alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Disparpora Buka Kesempatan Rekanan Asuransi

TRAWAS, Jawa Pos  Radar Mojokerto – Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan Dan Parawisata (Disparpora) Kabupaten Mojokerto membuka kesempatan rekanan jasa asuransi. Hal tersebut menyusul beberapa destinasi wisata di Kabupaten Mojokerto yang tiket masuknya belum tercover asuransi jiwa.

Kepala Disparpora Kabupaten Mojokerto Amat Susilo menjelaskan, insiden maut yang terjadi dalam kawasan wisata Petirtaan Jolotundo Minggu (14/11) lalu mendorongnya untuk membuka kesempatan rekanan pihak jasa asuransi. Sebab, selain di wisata Petirtaan Jolotundo, tiket masuk Ubalan Water Park, Kecamatan Pacet, juga belum termasuk asuransi jiwa. Hal tersebut berbanding terbalik dengan wisata Air Panas Padusan yang sudah tercover asuransi sejak beberapa tahun lalu. ’’Kami jadikan itu evaluasi karena memang itu dibutuhkan bagi pengunjung. Dan yang belum ada asuransi itu ada di Ubalan dan Jolotundo,’’ sebutnya.

Baca Juga :  Peringati Hari Ibu, Gelar Adu Karya lewat Kolase

Setidaknya lebih dari 20 tahun pengunjung wisata Petirtaan Jolotundo tidak tercover asuransi jiwa. Sehingga, kini pihaknya langsung membuka kesempatan bagi sejumlah pihak jasa asuransi jiwa. Bahkan, asuransi tersebut juga bagi destinasi wisata lain yang belum tercover. Lantaran pihaknya tak ingin insiden tragis yang terjadi di kawasan Petirtaan Jolotundo terulang. ’’Rencananya itu untuk wisata-wisata yang tiket masuknya belum ada asuransinya,’’ imbuhnya.

Amat mengatakan, tidak ada spesifikasi khusus bagi pihak asuransi yang hendak merapat ke pihaknya itu. Yang diutamakan agar keselamatan pengunjung dan wisatawan terjamin. Dengan adanya asuransi tersebut, diharapkan turut mendorong kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di destinasi wisata. ’’Ndak  harus asuransi milik pemerintah. Kita lihat dari proposalnya nanti bagaimana teknisnya, seperti itu,’’ terangnya.

Baca Juga :  858 Pelamar CPNS Pemkab Mojokerto Melenggang

Diakuinya, tahun lalu Disparpora sempat mendapatkan penawaran dari sejumlah pihak jasa asuransi jiwa bagi destinasi wisata di bawah naungannya. Namun, saat itu seluruh destinasi wisata tengah kembang kempis bahkan mati suri. Sebab, penawaran masuk saat pemerintah tengah memberlakukan PPKM. ’’Sebenarnya, tahun lalu itu banyak perusahaan jasa asuransi yang tanya-tanya. Cuman karena tahun lalu itu PPKM, kita ndak fokus ke situ. Toh wisata banyak yang tutup, kalau di buka pun sistemnya buka-tutup,’’ tukas mantan Camat Gondang itu. (vad/abi)

 

TRAWAS, Jawa Pos  Radar Mojokerto – Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan Dan Parawisata (Disparpora) Kabupaten Mojokerto membuka kesempatan rekanan jasa asuransi. Hal tersebut menyusul beberapa destinasi wisata di Kabupaten Mojokerto yang tiket masuknya belum tercover asuransi jiwa.

Kepala Disparpora Kabupaten Mojokerto Amat Susilo menjelaskan, insiden maut yang terjadi dalam kawasan wisata Petirtaan Jolotundo Minggu (14/11) lalu mendorongnya untuk membuka kesempatan rekanan pihak jasa asuransi. Sebab, selain di wisata Petirtaan Jolotundo, tiket masuk Ubalan Water Park, Kecamatan Pacet, juga belum termasuk asuransi jiwa. Hal tersebut berbanding terbalik dengan wisata Air Panas Padusan yang sudah tercover asuransi sejak beberapa tahun lalu. ’’Kami jadikan itu evaluasi karena memang itu dibutuhkan bagi pengunjung. Dan yang belum ada asuransi itu ada di Ubalan dan Jolotundo,’’ sebutnya.

Baca Juga :  Pungkasiadi Minta APIP Maksimal Awasi Dana Penanganan Pandemi

Setidaknya lebih dari 20 tahun pengunjung wisata Petirtaan Jolotundo tidak tercover asuransi jiwa. Sehingga, kini pihaknya langsung membuka kesempatan bagi sejumlah pihak jasa asuransi jiwa. Bahkan, asuransi tersebut juga bagi destinasi wisata lain yang belum tercover. Lantaran pihaknya tak ingin insiden tragis yang terjadi di kawasan Petirtaan Jolotundo terulang. ’’Rencananya itu untuk wisata-wisata yang tiket masuknya belum ada asuransinya,’’ imbuhnya.

Amat mengatakan, tidak ada spesifikasi khusus bagi pihak asuransi yang hendak merapat ke pihaknya itu. Yang diutamakan agar keselamatan pengunjung dan wisatawan terjamin. Dengan adanya asuransi tersebut, diharapkan turut mendorong kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di destinasi wisata. ’’Ndak  harus asuransi milik pemerintah. Kita lihat dari proposalnya nanti bagaimana teknisnya, seperti itu,’’ terangnya.

Baca Juga :  Polisi Terjunkan Tim Khusus

Diakuinya, tahun lalu Disparpora sempat mendapatkan penawaran dari sejumlah pihak jasa asuransi jiwa bagi destinasi wisata di bawah naungannya. Namun, saat itu seluruh destinasi wisata tengah kembang kempis bahkan mati suri. Sebab, penawaran masuk saat pemerintah tengah memberlakukan PPKM. ’’Sebenarnya, tahun lalu itu banyak perusahaan jasa asuransi yang tanya-tanya. Cuman karena tahun lalu itu PPKM, kita ndak fokus ke situ. Toh wisata banyak yang tutup, kalau di buka pun sistemnya buka-tutup,’’ tukas mantan Camat Gondang itu. (vad/abi)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/