Rabu, 01 Dec 2021
Radar Mojokerto
Home / Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Warung remang-remang ini Sediakan PSK Murah

18 Desember 2020, 08: 55: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Warung remang-remang ini Sediakan PSK Murah

BELUM DITERTIBKAN: Warung remang-remang di Desa Awang-Awang nekat beroperasi lagi. (vad/radarmojokerto.jawapos.com)

Share this      

MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Warung remang-remang di Desa Awang-Awang, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto kembali beroperasi. Padahal sebelumnya lokasi tersebut kerap ditertibkan petugas gabungan satpol PP, dan TNI/Polri.

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto Kamis (17/12) siang, kompleks warung di dekat pabrik paving itu tampak sebagian beroperasi. Dari sekitar 10 warung remang-remang, tiga di antaranya dalam kondisi tutup. Meski demikian, masih banyak yang mengunjungi tempat warung kopi yang di dalamnya disinyalir terjadi praktik esek-esek. Modusnya, pelayan warung kopi diduga adalah pekerja seks komersial (PSK) menyamar layaknya pelayan yang tengah duduk di depan warung.

Setelah melayani pesanan makanan atau minuman, pelanggan bakal ditawari layanan pemuas nafsu. Untuk tarif yang dipasang setiap kali pelayanan berkisar Rp 100 ribu untuk short time. Bukan rahasia lagi, di dalam warung kopi tersebut terdapat kamar yang sengaja disewakan pemilik warung untuk hal tak senonoh itu.

Baca juga: PAD 2020 Tembus 107 Persen

”Mas, gak ngene (esek-esek) ta? Ayo satus ewu ae. Enak awan-awan ngene, mari ngunu adus lak seger (Mas, ayo berhubungan intim? Rp ribu saja. Enak siang-siang begini, habis gitu mandi, pasti segar),” ujar salah satu PSK sembari mengacungkan ibu jari dijepit jari telunjuk dan tengah.

Kepala Desa Awang-Awang Rudi Purwanto membenarkan kembali beroperasinya warung esek-esek tersebut beberapa dalam minggu terakhir. Pihaknya jengkel lantaran warung-warung tersebut nekat kembali beroperasi dan meresahkan warga. ”Sebelumnya sudah kami tertibkan. Bahkan, sudah beberapa kali, tapi masih nekat saja buka lagi. Warga juga sudah jengkel sekali kok masih buka,” ujarnya (17/12).

Rudi menerangkan, pertangahan tahun ini pihaknya mengerahkan beberapa pihak untuk menertibkan sekaligus menjaga lokasi. Warung remang-remang itu sempat tutup selama tiga bulan, mulai sejak April hingga Juni lalu. ”Sebulan sebelum dan sesudah lebaran, kami tertibkan dan lakukan penjagaan. Selama tiga bulan itu warung kopinya tutup semua, bahkan desa habis Rp 9 juta untuk biaya penjagaan lokasi itu,” bebernya.

Pihaknya merencanakan bakal menggelar penertiban lagi seusai Pilkada Serentak 2020 rampung. Rudi telah telah melakukan koordinasi langsung dengan pihak kecamatan guna membereskan penyakit masyarakat tersebut. ”Dalam waktu dekat ini kami akan buat surat resminya. Ya setelah tahun baru lah, mungkin disesuaikan sama tahun anggaran baru,” imbuhnya.

Rudi menyebutkan, penertiban yang akan datang semaksimal mungkin dapat memberikan efek jera. Lantaran warga sudah geram melihat penyakit masyarakat itu kembali menjamur. ”Nantinya kami akan koordinasikan dengan Linmas, satpol PP, Polsek, supaya penertiban nanti benar-benar bikin mereka jera,” tandasnya. (vad)

(mj/ris/ron/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia