alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Thursday, May 19, 2022

Bayi Cantik Lahir di HUT Kemerdekaan Republik Indonesia

Dua bayi lahir bertepatan dengan Hari HUT Ke-75 Kemerdekaan RI di Kota Mojokerto, Senin (17/8). Dilahirkan dari dua rahim ibu yang menjalani persalinan secara normal di RS Islam Hasanah dan RS Gatoel Kota Mojokerto.

Orang tua yang mendapat kado buah hati di hari itu adalah Yeyen Lutfi Triana, 22, dan Akhmad Khosim, 33. Pasangan suami istri asal Desa Karangkedawang, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, ini mengaku tidak menyangka jika anak pertama mereka lahir tepat pada tanggal 17 Agustus.

Pasalnya, sejak awal keduanya memang tidak pernah merencanakan hari kelahiran si jabang bayi. ’’Tidak direncanakan, tiba-tiba sakit. Dan lahir normal,’’ terang Yeyen Lutfi Triana, saat ditemui di RSI Hasanah, kemarin.

Bayi berjenis kelamin perempuan tersebut lahir tepat pada pukul 01.30, Senin (17/8) kemarin. Karena bersamaan dengan peringatan HUT Ke-75 Kemerdekaan RI, orang tuanya bersepakat untuk memberikan nama putrinya Aini Wulandari Agustina.

Yeyen mengatakan, selain sebagai pengingat momentum kelahiran, penyematan nama tersebut juga sebagai wujud kebanggaan karena lahir di hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia. ’’Harapannya semoga menjadi anak yang salihah, berbakti pada orang tua dan negara,’’ tandasnya.

Perasaan bahagia juga terpancar dari pasangan Saidatul Arifah, 25 dan Indarto Yahya Nugroho, 28. Sebab, tepat pada 17 Agustus kemarin, keduanya telah resmi menjadi orang tua setelah dianugrahi putri pertama.

Baca Juga :  Pemohon Layanan Harus Sudah Vaksin

Tak hanya itu, yang membat mereka berbunga-bunga adalah, bayi berjenis kelamin perempuan itu lahir menjelang Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan pukul 10.10 di RS Gatoel Kota Mojokerto.

Perasaaan Indarto haru bercampur bahagia buah hatinya lahir tepat di Hari Kemerdekaan RI. Dirinya juga sempat kaget dan tidak menyangka jika bayi berbobot 3,9 kilogram dan panjang 50 sentimeter itu lahir pada 17 Agustus. Dan, tanggal kelahiran itu mundur dari perkiraan.

’’Karena HPL (hari perkiraan lahir) sebenarnya bukan tanggal ini, tapi 14 Agustus kemarin,’’ ujarnya. Sehingga, kelahiran bayi yang belum sempat diberi nama itu sejatinya mundur tiga hari dari jadwal kelahiran yang diprediksikan.

Karena itu, warga Jalan Delima, Desa Seduri, Kecamatan Mojosari ini, merasa bersyukur karena putrinya lahir dengan kondisi sehat tanpa ada kekurangan apa pun. Bahkan, proses persalinannya pun dilakukan secara normal.

Dia menceritakan, sejak Jumat (16/8) pukul 17.00, Arifah, istrinya, mengalami kontraksi sekitar setengah jam sekali. Semakin lama, kontraksi meningkat hingga terasa sebanyak tiga kali dalam durasi 10 menit. Sehingga, pada Senin (17/8) pukul 01.00 dini, istrinya dilarikan ke RS Gatoel.

Baca Juga :  MUI Tolak Pendirian Pabrik Minuman Beralkohol di Ngoro

Pada pukul 08.00 pagi kemarin, istrinya mulai masuk ruangan bersalin. ’’Pukul 10.10 akhirnya lahir normal,’’ beber pria yang sehari-hari bekerja melayani jasa tour and travel ini. Indarto berharap jika putri pertamanya bisa menjadi anak yang berbakti bagi orang tua, agama, dan negara. ’’Karena bertepatan lahir 17 Agustus,’’ ulasnya.

Yang menjadi lebih spesial, kedua bayi yang lahir pada 17 Agustus kemarin juga mendapat kunjungan langsung oleh Wali Kota Ika Puspitasi beserta jajaran Forkopimda Kota Mojokerto.

Tak hanya itu, orang nomor satu di lingkup Pemkot Mojokerto ini juga membawa kado berupa bingkisan bagi bayi yang lahir tepat pada HUT Ke-75 Kemerdekaan RI.

Ning Ita, sapaan akrab wali Kota, menyatakan, kelahiran kedua bayi tersebut merupakan anugerah bagi kedua orang tuanya. Pasalnya bertepatan dengan hari spesial yang dirayakan oleh seluruh warga negara Indonesia.

Dia berharap semoga keduanya bisa tumbuh dengan sehat dan kelak bisa menjadi kebanggaan orang tua dan negara. 

