwa ini memantik kekecewaan wali murid. Sehingga, kemarin (18/2), pihak sekolah mengumpulkan orang tua siswa untuk mengklarifikasinya. Salah satu wali murid kelas XII IPS-1 mengatakan, anaknya sudah mendaftarkan diri jalur SNMPTN ke Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dan Universitas Brawijaya (UB). Namun, pendaftaran tersebut ditolak. ”Alasan dari pihak sekolah katanya trouble. Lha kalo trouble kok sekolah lain sudah bisa masuk dan mendaftar,” keluh wali murid asal Desa Ngrowo, Kecamatan Bangsal ini.

Wali murid lain juga mengeluhkan hal senada. Menurut keterangannya, sang anak yang duduk di kelas XII IPS ini hendak mendaftar di UNESA melalui jalur rapor atau SNMPTN. Namun, berkas pendaftarannya tak diterima. ’’Lha wong pendaftarannya sudah tutup, terus mau gimana ini. Yang tersisa bisanya ikut seleksi tes niku (SBMPTN). Itu pun peluangnya juga kecil,’’ beber warga Desa Sumberwono, Kecamatan Bangsal ini.

Baca Juga :  Larangan Mudik Resmi Berlaku Mulai 22 April-24 Mei 2021

Sementara itu, Wakil Kepala (Waka) Humas SMA Negeri 1 Bangsal Syahrul Soni mengatakan, sosialisasi yang digelar Jumat (18/2) lalu, merupakan klarifikasi pihak sekolah terhadap wali murid.

Sony mengaku, pihak sekolah sudah menginput nilai rapor siswa eligible alias siswa yang memenuhi persyaratan mengikuti SNMPTN pada Senin lalu (7/2). Namun, server dari pusat mengalami trouble. ”Padahal, pendaftaran ditutup besoknya (tanggal 8) pukul empat sore. Kita buka situsnya tanggal 7 itu sudah nggak bisa. Karena servernya dari pusat bermasalah, kita nggak bisa berbuat apa-apa,” jelasnya.

Adapun, lanjut Sony, total siswa yang terancam tak bisa mengikuti SNMPTN sebanyak 90 siswa. Akibat insiden ini, pihak sekolah memberikan solusi untuk mengobati kekecewaan para siswa sekaligus wali murid. Yakni dengan memfasilitasi siswa eligible untuk mengikuti bimbingan belajar (bimbel) tambahan dan latihan ujian tulis berbasis komputer (UTBK).

Baca Juga :  Tabloid Indonesia Barokah Disebar Kurir ke Sembilan Pesantren
- Advertisement -

Dengan harapan, upaya tersebut bisa membantu puluhan siswa ini masuk ke perguruan tinggi negeri melalui seleksi bersama masuk perguruan tinggi (SBMPTN). ”Kita fasilitasi, anak-anak mereka tidak perlu bayar apa-apa. Meski memang kami akui belum sepenuhnya mengobati kekecewaan, tapi ini tadi sudah disepakati antara pihak sekolah dan wali murid,” pungkasnya. (oce/ron)

 

Artikel Terkait

Most Read

Satgas Pangan Waspadai Telur HE

Khusus untuk Napi Pribumi

Artikel Terbaru


/