alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Peduli Asongan, Ning Ita Borong Koran

Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) Ke-76 dimaknai Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari untuk tangguh dalam menghadapi pandemi dan menumbuhkan ekonomi. Sehingga, dalam peringatan kemerdekaan kedua di masa wabah Covid-19 ini dijadikan sebagai momentum untuk tetap menggencarkan protokol kesehatan serta gotong royong untuk kemanusiaan.

Seperti yang dilakukannya sebelum menjadi inspektur upacara pengibaran bendera dalam rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan RI, Selasa (17/8). Ning Ita, sapaan akrab wali kota, menyempatkan menghampiri pengasong koran di depan Pendapa Pemkot Mojokerto. Orang nomor satu di lingkup Pemkot Mojokerto itu kemudian memborong seluruh koran Jawa Pos yang dijual Yoyok, 60, warga Lingkungan Suratan, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

Ning Ita menyatakan, upaya itu dilakukan sebagai bentuk kepeduliannya dalam membantu masyarakat terdampak pandemi. Telebih, bertepatan dengan HUT ke-76 RI, Jawa Pos menerbitkan edisi khusus dan harga eceran khusus dalam rangka membantu para pengasong koran. ’’Pandemi memberi dampak sosial ekonomi di hampir semua sektor masyarakat, termasuk bagi para pedagang seperti Pak Yoyok (pengasong koran) ini. Karenanya, kita bisa saling membantu dengan membeli dagangan mereka,’’ terangnya.

Baca Juga :  Lands Koffie, Kafe Asyik dengan Live Music

Menurutnya, upaya pemulihan ekonomi memang menjadi salah satu prioritasnya dalam penanganan dampak Covid-19. Terlebih, mayoritas masyarakat Kota Mojokerto bergerak dalam sektor usaha kecil menengah (UKM). Sehingga, kata Ning Ita, pemkot juga memberikan pendampingan, inkubasi wirausaha, bantuan permodalan, hingga pembebasan biaya retribusi selama PPKM level 4.

Di sisi lain, program jaring pengaman sosuial (JPS) juga terus digulirkan sepanjang tahun 2021 ini. Bahkan, Ning Ita menyebutkan, dari total 46 ribu kepala keluarga (KK) di Kota Mojokerto, sebanyak 82 persen warga telah terakses bantuan sosial (bansos). Baik bantuan yang bersumber dari APBN maupun APBD Kota Mojokerto dan Provinsi Jatim. ’’Kita juga mengupayakan bantuan secara personal khususnya bagi PKL, pedagang pasar, dan asongan dari non-APBD. Yaitu, dari CSR, baznas, dan dari bantuan korpri yang disisihkan dari gaji ASN setiap bulan,’’ tandasnya.

Baca Juga :  KPK Kembali Sita Mobil, Kali Ini Jumlahnya Mencapai 16 Unit

Ketua Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto ini menambahkan, penanganan kesehatan juga menjadi prioritas untuk memutus penyebaran virus korona. Sehingga, pihaknya terus melakukan upaya preventif kepada masyarakat untuk membiasakan menerapkan protokol kesehatan 5M.

Termasuk mengoptimalkan penanganan bagi warga terpapar Covid-19. Yakni dengan mewajibkan 6 rumah sakit (RS) di Kota Mojokerto untuk melayani ruang isolasi bagi pasien bergejala sedang dan berat. Pun demikian dengan gedung isolasi terpusat (isoter) di Rusunawa Cinde dan Balai Diklat untuk menampung warga terkonfirmasi yang bergejala ringan dan tanpa gejala.

Karena itu, Ning Ita berpesan agar Hari Kemerdekaan Ke-76 diisi dengan menghormati para pejuang yang gugur di garda terdepan penanganan Covid-19. Wali kota perempuan pertama di Mojokerto ini juga mengajak masyarakat untuk segera bangkit dari segala dampak pandemi. ’’Kita harus semangat untuk tangguh terhadap kondisi pandemi dan semangat tumbuh untuk menggerakkan kembali perekonomian dengan saling menguatkan bersama-sama,’’ tutupnya. 

Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) Ke-76 dimaknai Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari untuk tangguh dalam menghadapi pandemi dan menumbuhkan ekonomi. Sehingga, dalam peringatan kemerdekaan kedua di masa wabah Covid-19 ini dijadikan sebagai momentum untuk tetap menggencarkan protokol kesehatan serta gotong royong untuk kemanusiaan.

Seperti yang dilakukannya sebelum menjadi inspektur upacara pengibaran bendera dalam rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan RI, Selasa (17/8). Ning Ita, sapaan akrab wali kota, menyempatkan menghampiri pengasong koran di depan Pendapa Pemkot Mojokerto. Orang nomor satu di lingkup Pemkot Mojokerto itu kemudian memborong seluruh koran Jawa Pos yang dijual Yoyok, 60, warga Lingkungan Suratan, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

Ning Ita menyatakan, upaya itu dilakukan sebagai bentuk kepeduliannya dalam membantu masyarakat terdampak pandemi. Telebih, bertepatan dengan HUT ke-76 RI, Jawa Pos menerbitkan edisi khusus dan harga eceran khusus dalam rangka membantu para pengasong koran. ’’Pandemi memberi dampak sosial ekonomi di hampir semua sektor masyarakat, termasuk bagi para pedagang seperti Pak Yoyok (pengasong koran) ini. Karenanya, kita bisa saling membantu dengan membeli dagangan mereka,’’ terangnya.

Baca Juga :  Bocor, Pipa Jargas Semburkan Api

Menurutnya, upaya pemulihan ekonomi memang menjadi salah satu prioritasnya dalam penanganan dampak Covid-19. Terlebih, mayoritas masyarakat Kota Mojokerto bergerak dalam sektor usaha kecil menengah (UKM). Sehingga, kata Ning Ita, pemkot juga memberikan pendampingan, inkubasi wirausaha, bantuan permodalan, hingga pembebasan biaya retribusi selama PPKM level 4.

Di sisi lain, program jaring pengaman sosuial (JPS) juga terus digulirkan sepanjang tahun 2021 ini. Bahkan, Ning Ita menyebutkan, dari total 46 ribu kepala keluarga (KK) di Kota Mojokerto, sebanyak 82 persen warga telah terakses bantuan sosial (bansos). Baik bantuan yang bersumber dari APBN maupun APBD Kota Mojokerto dan Provinsi Jatim. ’’Kita juga mengupayakan bantuan secara personal khususnya bagi PKL, pedagang pasar, dan asongan dari non-APBD. Yaitu, dari CSR, baznas, dan dari bantuan korpri yang disisihkan dari gaji ASN setiap bulan,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Pemkab Sebut Ketua HTI Ini Adalah Guru PNS

Ketua Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto ini menambahkan, penanganan kesehatan juga menjadi prioritas untuk memutus penyebaran virus korona. Sehingga, pihaknya terus melakukan upaya preventif kepada masyarakat untuk membiasakan menerapkan protokol kesehatan 5M.

- Advertisement -

Termasuk mengoptimalkan penanganan bagi warga terpapar Covid-19. Yakni dengan mewajibkan 6 rumah sakit (RS) di Kota Mojokerto untuk melayani ruang isolasi bagi pasien bergejala sedang dan berat. Pun demikian dengan gedung isolasi terpusat (isoter) di Rusunawa Cinde dan Balai Diklat untuk menampung warga terkonfirmasi yang bergejala ringan dan tanpa gejala.

Karena itu, Ning Ita berpesan agar Hari Kemerdekaan Ke-76 diisi dengan menghormati para pejuang yang gugur di garda terdepan penanganan Covid-19. Wali kota perempuan pertama di Mojokerto ini juga mengajak masyarakat untuk segera bangkit dari segala dampak pandemi. ’’Kita harus semangat untuk tangguh terhadap kondisi pandemi dan semangat tumbuh untuk menggerakkan kembali perekonomian dengan saling menguatkan bersama-sama,’’ tutupnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/