’’Saya bersama rekan Forkopimda titip doa semoga anak-anak ini kelak menjadi generasi penerus bangsa yang mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif,’’ harap wali kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini. (ram/abi)

Dua bayi lahir bertepatan dengan Hari HUT Ke-75 Kemerdekaan RI di Kota Mojokerto, Senin (17/8). Dilahirkan dari dua rahim ibu yang menjalani persalinan secara normal di RS Islam Hasanah dan RS Gatoel Kota Mojokerto.

Orang tua yang mendapat kado buah hati di hari itu adalah Yeyen Lutfi Triana, 22, dan Akhmad Khosim, 33. Pasangan suami istri asal Desa Karangkedawang, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, ini mengaku tidak menyangka jika anak pertama mereka lahir tepat pada tanggal 17 Agustus.

Pasalnya, sejak awal keduanya memang tidak pernah merencanakan hari kelahiran si jabang bayi. ’’Tidak direncanakan, tiba-tiba sakit. Dan lahir normal,’’ terang Yeyen Lutfi Triana, saat ditemui di RSI Hasanah, kemarin.

Bayi berjenis kelamin perempuan tersebut lahir tepat pada pukul 01.30, Senin (17/8) kemarin. Karena bersamaan dengan peringatan HUT Ke-75 Kemerdekaan RI, orang tuanya bersepakat untuk memberikan nama putrinya Aini Wulandari Agustina.

Yeyen mengatakan, selain sebagai pengingat momentum kelahiran, penyematan nama tersebut juga sebagai wujud kebanggaan karena lahir di hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia. ’’Harapannya semoga menjadi anak yang salihah, berbakti pada orang tua dan negara,’’ tandasnya.

Perasaan bahagia juga terpancar dari pasangan Saidatul Arifah, 25 dan Indarto Yahya Nugroho, 28. Sebab, tepat pada 17 Agustus kemarin, keduanya telah resmi menjadi orang tua setelah dianugrahi putri pertama.

Baca Juga :  Telan Ratusan Juta, Bangunan Toilet Siswa Tidak Istimewa
- Advertisement -

Tak hanya itu, yang membat mereka berbunga-bunga adalah, bayi berjenis kelamin perempuan itu lahir menjelang Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan pukul 10.10 di RS Gatoel Kota Mojokerto.

Perasaaan Indarto haru bercampur bahagia buah hatinya lahir tepat di Hari Kemerdekaan RI. Dirinya juga sempat kaget dan tidak menyangka jika bayi berbobot 3,9 kilogram dan panjang 50 sentimeter itu lahir pada 17 Agustus. Dan, tanggal kelahiran itu mundur dari perkiraan.

’’Karena HPL (hari perkiraan lahir) sebenarnya bukan tanggal ini, tapi 14 Agustus kemarin,’’ ujarnya. Sehingga, kelahiran bayi yang belum sempat diberi nama itu sejatinya mundur tiga hari dari jadwal kelahiran yang diprediksikan.

Karena itu, warga Jalan Delima, Desa Seduri, Kecamatan Mojosari ini, merasa bersyukur karena putrinya lahir dengan kondisi sehat tanpa ada kekurangan apa pun. Bahkan, proses persalinannya pun dilakukan secara normal.

Dia menceritakan, sejak Jumat (16/8) pukul 17.00, Arifah, istrinya, mengalami kontraksi sekitar setengah jam sekali. Semakin lama, kontraksi meningkat hingga terasa sebanyak tiga kali dalam durasi 10 menit. Sehingga, pada Senin (17/8) pukul 01.00 dini, istrinya dilarikan ke RS Gatoel.

Baca Juga :  Berikut Nama-Nama Korban Kecelakaan Avanza di Lereng Pacet

Pada pukul 08.00 pagi kemarin, istrinya mulai masuk ruangan bersalin. ’’Pukul 10.10 akhirnya lahir normal,’’ beber pria yang sehari-hari bekerja melayani jasa tour and travel ini. Indarto berharap jika putri pertamanya bisa menjadi anak yang berbakti bagi orang tua, agama, dan negara. ’’Karena bertepatan lahir 17 Agustus,’’ ulasnya.

Yang menjadi lebih spesial, kedua bayi yang lahir pada 17 Agustus kemarin juga mendapat kunjungan langsung oleh Wali Kota Ika Puspitasi beserta jajaran Forkopimda Kota Mojokerto.

Tak hanya itu, orang nomor satu di lingkup Pemkot Mojokerto ini juga membawa kado berupa bingkisan bagi bayi yang lahir tepat pada HUT Ke-75 Kemerdekaan RI.

Ning Ita, sapaan akrab wali Kota, menyatakan, kelahiran kedua bayi tersebut merupakan anugerah bagi kedua orang tuanya. Pasalnya bertepatan dengan hari spesial yang dirayakan oleh seluruh warga negara Indonesia.

Dia berharap semoga keduanya bisa tumbuh dengan sehat dan kelak bisa menjadi kebanggaan orang tua dan negara. 

’’Saya bersama rekan Forkopimda titip doa semoga anak-anak ini kelak menjadi generasi penerus bangsa yang mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif,’’ harap wali kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini. (ram/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/