alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

SMA/SMK Diberi Kesempatan Hadirkan Siswa saat MPLS

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Cabang Dispendik Provinsi Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto memberi kelonggaran bagi lembaga untuk menghadirkan siswa ke sekolah.

Namun, proses tatap muka tersebut diprioritaskan untuk pembelajaran yang bersifat produktif. Kepala Cabang Dispendik Provinsi Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto Kresna Herlambang mengatakan, sesuai jadwal, masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) bagi siswa baru berakhir pada Rabu (15/7) lalu.

Namun, pada pekan pertama awal tahun ajaran baru 2020/2021 ini, sekolah bisa menambah sesi kunjungan langsung kepada siswa untuk proses pengenalan maupun persiapan pembelajaran daring. ’’Iya bisa. Sejauh protokol kesehatannya dipenuhi,’’ terangnya kemarin.

Dia mengatakan, pertemuan di sekolah tersebut sangat dimungkinkan berdasarkan edaran nota dinas yang diterimanya dari Dispendik Jatim. Asal, sebut Herlambang, kehadiran siswa dilakukan secara bergantian setiap hari. ’’Harus hadir tidak bersamaan. Contohnya dari 100 siswa, yang hadir sepertiganya dulu,’’ tandasnya.

Dia menyatakan, sebelumnya, pemprov telah meminta sekolah untuk melengkapi sarana prasarana dalam mendukung protokol kesehatan. Dan sejauh ini, seluruh SMA/SMK Negeri di Kabupaten maupun Kota Mojokerto telah memenuhi standar untuk pencegahan penyebaran Covid-19.

Baca Juga :  Ning Ita Lirik Potensi Wisata Petik Sayur Kota

Karena itu, meski tahun ajaran 2020/2021 ini dispendik tetap menerapkan pembelajaran daring, tetapi sekolah diberi kesempatan melakukan tatap muka secara langsung. Tidak hanya dalam MPLS, melainkan juga untuk kegiatan pembelajaran lain. ’’Kalau guru memandang penting untuk dihadirkan, monggo. Karena di nota dinasnya dimungkinkan,’’ ulasnya.

Mantan Kepala Cabang Dispendik Wilayah Kabupaten dan Kota Probolinggo ini menyatakan, keputusan untuk menghadirkan siswa tersebut sepenuhnya diserahkan satuan pendidikan. Khususnya bagi kegiatan belajar mengajar (KBM) yang bersifat produktif.

Sebab, kata Herlambang, sepanjang proses pembelajarannya dihadapkan dengan praktik keterampilan. ’’Seperti (praktik) di laboratorium, itu kalau tidak ada kunjungan ke sekolah bagaimana? Jadi tetap dimungkinan, tapi jangan hadir bersamaan,’’ paparnya.

Apalagi, pada jenjang SMK. Sebagian besar program keahlian membutuhkan praktik. Sehingga, masing-masing lembaga bisa memberikan lampu hijau kepada sekolah untuk menghadirkan siswa ke sekolah. Tentunya, hal tersebut dilakukan setelah materi teori sudah disampaikan melalui daring.

Baca Juga :  Sektor Retribusi Parkir Tak Optimal

’’Karena tidak mungkin mereka (siswa) itu hanya pembelajaran teori saja,’’ imbuhnya. Kendati demikian, pihaknya mewanti-wanti SMA/SMK untuk melakukan monitoring secara berkala selama menghadirkan siswa ke sekolah. Yaitu, dengan mengecek kondisi kesehatan sejak awal masuk hingga pulang sekolah.

’’Sudah kami wanti-wanti bahwa pastikan si anak berangkat dari rumah sampai pulang lagi ke rumah itu termonitor,’’ pungkasnya. Sementara itu, kesempatan untuk mendatangkan siswa bakal dimanfaatkan oleh SMAN 1 Mojosari. Kertua Panitia MPLS Suyono mengatakan, masa pengenalan bagi siswa baru dijadwalkan sekolah selama sepekan.

Dimulai pada Senin (13/7) lalu, panitia sepenuhnya memanfaatkan berbagai aplikasi media daring. Mulai dari youtube, zoom meeting, hingga melalui siaran langsung radio. Namun, dua hari terakhir MPLS ini pihaknya mendatangkan siswa baru ke sekolah. ’’Sebatas untuk pengenalan saja. Itu pun tidak kami lakukan di dalam kelas,’’ paparnya. (abi)

 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Cabang Dispendik Provinsi Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto memberi kelonggaran bagi lembaga untuk menghadirkan siswa ke sekolah.

