alexametrics
31.8 C
Mojokerto
Monday, May 23, 2022

Semua Reklame Indomaret di Kabupaten Ilegal

MOJOKERTO – Sekitar 50-an Indomaret yang tersebar di wilayah Kabupaten Mojokerto, tercatat tak pernah mengantongi izin reklame. Pemerintah pun bakal merobohkan neonbox yang terpasang di pelataran toko waralaba ini.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Abdulloh Muhtar. Dia menegaskan, Indomaret merupakan bisnis waralaba di wilayahnya yang tak taat terhadap pemasangan reklame. ’’Semua reklamenya tidak ada izinnya,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, Senin (17/7). Hal itu berbeda dengan waralaba Alfamart. Dari jumlah yang hampir sama, pelaku bisnis ini sudah mengantongi semua perlengkapan perizinan. ’’Untuk itu, kami berharap, mereka taat aturan,’’ jelas Muhtar.

Selain Indomaret, reklame raksasa di sejumlah titik juga terdeteksi bodong. Mereka bahkan tak pernah mengantongi perizinan. Seperti halnya Pandu Advertising, reklame bando berisi konten Indosat di Jalan Gajah Mada, Mojosari, hingga sejumlah rumah makan di sepanjang RA Basuni.

Baca Juga :  Terpapar Covid-19, Usir Stres di Tengah Hutan

Muhtar menambahkan, langkah penertiban pemerintah terhadap reklame tak sekadar mengejar target untuk memenuhi retribusi ruang milik jalan (Rumija). ’’Akan tetapi, ini untuk mencari ketertiban. Karena, semua harus diatur,’’ tegas mantan Sekretaris DPRD Kabupaten Mojokerto ini. Untuk itu, tak semua yang mengajukan izin pun dikeluarkan. Banyak yang harus ditolak pemasangan reklame menganggu pandangan pengguna jalan dan merusak keindahan.

 

MOJOKERTO – Sekitar 50-an Indomaret yang tersebar di wilayah Kabupaten Mojokerto, tercatat tak pernah mengantongi izin reklame. Pemerintah pun bakal merobohkan neonbox yang terpasang di pelataran toko waralaba ini.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Abdulloh Muhtar. Dia menegaskan, Indomaret merupakan bisnis waralaba di wilayahnya yang tak taat terhadap pemasangan reklame. ’’Semua reklamenya tidak ada izinnya,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, Senin (17/7). Hal itu berbeda dengan waralaba Alfamart. Dari jumlah yang hampir sama, pelaku bisnis ini sudah mengantongi semua perlengkapan perizinan. ’’Untuk itu, kami berharap, mereka taat aturan,’’ jelas Muhtar.

Selain Indomaret, reklame raksasa di sejumlah titik juga terdeteksi bodong. Mereka bahkan tak pernah mengantongi perizinan. Seperti halnya Pandu Advertising, reklame bando berisi konten Indosat di Jalan Gajah Mada, Mojosari, hingga sejumlah rumah makan di sepanjang RA Basuni.

Baca Juga :  Dessert Box, Praktis dan Bikin Kenyang

Muhtar menambahkan, langkah penertiban pemerintah terhadap reklame tak sekadar mengejar target untuk memenuhi retribusi ruang milik jalan (Rumija). ’’Akan tetapi, ini untuk mencari ketertiban. Karena, semua harus diatur,’’ tegas mantan Sekretaris DPRD Kabupaten Mojokerto ini. Untuk itu, tak semua yang mengajukan izin pun dikeluarkan. Banyak yang harus ditolak pemasangan reklame menganggu pandangan pengguna jalan dan merusak keindahan.

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/