alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

676 CJH Kabupaten Mojokerto Kenakan Gelang Risti

MOJOKERTO – Jadwal keberangkatan jamaah haji (CJH) sudah semakin dekat. Dengan sisa waktu yang ada, hendaknya para CJH harus berhati-hati untuk menjaga kondisi kesehatannya.

Itu dilakukan untuk menghindari agar tidak jatuh ke dalam kondisi risiko tinggi (risti) kesehatan. Pasalnya, dari hasil akhir pemeriksaan yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto, dari total 1.417 CJH termasuk tim pemandu haji daerah (TPHD), sebanyak separo lebih jamaah dinyatakan berstatus risti.

”Dari 1.417 jamaah, ada 676 orang yang risti,” ungkap Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto, Didik Chusnul Yakin. Menurut Didik, data tersebut tersebut berdasarkan data pemeriksaan terakhir di tingkat puskesmas. Sebab, seluruh CJH masih ada satu kali pemeriksaan akhir jelang keberangkatan atau saat berada di embarkasi Surabaya (SUB) nanti.

Didik menyebutkan, sedikitnya ada lima kategori gangguan kesehatan yang menyebabkan CJH masuk dalam kondisi risti. Di antaranya adalah mengidap penyakit jantung, mengalami obesitas, hipertensi, diabetes melitus, serta lanjut usia (lansia).

Baca Juga :  Bupati Rangkul TP PKK Sukseskan Vaksinasi

Dari lima kategori tersebut, seorang CJH bisa menyandang satu atau lebih penyakit. ”Makanya, dinkes punya tugas tambahan, sebelum berangkat 676 itu kita pakaikan gelang risti,” paparnya.

Dia memastikan, pada musim haji kali ini hanya ada satu gelang yang digunakan jamaah haji. Dinkes hanya memakaikan gelang berwarna oranye hanya kepada CJH yang risti.

Sedangkan bagi kelompok yang dinyatakan sehat, tidak perlu memakai gelang penanda. Dia menyampaikan, gelang tersebut akan dipakaikan pada saat jelang keberangkatan menuju embarkasi SUB.

”Di samping kartu haji elektronik yang merekam riwayat penyakit, gelang juga akan mempermudah pengawasan kita,” terangnya. Sebelumnya, pihaknya juga telah mengumpulkan petugas kesehatan untuk melakukan pendampingan dan pembinaan kepada 676 CJH risti.

Dengan harapan, agar kondisi kesehatan semakin membaik serta mengurangi kategori risti yang disandang. Sebab, dari empat kategori penyakit masih bisa dilakukan perbaikan. Terkecuali lansia karena sudah ditetapkan pada umur 55 tahun ke atas.

Baca Juga :  Tak Pakai Masker, Ramai-Ramai Bersihkan Masjid

Dengan banyaknya jumlah CJH yang risti tersebut, dinkes akan memaksimalkan pendampingan dari tim medis. Yaitu, dengan menyiapkan obat-obatan yang dibutuhkan Mulai dari sebelum hingga selama berada di Tanah Suci nanti.

”Di satu sisi kita menyiapkan obat-obatan. Tapi, di sisi lain, upaya menjaga kondisi dari masing-mading jamaah juga sangat menentukan,” paparnya. Oleh karena itu, pihaknya menyarankan bagi CJH yang sudah dinyatakan risti untuk lebih menjaga kondisi kesehatan. Terutama dalam hal mengonsumsi makanan.

Karena sumber penyakit paling banyak disebabkan akibat pola makan yang tidak sehat. ”Misalnya, diabet terlalu tinggi, tentu yang perlu dijaga adalah pola makannya,” pungkas Didik.

 

MOJOKERTO – Jadwal keberangkatan jamaah haji (CJH) sudah semakin dekat. Dengan sisa waktu yang ada, hendaknya para CJH harus berhati-hati untuk menjaga kondisi kesehatannya.

Itu dilakukan untuk menghindari agar tidak jatuh ke dalam kondisi risiko tinggi (risti) kesehatan. Pasalnya, dari hasil akhir pemeriksaan yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto, dari total 1.417 CJH termasuk tim pemandu haji daerah (TPHD), sebanyak separo lebih jamaah dinyatakan berstatus risti.

”Dari 1.417 jamaah, ada 676 orang yang risti,” ungkap Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto, Didik Chusnul Yakin. Menurut Didik, data tersebut tersebut berdasarkan data pemeriksaan terakhir di tingkat puskesmas. Sebab, seluruh CJH masih ada satu kali pemeriksaan akhir jelang keberangkatan atau saat berada di embarkasi Surabaya (SUB) nanti.

Didik menyebutkan, sedikitnya ada lima kategori gangguan kesehatan yang menyebabkan CJH masuk dalam kondisi risti. Di antaranya adalah mengidap penyakit jantung, mengalami obesitas, hipertensi, diabetes melitus, serta lanjut usia (lansia).

Baca Juga :  Hasil Pertanian Jamaah Dilelang dan Hasilnya Dipakai Persembahan

Dari lima kategori tersebut, seorang CJH bisa menyandang satu atau lebih penyakit. ”Makanya, dinkes punya tugas tambahan, sebelum berangkat 676 itu kita pakaikan gelang risti,” paparnya.

Dia memastikan, pada musim haji kali ini hanya ada satu gelang yang digunakan jamaah haji. Dinkes hanya memakaikan gelang berwarna oranye hanya kepada CJH yang risti.

- Advertisement -

Sedangkan bagi kelompok yang dinyatakan sehat, tidak perlu memakai gelang penanda. Dia menyampaikan, gelang tersebut akan dipakaikan pada saat jelang keberangkatan menuju embarkasi SUB.

”Di samping kartu haji elektronik yang merekam riwayat penyakit, gelang juga akan mempermudah pengawasan kita,” terangnya. Sebelumnya, pihaknya juga telah mengumpulkan petugas kesehatan untuk melakukan pendampingan dan pembinaan kepada 676 CJH risti.

Dengan harapan, agar kondisi kesehatan semakin membaik serta mengurangi kategori risti yang disandang. Sebab, dari empat kategori penyakit masih bisa dilakukan perbaikan. Terkecuali lansia karena sudah ditetapkan pada umur 55 tahun ke atas.

Baca Juga :  Tak Ramah Anak, Lapas Bakal Dipindah 2 Bocah ke Blitar

Dengan banyaknya jumlah CJH yang risti tersebut, dinkes akan memaksimalkan pendampingan dari tim medis. Yaitu, dengan menyiapkan obat-obatan yang dibutuhkan Mulai dari sebelum hingga selama berada di Tanah Suci nanti.

”Di satu sisi kita menyiapkan obat-obatan. Tapi, di sisi lain, upaya menjaga kondisi dari masing-mading jamaah juga sangat menentukan,” paparnya. Oleh karena itu, pihaknya menyarankan bagi CJH yang sudah dinyatakan risti untuk lebih menjaga kondisi kesehatan. Terutama dalam hal mengonsumsi makanan.

Karena sumber penyakit paling banyak disebabkan akibat pola makan yang tidak sehat. ”Misalnya, diabet terlalu tinggi, tentu yang perlu dijaga adalah pola makannya,” pungkas Didik.

 

Artikel Terkait

Most Read

Ratusan CJH Belum Vaksin

Tambang Liar Masih Merajalela

Muat Gabah, Truk Terguling

Artikel Terbaru


/