alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Pesimistis Bisa Penuhi Target PAD

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Capaian pendapatan asli daerah (PAD) sektor wisata di Kabupaten Mojokerto dipastikan jeblok. Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Mojokerto pesimistis bisa memenuhi target. Hal itu seiring belum adanya kepastian pembukaan objek wisata di Bumi Majapahit ini.

Kepala Disparpora Kabupaten Mojokerto Amat Susilo, mengatakan, pandemi Covid-19 yang tak berujung ini membuat geliat wisata lumpuh. Tak urung pemulihan ekonomi di kawasan wisata pun belum bergairah. ’’Bagaimana lagi, memang aturannya seperti itu. Sektor wisata memang belum boleh. Jadi kita harus patuh,’’ ungkapnya.

Kondisi itu bakal berpengaruh pada capaian pendapatan tahun ini. Meski target PAD sektor pariwisata tahun ini sudah dilakukan perubahan dalam P-APBD, disparpora tetap pesimistis capaiannya bisa sesuai target. Perubahan dari Rp 14,5 miliar menjadi Rp 6 miliar tetap membuat disparpora berat. Sebab, hingga pertengahan Oktober ini belum ada kepastian objek wisata bisa dibuka. Pihaknya pun hanya bisa pasrah atas kondisi sekarang ini.

Baca Juga :  Sungai Tercemar Limbah Usus

’’Meski sudah diubah jadi Rp 6 miliar, (capaian) tetap berat karena sampai sekarang belum bisa buka. Capaiannya dipastikan tidak bisa maksimal, dengan sisa waktu hanya dua bulan, paling bisa maksimal Rp 2 miliar,’’ paparnya.

Disinggung soal turunnya QR code pada aplikasi PeduliLindungi pada Wanawisata Padusan Pacet, Amat menegaskan, tetap menunggu rekomendasi dan izin dari Satgas Covid-19 kabupaten untuk bisa dibuka. Sebelumnya, juga sudah menggelar rakor bersama tim Satgas. ’’Selanjutnya, minggu depan tim Satgas diagendakan melakukan verifikasi ke lokasi wisata,’’ tuturnya.

Sebagai tindak lanjut turunnya QR code, disparpora mulai melakukan persiapan matang dalam uji coba pembukaan yang dijadwalkan pekan ini. Mulai dari menyiapkan sumber daya manusianya hingga melakukan finalisasi perlengkapan protokol kesehatan Covid-19 di objek wisata. Baik di pintu masuk maupun di kawasan wisata. Termasuk juga memastikan disiplin prokes di setiap-tiap lapak jualan para pedagang. ’’Kami berharap secepat mungkin bisa dibuka. Karena kan pengaruhnya pada pemulihan ekonomi di kawasan wisata. Termasuk juga kaitannya dengan kejar capaian PAD yang ditargetkan tahun ini,’’ paparnya. 

Baca Juga :  Hujan Deras, Jalan Taman Siswa Kota Mojokerto Tergenang Banjir

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Capaian pendapatan asli daerah (PAD) sektor wisata di Kabupaten Mojokerto dipastikan jeblok. Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Mojokerto pesimistis bisa memenuhi target. Hal itu seiring belum adanya kepastian pembukaan objek wisata di Bumi Majapahit ini.

Kepala Disparpora Kabupaten Mojokerto Amat Susilo, mengatakan, pandemi Covid-19 yang tak berujung ini membuat geliat wisata lumpuh. Tak urung pemulihan ekonomi di kawasan wisata pun belum bergairah. ’’Bagaimana lagi, memang aturannya seperti itu. Sektor wisata memang belum boleh. Jadi kita harus patuh,’’ ungkapnya.

Kondisi itu bakal berpengaruh pada capaian pendapatan tahun ini. Meski target PAD sektor pariwisata tahun ini sudah dilakukan perubahan dalam P-APBD, disparpora tetap pesimistis capaiannya bisa sesuai target. Perubahan dari Rp 14,5 miliar menjadi Rp 6 miliar tetap membuat disparpora berat. Sebab, hingga pertengahan Oktober ini belum ada kepastian objek wisata bisa dibuka. Pihaknya pun hanya bisa pasrah atas kondisi sekarang ini.

Baca Juga :  PNM Salurkan Sembako ke Korban Banjir Jombang

’’Meski sudah diubah jadi Rp 6 miliar, (capaian) tetap berat karena sampai sekarang belum bisa buka. Capaiannya dipastikan tidak bisa maksimal, dengan sisa waktu hanya dua bulan, paling bisa maksimal Rp 2 miliar,’’ paparnya.

Disinggung soal turunnya QR code pada aplikasi PeduliLindungi pada Wanawisata Padusan Pacet, Amat menegaskan, tetap menunggu rekomendasi dan izin dari Satgas Covid-19 kabupaten untuk bisa dibuka. Sebelumnya, juga sudah menggelar rakor bersama tim Satgas. ’’Selanjutnya, minggu depan tim Satgas diagendakan melakukan verifikasi ke lokasi wisata,’’ tuturnya.

Sebagai tindak lanjut turunnya QR code, disparpora mulai melakukan persiapan matang dalam uji coba pembukaan yang dijadwalkan pekan ini. Mulai dari menyiapkan sumber daya manusianya hingga melakukan finalisasi perlengkapan protokol kesehatan Covid-19 di objek wisata. Baik di pintu masuk maupun di kawasan wisata. Termasuk juga memastikan disiplin prokes di setiap-tiap lapak jualan para pedagang. ’’Kami berharap secepat mungkin bisa dibuka. Karena kan pengaruhnya pada pemulihan ekonomi di kawasan wisata. Termasuk juga kaitannya dengan kejar capaian PAD yang ditargetkan tahun ini,’’ paparnya. 

Baca Juga :  Musim Penghujan, Permintaan Fogging Tinggi

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/