alexametrics
22.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Siswa SD Negeri pun Kenakan Seragam Taman Kanak-kanak

MOJOKERTO – Belum terwujudnya pembagian seragam gratis memaksa siswa didik baru tingkat sekolah dasar (SD) di Kota Mojokerto mengenakan seragam lama. Jawa Pos Radar Mojokerto memantau, setidaknya pemandangan demikian ini terlihat di SDN Balongsari 1, Kecamatan Magersari.

Di tengah jam masuk sekolah hari pertama, salah satu siswa baru bukannya mengenakan seragam merah putih. Bocah berusia sekitar 7 tahunan itu justru mengenakan seragam Taman Kanak-kanak (TK) tempat menempuh pendidikan sebelumnya. Seragam lama itu berwarna hijau dominasi putih. Bagian dalam si bocah mengenakan baju putih, sedangkan bagian luar dan celana, berwarna hijau matang.

Pemandangan ini cukup kentara. Sebab, siswa laki-laki itu berjalan di antara siswa baru dan lama yang sama-sama memakai seragam merah putih. Banyak yang menduga, dia maupun orang tuanya belum berkesempatan membeli seragam baru. Sedangkan, di sisi lain, siswa tersebut mengantungkan seragam sekolah gratis yang dari awal didengungkan Pemkot Mojokerto.

Baca Juga :  6 Mei Nanti, Kereta Api Tak Beroperasi

Program seragam sekolah sedianya dibagikan cuma-cuma kepada siswa tingkat SD dan SMP Negeri ini menyerap APBD tahun 2017 kurang lebih Rp 1,6 miliar. Meski begitu sang siswa yang datang mengenakan sepatu dan membawa tas sekolah baru itu tidak menunjukkan keminderan. Tak lama seusai memasuki halaman sekolah, dia pun bergegas menuju ruang kelas barunya, begitu bel sekolah berdering.

Sri Atmini, Kepala SDN Balongsari 1 mengatakan, sejak dimulainya tahun ajaran baru, Senin (17/7), pihaknya tidak memaksa siswa untuk menggunakan seragam baru. ”Tidak, kami tetap imbau untuk memakai seragam lama dulu sebelum seragam gratis dibagikan,” terangnya.

Tetapi, kata dia, hampir sebagaian besar siswa justru sudah memakai sergam setelan merah putih. Namun, kata Sri, itu merupakan inisiatif dari wali murid sendiri. Pasalnya, sekolah tidak mewajibkan. ”Kalau mau, monggo (silakan, Red) memakai seragam lama. Buktinya, di sini (SDN Balongsari 1) masih ada beberapa anak pakai seragam TK,” ulasnya.

Baca Juga :  Cegah Stunting dengan Makanan Sehat

Dia mengatakan, orang tua cenderung memilih beli seragam sendiri karena permintaan dari sang buah hati. Tidak heran, karena waktu pertama masuk sekolah adalah momen yang dinanti siswa. ”Mungkin saat masuk ke kelas baru, anak-anak juga minta seragam yang baru. Kita ya tidak bisa melarangnya,” jelasnya. Namun, pihak sekolah tidak melayani pembelian seragam. Sehingga, jika orang tua tetap ingin membelikan seragam harus dari luar sekolah. ”Tidak ada, kami tidak menyediakan kain atau seragam,” tukasnya.

MOJOKERTO – Belum terwujudnya pembagian seragam gratis memaksa siswa didik baru tingkat sekolah dasar (SD) di Kota Mojokerto mengenakan seragam lama. Jawa Pos Radar Mojokerto memantau, setidaknya pemandangan demikian ini terlihat di SDN Balongsari 1, Kecamatan Magersari.

Di tengah jam masuk sekolah hari pertama, salah satu siswa baru bukannya mengenakan seragam merah putih. Bocah berusia sekitar 7 tahunan itu justru mengenakan seragam Taman Kanak-kanak (TK) tempat menempuh pendidikan sebelumnya. Seragam lama itu berwarna hijau dominasi putih. Bagian dalam si bocah mengenakan baju putih, sedangkan bagian luar dan celana, berwarna hijau matang.

Pemandangan ini cukup kentara. Sebab, siswa laki-laki itu berjalan di antara siswa baru dan lama yang sama-sama memakai seragam merah putih. Banyak yang menduga, dia maupun orang tuanya belum berkesempatan membeli seragam baru. Sedangkan, di sisi lain, siswa tersebut mengantungkan seragam sekolah gratis yang dari awal didengungkan Pemkot Mojokerto.

Baca Juga :  Website Pemkab Diretas ''KPK''

Program seragam sekolah sedianya dibagikan cuma-cuma kepada siswa tingkat SD dan SMP Negeri ini menyerap APBD tahun 2017 kurang lebih Rp 1,6 miliar. Meski begitu sang siswa yang datang mengenakan sepatu dan membawa tas sekolah baru itu tidak menunjukkan keminderan. Tak lama seusai memasuki halaman sekolah, dia pun bergegas menuju ruang kelas barunya, begitu bel sekolah berdering.

Sri Atmini, Kepala SDN Balongsari 1 mengatakan, sejak dimulainya tahun ajaran baru, Senin (17/7), pihaknya tidak memaksa siswa untuk menggunakan seragam baru. ”Tidak, kami tetap imbau untuk memakai seragam lama dulu sebelum seragam gratis dibagikan,” terangnya.

Tetapi, kata dia, hampir sebagaian besar siswa justru sudah memakai sergam setelan merah putih. Namun, kata Sri, itu merupakan inisiatif dari wali murid sendiri. Pasalnya, sekolah tidak mewajibkan. ”Kalau mau, monggo (silakan, Red) memakai seragam lama. Buktinya, di sini (SDN Balongsari 1) masih ada beberapa anak pakai seragam TK,” ulasnya.

Baca Juga :  Optimalkan Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
- Advertisement -

Dia mengatakan, orang tua cenderung memilih beli seragam sendiri karena permintaan dari sang buah hati. Tidak heran, karena waktu pertama masuk sekolah adalah momen yang dinanti siswa. ”Mungkin saat masuk ke kelas baru, anak-anak juga minta seragam yang baru. Kita ya tidak bisa melarangnya,” jelasnya. Namun, pihak sekolah tidak melayani pembelian seragam. Sehingga, jika orang tua tetap ingin membelikan seragam harus dari luar sekolah. ”Tidak ada, kami tidak menyediakan kain atau seragam,” tukasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/