alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

KPU Kecolongan Data Calon Pemilih

BANGSAL, Jawa Pos Radar Mojokerto – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Mojokerto menemukan kecerobohan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mojokerto selama menjalankan pencocokan dan penelitian (coklit).

Sedikitnya, 22 orang tak masuk dalam cikal bakal daftar pemilih tetap (DPT) tersebut. Komisioner Bawaslu Kabupaten Mojokerto Bidang Pengawasan Afidatusolikha mengungkap, mereka yang tak masuk dalam daftar coklit berasal dari delapan kecamatan. Yakni, Trowulan 6 orang, Ngoro 5 orang, Pungging 4 orang, Trawas dan Sooko masing-masing 2 orang, dan Kutorejo, Dlanggu, serta Jetis masing-masing 1 orang.

’’Ini hasil audit yang kami lakukan pada 14 Agustus lalu,’’ ujarnya, Senin (17/8). Dikatakan Afida, audit itu dilakukan pengawas kelurahan/desa (PKD) sehari pasca berakhirnya proses coklit yang dilakukan KPU pada 13 Agustus lalu. Namun, Bawaslu masih menemukan data calon pemilih yang invalid.

Baca Juga :  Bupati Resmikan Enam Proyek

Sayangnya, Afida ogah memprediksi faktor ketlisutnya petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) yang bekerja sejak 15 Juli lalu. Namun, yang jelas, petugas kurang jeli dalam menjalankan tugasnya. Keteledoran yang dilakukan PPDP tak hanya menyasar kalangan milenial. Namun, juga pemilih yang sudah kerap mencoblos di berbagai pesta demokrasi juga mengalaminya. Seperti yang terjadi di kawasan Ngoro. Di kecamatan yang berbatasan dengan Pasuruan ini, ditemukan tiga orang dalam satu keluarga yang tak masuk dalam coklit. ’’Bahkan, rumahnya juga tak ada stiker,’’ tambah dia.

Rumah yang telah dilakukan coklit, harus ditempel dengan stiker. Stiker itulah yang menjadi salah satu tanda tuntasnya pendataan. Temuan ini telah disampaikan langsung ke KPU. Perempuan berjilbab ini menjelaskan, KPU masih memiliki waktu tambahan. Karena rekapitulasi di tingkat desa saja, masih digelar akhir Agustus nanti.

Baca Juga :  PHK Buruh Sudah Dimulai

’’Temuan ini sudah kita sampaikan. Agar dilakukan perbaikan,’’ tandasnya. Sementara itu, Komisioner KPU Kabupaten Mojokerto Divisi Data Vikhie Risdianto mengaku belum menerima hasil audit yang dilakukan Bawaslu tersebut. Namun, ia memastikan, akan melakukan kroscek atas temuan tersebut. ’’Nanti kita pelajari dulu suratnya. Baru dilakukan kroscek,’’ katanya singkat.

Perlu diketahui, coklit sudah tuntas sejak 13 Agustus lalu. Akan tetapi, rekapitulasi di tingkat desa masih dilakukan akhir 31 Agustus nanti. Data pemilih di pilkada nanti, diperkirakan mencapai 840 ribuan. jumlah ini terhitung dari DPT Pilpres sebanyak 823.738 dan bertambah pemilih baru mencapai 20 ribuan calon pemilih.

BANGSAL, Jawa Pos Radar Mojokerto – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Mojokerto menemukan kecerobohan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mojokerto selama menjalankan pencocokan dan penelitian (coklit).

Sedikitnya, 22 orang tak masuk dalam cikal bakal daftar pemilih tetap (DPT) tersebut. Komisioner Bawaslu Kabupaten Mojokerto Bidang Pengawasan Afidatusolikha mengungkap, mereka yang tak masuk dalam daftar coklit berasal dari delapan kecamatan. Yakni, Trowulan 6 orang, Ngoro 5 orang, Pungging 4 orang, Trawas dan Sooko masing-masing 2 orang, dan Kutorejo, Dlanggu, serta Jetis masing-masing 1 orang.

’’Ini hasil audit yang kami lakukan pada 14 Agustus lalu,’’ ujarnya, Senin (17/8). Dikatakan Afida, audit itu dilakukan pengawas kelurahan/desa (PKD) sehari pasca berakhirnya proses coklit yang dilakukan KPU pada 13 Agustus lalu. Namun, Bawaslu masih menemukan data calon pemilih yang invalid.

Baca Juga :  SK Pemecatan PNS Dianulir Pengadilan, Pemkab Segera Konsultasi

Sayangnya, Afida ogah memprediksi faktor ketlisutnya petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) yang bekerja sejak 15 Juli lalu. Namun, yang jelas, petugas kurang jeli dalam menjalankan tugasnya. Keteledoran yang dilakukan PPDP tak hanya menyasar kalangan milenial. Namun, juga pemilih yang sudah kerap mencoblos di berbagai pesta demokrasi juga mengalaminya. Seperti yang terjadi di kawasan Ngoro. Di kecamatan yang berbatasan dengan Pasuruan ini, ditemukan tiga orang dalam satu keluarga yang tak masuk dalam coklit. ’’Bahkan, rumahnya juga tak ada stiker,’’ tambah dia.

Rumah yang telah dilakukan coklit, harus ditempel dengan stiker. Stiker itulah yang menjadi salah satu tanda tuntasnya pendataan. Temuan ini telah disampaikan langsung ke KPU. Perempuan berjilbab ini menjelaskan, KPU masih memiliki waktu tambahan. Karena rekapitulasi di tingkat desa saja, masih digelar akhir Agustus nanti.

Baca Juga :  Benturan dengan Simulasi UNBK, Jadwal USBN SMA/SMK Mundur

’’Temuan ini sudah kita sampaikan. Agar dilakukan perbaikan,’’ tandasnya. Sementara itu, Komisioner KPU Kabupaten Mojokerto Divisi Data Vikhie Risdianto mengaku belum menerima hasil audit yang dilakukan Bawaslu tersebut. Namun, ia memastikan, akan melakukan kroscek atas temuan tersebut. ’’Nanti kita pelajari dulu suratnya. Baru dilakukan kroscek,’’ katanya singkat.

- Advertisement -

Perlu diketahui, coklit sudah tuntas sejak 13 Agustus lalu. Akan tetapi, rekapitulasi di tingkat desa masih dilakukan akhir 31 Agustus nanti. Data pemilih di pilkada nanti, diperkirakan mencapai 840 ribuan. jumlah ini terhitung dari DPT Pilpres sebanyak 823.738 dan bertambah pemilih baru mencapai 20 ribuan calon pemilih.

Artikel Terkait

Most Read

Pejudo-Pegulat Kolaborasi Teknik

Kamar Lapas Penuh Sesak

Artikel Terbaru


/