alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Sunday, May 29, 2022

SMAN 1 Sooko di Era Pandemi: Cetak Siswa Pintar Berkarakter

Rekam jejak SMAN 1 Sooko tak perlu diragukan lagi. Didirikan sejak 1960 oleh Bupati R. Ardi Sriwidjojo, salah satu SMA tertua di Mojokerto ini telah melahirkan lulusan-lulusan berprestasi dan berpengaruh.

Tak hanya itu, SMAN 1 Sooko sebagai sekolah karakter, punya visi misi tersendiri. Salah satunya bisa mencetak lulusan yang berprestasi, tetapi memiliki karakter luhur.

Kepala SMAN 1 Sooko Sutoyo SPd MPd mengatakan, untuk mencetak lulusan  berkualitas, hebat di bidang akademik saja tidak cukup. Karena itu, pendidikan karakter menjadi prioritas saat ini dan didukung penuh semua keluarga besar SMAN 1 Sooko.

Istighotsah kubro secara virtual streaming langsung setiap hari Jumat pukul 07.00-07.45. Sedangkan bagi siswa atau guru dan pegawai yang  beragama non-Islam berdoa menurut tata cara agamanya masing-masing.

Baca Juga :  SMAN 1 Sooko Torehkan Prestasi Awal Tahun 2022

’’Tujuan sekolah membiasakan menyeimbangkan 3 kecerdasan. Yaitu, IQ, EQ, dan SQ. Dengan harapan menjadi pribadi-pribadi pinter berkarakter manusia Indonesia seutuhnya, sehat jasmani dan rohani, atau manusia paripurna,’’ kata Kepala Sekolah Berprestasi dan Berdedikasi Provinsi Jawa Timur 2017 ini usai istighotsah rutin, Jumat (14/8).

Menurut dosen PKN di Stikes Bina Sehat PPNI Kabupaten Mojokerto ini, istighotsah dan doa bersama  ini merupakan program yang bertujuan menguatkan fondasi siswa dengan nilai-nilai pendidikan karakter.

Juga merupakan aktualisasi membumikan nilai-nilai spiritual ikhtiar memperkukuh imtaq keluarga besar di era pandemi Covid-19. Hal itu diwujudkan dengan pendidikan budi pekerti yang berdampak pada perilaku sosial.

Yang mana nilai-nilai kearifan lokal menjadi dasarnya. ’’Insya Allah dengan kesiapan ini, maka siswa SMAN 1 Sooko adalah anak-anak yang siap menghadapi persaingan global di masa depan,’’ harapnya.

Baca Juga :  Pandemi, Siswa, Guru, dan Kasek SMAN 1 Sooko Dulang Prestasi Nasional

Sedangkan untuk pembelajaran di masa pandemi Covid-19 digelar secara daring. Dengan aspek transfer ilmu pengetahuan yang dominan. Sedangkan aspek afektif dan psikomotoriknya kurang terasah.

’’Untuk itu kami memandang penting membuat inovasi bidang penguatan karakter siswa bahkan seluruh warga besar SMAN1 Sooko tetap terjaga di era pandemi Covid-19 ini,’’ ujar peraih penghargaan dari Kemendikbud RI dan Kemenkes RI Tahun 2011. (bas/abi)


 

 

 

 

Rekam jejak SMAN 1 Sooko tak perlu diragukan lagi. Didirikan sejak 1960 oleh Bupati R. Ardi Sriwidjojo, salah satu SMA tertua di Mojokerto ini telah melahirkan lulusan-lulusan berprestasi dan berpengaruh.

Tak hanya itu, SMAN 1 Sooko sebagai sekolah karakter, punya visi misi tersendiri. Salah satunya bisa mencetak lulusan yang berprestasi, tetapi memiliki karakter luhur.

Kepala SMAN 1 Sooko Sutoyo SPd MPd mengatakan, untuk mencetak lulusan  berkualitas, hebat di bidang akademik saja tidak cukup. Karena itu, pendidikan karakter menjadi prioritas saat ini dan didukung penuh semua keluarga besar SMAN 1 Sooko.

Istighotsah kubro secara virtual streaming langsung setiap hari Jumat pukul 07.00-07.45. Sedangkan bagi siswa atau guru dan pegawai yang  beragama non-Islam berdoa menurut tata cara agamanya masing-masing.

Baca Juga :  Peduli Korban Kecelakaan, Polisi Beri Santunan dan Berbagi

’’Tujuan sekolah membiasakan menyeimbangkan 3 kecerdasan. Yaitu, IQ, EQ, dan SQ. Dengan harapan menjadi pribadi-pribadi pinter berkarakter manusia Indonesia seutuhnya, sehat jasmani dan rohani, atau manusia paripurna,’’ kata Kepala Sekolah Berprestasi dan Berdedikasi Provinsi Jawa Timur 2017 ini usai istighotsah rutin, Jumat (14/8).

Menurut dosen PKN di Stikes Bina Sehat PPNI Kabupaten Mojokerto ini, istighotsah dan doa bersama  ini merupakan program yang bertujuan menguatkan fondasi siswa dengan nilai-nilai pendidikan karakter.

- Advertisement -

Juga merupakan aktualisasi membumikan nilai-nilai spiritual ikhtiar memperkukuh imtaq keluarga besar di era pandemi Covid-19. Hal itu diwujudkan dengan pendidikan budi pekerti yang berdampak pada perilaku sosial.

Yang mana nilai-nilai kearifan lokal menjadi dasarnya. ’’Insya Allah dengan kesiapan ini, maka siswa SMAN 1 Sooko adalah anak-anak yang siap menghadapi persaingan global di masa depan,’’ harapnya.

Baca Juga :  Zona Merah, SMA/SMK Tetap Masuk Sekolah

Sedangkan untuk pembelajaran di masa pandemi Covid-19 digelar secara daring. Dengan aspek transfer ilmu pengetahuan yang dominan. Sedangkan aspek afektif dan psikomotoriknya kurang terasah.

’’Untuk itu kami memandang penting membuat inovasi bidang penguatan karakter siswa bahkan seluruh warga besar SMAN1 Sooko tetap terjaga di era pandemi Covid-19 ini,’’ ujar peraih penghargaan dari Kemendikbud RI dan Kemenkes RI Tahun 2011. (bas/abi)


 

 

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/