alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Aborsi Kutorejo jadi Kasus Pembuka

Dianus Pionam, 55, warga Pantai Mutiara Blok AD/2 Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, harus menelan pil pahit. Saat kasus penjualan obat aborsi masih dalam proses peradilan di PN Mojokerto, pria ini juga dijerat kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Andaru Rahutomo, mengatakan, dibongkarnya kasus TPPU itu bermula dari terungkapnya kasus penjualan obat cytotec yang menjerat pelaku Maret lalu. Status pelaku sebagai pengedar obat yang diproduksi Pfizer – Australia itu, mengindikasikan besarnya scope kasus tersebut. Bukan tanpa alasan.  Pelaku merupakan pemasok obat aborsi skala nasional.

Dikatakan Andaru, penyidik Mabes Polri itu sempat berkoordinasi langsung ke Mapolres Mojokerto. Saat itu, kasus TPPU masih dalam proses penyelidikan. ”Beberapa waktu lalu datang ke sini. Data yang kami miliki, kita sharing juga ke bareskrim,” sebutnya.

Baca Juga :  Bersalawat untuk Keutuhan NKRI, Mencetak Generasi Antihoaks

Alhasil, Bareskrim Polri turut mendalami kasus hingga berhasil mengungkap TPPU dibalik bisnis terlarang pria kelahiran Pria kelahiran Singkawang, Kalbar 8 September 1966 itu. Meskipun kasus peredaran obat ilegal yang menjeratnya belum rampung sepenuhnya, kini Dianus dikenakan kasus yang berbeda. ”Perkara di sini (memang) menguatkan pembuktian tindak pidana asal yang mengarah ke TPPU itu sendiri,” ungkapnya.

Saat ini, Dianus tengah menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Mojokerto. Persidangan masih memasuki tahap pemeriksaan saksi-saksi. ”Di sini dia dikenakan dengan peredaran obat terlarangnya,” tuturnya.

Meski sudah memasuki proses persidangan, namun Dianus cukup beruntung. Sejak ia menjadi tersangka di kepolisian, ia hanya mencicipi hidup di balik jeruji besi beberapa hari saja. Kemudian status penahanan dialihkan menjadi tahanan rumah. Saat itu, polisi beralasan, ia mengalami komorbid diabetes dan hipertensi sehingga rentan terpapar Covid-19.

Baca Juga :  Lokasi Proyek Belum Final

Disinggung terkait kasus TPPU yang turut dikenakan pada Dianus, Andaru masih belum bisa bicara banyak. Hanya saja, pihaknya memprediksi, proses hukum bagi pelaku bakal dirampungkan satu per satu. ”Untuk teknisnya kurang tahu pasti, mungkin persidangannya akan diselesaikan case by case,” tandas mantan Kasatreskrim Polres Malang itu.

Sebelumnya, terungkapnya kasus peredaran obat ilegal itu berangkat dari kasus aborsi di Kutorejo Januari lalu. Bersama tujuh pelaku lainnya, Dianus ditetapkan sebagai tersangka. 

Dianus Pionam, 55, warga Pantai Mutiara Blok AD/2 Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, harus menelan pil pahit. Saat kasus penjualan obat aborsi masih dalam proses peradilan di PN Mojokerto, pria ini juga dijerat kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Andaru Rahutomo, mengatakan, dibongkarnya kasus TPPU itu bermula dari terungkapnya kasus penjualan obat cytotec yang menjerat pelaku Maret lalu. Status pelaku sebagai pengedar obat yang diproduksi Pfizer – Australia itu, mengindikasikan besarnya scope kasus tersebut. Bukan tanpa alasan.  Pelaku merupakan pemasok obat aborsi skala nasional.

Dikatakan Andaru, penyidik Mabes Polri itu sempat berkoordinasi langsung ke Mapolres Mojokerto. Saat itu, kasus TPPU masih dalam proses penyelidikan. ”Beberapa waktu lalu datang ke sini. Data yang kami miliki, kita sharing juga ke bareskrim,” sebutnya.

Baca Juga :  Pemilik Hak Cipta Bakal Tuntut Secara Hukum

Alhasil, Bareskrim Polri turut mendalami kasus hingga berhasil mengungkap TPPU dibalik bisnis terlarang pria kelahiran Pria kelahiran Singkawang, Kalbar 8 September 1966 itu. Meskipun kasus peredaran obat ilegal yang menjeratnya belum rampung sepenuhnya, kini Dianus dikenakan kasus yang berbeda. ”Perkara di sini (memang) menguatkan pembuktian tindak pidana asal yang mengarah ke TPPU itu sendiri,” ungkapnya.

Saat ini, Dianus tengah menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Mojokerto. Persidangan masih memasuki tahap pemeriksaan saksi-saksi. ”Di sini dia dikenakan dengan peredaran obat terlarangnya,” tuturnya.

Meski sudah memasuki proses persidangan, namun Dianus cukup beruntung. Sejak ia menjadi tersangka di kepolisian, ia hanya mencicipi hidup di balik jeruji besi beberapa hari saja. Kemudian status penahanan dialihkan menjadi tahanan rumah. Saat itu, polisi beralasan, ia mengalami komorbid diabetes dan hipertensi sehingga rentan terpapar Covid-19.

Baca Juga :  Lokasi Proyek Belum Final
- Advertisement -

Disinggung terkait kasus TPPU yang turut dikenakan pada Dianus, Andaru masih belum bisa bicara banyak. Hanya saja, pihaknya memprediksi, proses hukum bagi pelaku bakal dirampungkan satu per satu. ”Untuk teknisnya kurang tahu pasti, mungkin persidangannya akan diselesaikan case by case,” tandas mantan Kasatreskrim Polres Malang itu.

Sebelumnya, terungkapnya kasus peredaran obat ilegal itu berangkat dari kasus aborsi di Kutorejo Januari lalu. Bersama tujuh pelaku lainnya, Dianus ditetapkan sebagai tersangka. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/