alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Saturday, May 21, 2022

Bupati Ikfina Tinjau Proyek Jembatan Dari BK Desa

Masyarakat Desa Sumberwono Kecamatan Bangsal, mengaku girang atas dibangunnya jembatan penghubung Sumberwono-Kedunguneng sepanjang 24 meter dengan lebar 4 meter. Mereka mengaku lega karena jembatan ini akan memudahkan akses menuju beberapa lokasi sekolah. Demikian juga dengan kemudahan mobilitas. Jembatan ini sangat diharapkan karena membawa manfaat besar untuk masyarakat.

Meski pembangunan baru menyentuh 80 persen, jembatan yang dibangun menggunakan BK Desa senilai Rp 800 juta itu, ditargetkan segera rampung dan diresmikan awal November mendatang.

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati didampingi Sekdakab Teguh Gunarko dan Kabag Administrasi Pembangunan Rinaldi Rizal, saat memantau pembangunan jembatan pada Sabtu (16/10) siang lalu, menegaskan, proyek pembangunan infrastruktur di Kabupaten Mojokerto akan fokus pada kebutuhan masyarakat, kebermanfaatan dan keberlanjutan.

Baca Juga :  Polisi Terjunkan Ahli Konstruksi ITS

Orang nomor satu di Kabupaten Mojokerto ini juga memastikan, kegiatan BK selalu didampingi konsultan-konsultan ahli di bidangnya. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, serta pengawasan.

Mereka juga harus paham dengan aturan dan ketentuan berlaku, agar tidak terjadi masalah ke depannya. ’’(Pembangunan) harus didampingi konsultan ahli. Aturan juga harus dipahami. Tidak boleh ada yang menyalahi, agar tidak ada masalah ke depannya,” tegas bupati.

Selain jembatan, bupati juga meninjau proyek jalan cor lingkungan Desa Candiwatu Kecamatan Pacet yang sudah rampung 100 persen. Terdiri dari ruas I sepanjang 232 meter dan lebar  3,8 meter, ruas II 126 meter dan lebar 4 meter, serta ruas III 117 meter dengan lebar 4 meter.

Baca Juga :  Jalan Nasional Ngoro-Japanan Terendam Bak Sungai

Sebagai informasi, BK Desa pada APBD Kabupaten Mojokerto untuk tahun 2021, tercatat sebesar 51.350.000.000. Anggaran tersebut diplot untuk pembangunan 139 desa di Kabupaten Mojokerto dalam bentuk 146 kegiatan pembangunan infrastruktur desa.

Antara lain jalan lingkungan, jalan usaha tani, kantor desa, pendapa desa, pasar desa, wisata desa, jembatan desa serta ponkesdes. Tujuannya untuk pemerataan dan percepatan pembangunan desa, serta mendukung usaha pemkab dalam menggerakkan perekonomian desa. 

Masyarakat Desa Sumberwono Kecamatan Bangsal, mengaku girang atas dibangunnya jembatan penghubung Sumberwono-Kedunguneng sepanjang 24 meter dengan lebar 4 meter. Mereka mengaku lega karena jembatan ini akan memudahkan akses menuju beberapa lokasi sekolah. Demikian juga dengan kemudahan mobilitas. Jembatan ini sangat diharapkan karena membawa manfaat besar untuk masyarakat.

Meski pembangunan baru menyentuh 80 persen, jembatan yang dibangun menggunakan BK Desa senilai Rp 800 juta itu, ditargetkan segera rampung dan diresmikan awal November mendatang.

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati didampingi Sekdakab Teguh Gunarko dan Kabag Administrasi Pembangunan Rinaldi Rizal, saat memantau pembangunan jembatan pada Sabtu (16/10) siang lalu, menegaskan, proyek pembangunan infrastruktur di Kabupaten Mojokerto akan fokus pada kebutuhan masyarakat, kebermanfaatan dan keberlanjutan.

Baca Juga :  Polisi Terjunkan Ahli Konstruksi ITS

Orang nomor satu di Kabupaten Mojokerto ini juga memastikan, kegiatan BK selalu didampingi konsultan-konsultan ahli di bidangnya. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, serta pengawasan.

Mereka juga harus paham dengan aturan dan ketentuan berlaku, agar tidak terjadi masalah ke depannya. ’’(Pembangunan) harus didampingi konsultan ahli. Aturan juga harus dipahami. Tidak boleh ada yang menyalahi, agar tidak ada masalah ke depannya,” tegas bupati.

Selain jembatan, bupati juga meninjau proyek jalan cor lingkungan Desa Candiwatu Kecamatan Pacet yang sudah rampung 100 persen. Terdiri dari ruas I sepanjang 232 meter dan lebar  3,8 meter, ruas II 126 meter dan lebar 4 meter, serta ruas III 117 meter dengan lebar 4 meter.

Baca Juga :  Permudah Layanan JKN-KIS dengan Aplikasi Pandawa
- Advertisement -

Sebagai informasi, BK Desa pada APBD Kabupaten Mojokerto untuk tahun 2021, tercatat sebesar 51.350.000.000. Anggaran tersebut diplot untuk pembangunan 139 desa di Kabupaten Mojokerto dalam bentuk 146 kegiatan pembangunan infrastruktur desa.

Antara lain jalan lingkungan, jalan usaha tani, kantor desa, pendapa desa, pasar desa, wisata desa, jembatan desa serta ponkesdes. Tujuannya untuk pemerataan dan percepatan pembangunan desa, serta mendukung usaha pemkab dalam menggerakkan perekonomian desa. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/