Namun, proses tatap muka tersebut diprioritaskan untuk pembelajaran yang bersifat produktif. Kepala Cabang Dispendik Provinsi Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto Kresna Herlambang mengatakan, sesuai jadwal, masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) bagi siswa baru berakhir pada Rabu (15/7) lalu.

Namun, pada pekan pertama awal tahun ajaran baru 2020/2021 ini, sekolah bisa menambah sesi kunjungan langsung kepada siswa untuk proses pengenalan maupun persiapan pembelajaran daring. ’’Iya bisa. Sejauh protokol kesehatannya dipenuhi,’’ terangnya kemarin.

Dia mengatakan, pertemuan di sekolah tersebut sangat dimungkinkan berdasarkan edaran nota dinas yang diterimanya dari Dispendik Jatim. Asal, sebut Herlambang, kehadiran siswa dilakukan secara bergantian setiap hari. ’’Harus hadir tidak bersamaan. Contohnya dari 100 siswa, yang hadir sepertiganya dulu,’’ tandasnya.

Dia menyatakan, sebelumnya, pemprov telah meminta sekolah untuk melengkapi sarana prasarana dalam mendukung protokol kesehatan. Dan sejauh ini, seluruh SMA/SMK Negeri di Kabupaten maupun Kota Mojokerto telah memenuhi standar untuk pencegahan penyebaran Covid-19.

Baca Juga :  Cum Laude-Difabel Dapat Kuota Rekrutmen CPNS

Karena itu, meski tahun ajaran 2020/2021 ini dispendik tetap menerapkan pembelajaran daring, tetapi sekolah diberi kesempatan melakukan tatap muka secara langsung. Tidak hanya dalam MPLS, melainkan juga untuk kegiatan pembelajaran lain. ’’Kalau guru memandang penting untuk dihadirkan, monggo. Karena di nota dinasnya dimungkinkan,’’ ulasnya.

- Advertisement -

Mantan Kepala Cabang Dispendik Wilayah Kabupaten dan Kota Probolinggo ini menyatakan, keputusan untuk menghadirkan siswa tersebut sepenuhnya diserahkan satuan pendidikan. Khususnya bagi kegiatan belajar mengajar (KBM) yang bersifat produktif.

Sebab, kata Herlambang, sepanjang proses pembelajarannya dihadapkan dengan praktik keterampilan. ’’Seperti (praktik) di laboratorium, itu kalau tidak ada kunjungan ke sekolah bagaimana? Jadi tetap dimungkinan, tapi jangan hadir bersamaan,’’ paparnya.

Apalagi, pada jenjang SMK. Sebagian besar program keahlian membutuhkan praktik. Sehingga, masing-masing lembaga bisa memberikan lampu hijau kepada sekolah untuk menghadirkan siswa ke sekolah. Tentunya, hal tersebut dilakukan setelah materi teori sudah disampaikan melalui daring.

Baca Juga :  Ning Ita Lirik Potensi Wisata Petik Sayur Kota

’’Karena tidak mungkin mereka (siswa) itu hanya pembelajaran teori saja,’’ imbuhnya. Kendati demikian, pihaknya mewanti-wanti SMA/SMK untuk melakukan monitoring secara berkala selama menghadirkan siswa ke sekolah. Yaitu, dengan mengecek kondisi kesehatan sejak awal masuk hingga pulang sekolah.

’’Sudah kami wanti-wanti bahwa pastikan si anak berangkat dari rumah sampai pulang lagi ke rumah itu termonitor,’’ pungkasnya. Sementara itu, kesempatan untuk mendatangkan siswa bakal dimanfaatkan oleh SMAN 1 Mojosari. Kertua Panitia MPLS Suyono mengatakan, masa pengenalan bagi siswa baru dijadwalkan sekolah selama sepekan.

Dimulai pada Senin (13/7) lalu, panitia sepenuhnya memanfaatkan berbagai aplikasi media daring. Mulai dari youtube, zoom meeting, hingga melalui siaran langsung radio. Namun, dua hari terakhir MPLS ini pihaknya mendatangkan siswa baru ke sekolah. ’’Sebatas untuk pengenalan saja. Itu pun tidak kami lakukan di dalam kelas,’’ paparnya. (abi)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/