alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Irigasi Ambrol, Tiga Kecamatan Terendam

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah Mojokerto pada Minggu (17/1) malam mengakibatkan sejumlah sungai di Kabupaten Mojokerto meluap. Air sempat menggenangi puluhan rumah warga di beberapa desa di tiga Kecamatan. Deras dan tingginya debit air juga merusak tanggul dan pipa PDAM.

Misdi, Ketua RT 1, RW 3, Dusun/Desa Seduri menjelaskan, banjir lupan mulai terjadi Minggu (17/1) pukul 17.00 WIB. Banjir terjadi lantaran saluran irigasi dengan lebar sekitar 1,5 meter yang biasa disebut warga Kali Delima Satu itu tak mampu menampung tingginya debit air.

Sebab, aliran irigasi tersebut merupakan hilir dari sungai di wilayah Kecamatan Dlanggu dan Kutorejo. ”Padahal, waktu itu hujannya gerimis, tapi sampahnya banyak sampai tersumbat di jembatan,” ujarnya.   Dia menjelaskan, ketinggian luapan air yang menggenangi jalan, areal persawahan dan sejumlah rumah warga itu sekitar 60 sentimeter (cm) hingga mencapai 80 cm.

Baca Juga :  Terpaksa Tinggikan Lantai dengan Biaya Hutang

Sehingga, luapan saluran irigasi yang berbatasan dengan Dusun Mojokencono, Desa Wonokusumo, itu merendam sekitar 40 rumah warga di Dusun Mojokencono, dan 5 rumah warga di RT 1, RW 3, Dusun Seduri. ”Karena derasnya air dan sumbatan sampah, tanggulnya sampai jebol dan pipa saluran PDAM di jembatan juga ikut patah dan rusak,” ungkapnya.

Tangggul sepanjang 30 meter di saluran irigasi tersebut ambrol. Sehingga, warga menggelar kerja bakti Senin pagi (18/1). Banjir tersebut merupakan yang kedua kalinya di tahun baru ini. Namun, banjir luapan kali ini menjadi yang terparah. Menyusul, luapan yang terjadi sekitar sepekan lalu itu tidak sampai merusak tanggul dan pipa saluran PDAM.

Baca Juga :  BNNK Gerebek Rumah Pecandu Sabu

Sehingga, rumah warga pun tidak banyak yang terdampak. ”Banjir di sini itu kiriman. Kalau daerah atas sana hujan deras, meskipun di sini cuma gerimis airnya tetap meluap,” bebernya. Misdi menerangkan, saluran irigasi tersebut bermuara ke Sungai Sadar di Desa Ngrame, Kecamatan Pungging.

Kini, kondisi banjir yang melanda dua desa tersebut telah surut. Tampak beberapa warga membersihkan sisa-sisa banjir dan memompa air keluar dari rumah. ”Tadi (kemarin, 18/1) Pak Lurah Wonokusumo sudah meninjau lokasi. Petugas PDAM juga sudah memperbaiki pipa yang rusak,” tandasnya. (vad)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah Mojokerto pada Minggu (17/1) malam mengakibatkan sejumlah sungai di Kabupaten Mojokerto meluap. Air sempat menggenangi puluhan rumah warga di beberapa desa di tiga Kecamatan. Deras dan tingginya debit air juga merusak tanggul dan pipa PDAM.

Misdi, Ketua RT 1, RW 3, Dusun/Desa Seduri menjelaskan, banjir lupan mulai terjadi Minggu (17/1) pukul 17.00 WIB. Banjir terjadi lantaran saluran irigasi dengan lebar sekitar 1,5 meter yang biasa disebut warga Kali Delima Satu itu tak mampu menampung tingginya debit air.

Sebab, aliran irigasi tersebut merupakan hilir dari sungai di wilayah Kecamatan Dlanggu dan Kutorejo. ”Padahal, waktu itu hujannya gerimis, tapi sampahnya banyak sampai tersumbat di jembatan,” ujarnya.   Dia menjelaskan, ketinggian luapan air yang menggenangi jalan, areal persawahan dan sejumlah rumah warga itu sekitar 60 sentimeter (cm) hingga mencapai 80 cm.

Baca Juga :  Plengsengan Jalan Ambrol

Sehingga, luapan saluran irigasi yang berbatasan dengan Dusun Mojokencono, Desa Wonokusumo, itu merendam sekitar 40 rumah warga di Dusun Mojokencono, dan 5 rumah warga di RT 1, RW 3, Dusun Seduri. ”Karena derasnya air dan sumbatan sampah, tanggulnya sampai jebol dan pipa saluran PDAM di jembatan juga ikut patah dan rusak,” ungkapnya.

Tangggul sepanjang 30 meter di saluran irigasi tersebut ambrol. Sehingga, warga menggelar kerja bakti Senin pagi (18/1). Banjir tersebut merupakan yang kedua kalinya di tahun baru ini. Namun, banjir luapan kali ini menjadi yang terparah. Menyusul, luapan yang terjadi sekitar sepekan lalu itu tidak sampai merusak tanggul dan pipa saluran PDAM.

Baca Juga :  Dua Siswa SMA Negeri 1 Sooko Lolos di Kampus Ternama

Sehingga, rumah warga pun tidak banyak yang terdampak. ”Banjir di sini itu kiriman. Kalau daerah atas sana hujan deras, meskipun di sini cuma gerimis airnya tetap meluap,” bebernya. Misdi menerangkan, saluran irigasi tersebut bermuara ke Sungai Sadar di Desa Ngrame, Kecamatan Pungging.

- Advertisement -

Kini, kondisi banjir yang melanda dua desa tersebut telah surut. Tampak beberapa warga membersihkan sisa-sisa banjir dan memompa air keluar dari rumah. ”Tadi (kemarin, 18/1) Pak Lurah Wonokusumo sudah meninjau lokasi. Petugas PDAM juga sudah memperbaiki pipa yang rusak,” tandasnya. (vad)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/