alexametrics
27.8 C
Mojokerto
Friday, July 1, 2022

Masih Ditemukan Barang Terlarang

Tas CJH Kabupaten Diperiksa Ulang Petugas Asrama Haji
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sebelum bertolak ke Tanah Suci, tas bawaan 20 calon jamaah haji (CJH) kabupaten diperiksa ulang oleh petugas Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Lima tas diantaranya masih ditemukan barang bawaan yang tak sesuai regulasi.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto M. Zainut Tamam mengatakan, dari 20 koper CJH ada lima tas yang kedapatan membawa barang terlarang. Lima tas itu, dua tas kabin dan tiga tas paspor. ’’Dibongkar karena membawa barang yang tidak memenuhi ketentuan. Ada yang bawa gunting, pisau lipat, air mineral yang ukurannya lebih dari 100 mililiter dan parfum yang tidak ditempatkan pada wadah transparan,’’ ungkapnya.

Barang bawaan yang dilarang itu, lanjut Tamam, akhirnya diamankan oleh petugas Kemenag Kabupaten yang mendampingi keberangkatan mereka. Lalu, barang-barang tersebut disimpan di Kantor Kemenag Kabupaten. ’’Kita simpan di Kantor Kemenag, nanti saat pulang dikembalikan ke masing-masing CJH yang bersangkutan,’’ ujarnya.

Dikatakannya, untuk tas kabin dan paspor, tahap pemeriksaannya memang dilakukan di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya sebelum berangkat ke bandara. Sedangkan, di wilayah asal CJH, sesuai ketentuan petugas Kemenag hanya menimbang serta memeriksa tas koper. ’’Ketentuannya seperti itu. Kalau di Asrama Haji menuju bandara memang super ketat pemeriksaannya. Termasuk untuk kloter keberangkatan selanjutnya, juga berlaku hal yang sama,’’ papar dia.

Baca Juga :  Keberangkatan Haji Masih Buram

Masih kata Tamam, sebelum diberangkatkan ke tanah suci, mereka dibekali empat boks masker medis dan sanitizer. Ini untuk memastikan selama menunaikan ibadah haji, para CJH tetap menjaga protokol kesehatan. ’’Dapat langsung dari asrama haji, Masing-masing dibekali perlengkapan prokes untuk mencegah penularan Covid-19 selama di Tanah Suci,’’ terangnya.

Tamam menyebutkan, selepas pemeriksaan tas, rombongan CJH ini terbang ke Arab Saudi pada pukul 10.00 pagi. Adapun, lama perjalanan mereka untuk tiba di Tanah Suci kurang lebih 9 jam. ’’Kalau sesuai waktu Indonesia, pukul 19.00 malam sudah sampai di Jeddah. Tapi, kalau disana, mereka tiba sore sekitar pukul 15.00,’’ ulasnya.

Sebelumnya, dua koper milik calon jamaah haji (CJH) yang akan berangkat menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, dibongkar petugas Kemenag, Kamis (16/6). Petugas mencurigai barang yang tersimpan di dalam koper, dilarang dibawa terbang.

Dua koper itu diketahui berisi jagung dan beras serta berat bawaan yang tidak sesuai dengan regulasi. ’’Katanya, dibawain tetangganya. Jadi kita keluarkan dari dalam tas lalu kita suruh tinggal. Beratnya melebihi 15 kilogram akhirnya kita suruh meninggalkan barang yang tidak penting,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Lahan Yang Diincar Pemkab Masih Berupa Ladang Tebu

Tamam menuturkan, sesuai persyaratan terbaru, tahun ini memang ada sejumlah barang yang tidak diperkenankan dibawa oleh CJH. Seperti, kacang-kacangan, beras, deterjen cair dan senjata tajam. Adapun, berat maksimal koper hanya diperbolehkan 15 kilogram dari sebelumnya 33 kilogram. ’’Barang yang sudah kita sita dari koper CJH kita amankan di Kantor Kemenag,’’ bebernya.

Untuk diketahui, sebanyak 20 CJH Kabupaten Mojokerto ini semula tergabung kloter akhir dengan jadwal keberangkatan 1 Juli nanti. Namun, mereka harus berangkat lebih awal di kloter 19 bersama CJH Probolinggo yang terbang ke tanah suci kemarin (17/6).

Di samping itu, dari 747 CJH Kabupaten Mojokerto yang mendapat porsi haji tahun ini tersebar di kloter 29 dengan 128 orang, kloter 33 sejumlah 119 orang, kloter 34 sebanyak 446 orang, dan kloter 38 ada 55 orang. Adapun, keberangkatan kloter 29 akan berlangsung pada 23 Juni mendatang. (oce/fen)

Tas CJH Kabupaten Diperiksa Ulang Petugas Asrama Haji
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sebelum bertolak ke Tanah Suci, tas bawaan 20 calon jamaah haji (CJH) kabupaten diperiksa ulang oleh petugas Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Lima tas diantaranya masih ditemukan barang bawaan yang tak sesuai regulasi.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto M. Zainut Tamam mengatakan, dari 20 koper CJH ada lima tas yang kedapatan membawa barang terlarang. Lima tas itu, dua tas kabin dan tiga tas paspor. ’’Dibongkar karena membawa barang yang tidak memenuhi ketentuan. Ada yang bawa gunting, pisau lipat, air mineral yang ukurannya lebih dari 100 mililiter dan parfum yang tidak ditempatkan pada wadah transparan,’’ ungkapnya.

Barang bawaan yang dilarang itu, lanjut Tamam, akhirnya diamankan oleh petugas Kemenag Kabupaten yang mendampingi keberangkatan mereka. Lalu, barang-barang tersebut disimpan di Kantor Kemenag Kabupaten. ’’Kita simpan di Kantor Kemenag, nanti saat pulang dikembalikan ke masing-masing CJH yang bersangkutan,’’ ujarnya.

Dikatakannya, untuk tas kabin dan paspor, tahap pemeriksaannya memang dilakukan di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya sebelum berangkat ke bandara. Sedangkan, di wilayah asal CJH, sesuai ketentuan petugas Kemenag hanya menimbang serta memeriksa tas koper. ’’Ketentuannya seperti itu. Kalau di Asrama Haji menuju bandara memang super ketat pemeriksaannya. Termasuk untuk kloter keberangkatan selanjutnya, juga berlaku hal yang sama,’’ papar dia.

Baca Juga :  Dibekali Kebencanaan hingga Wawasan Kebangsaan

Masih kata Tamam, sebelum diberangkatkan ke tanah suci, mereka dibekali empat boks masker medis dan sanitizer. Ini untuk memastikan selama menunaikan ibadah haji, para CJH tetap menjaga protokol kesehatan. ’’Dapat langsung dari asrama haji, Masing-masing dibekali perlengkapan prokes untuk mencegah penularan Covid-19 selama di Tanah Suci,’’ terangnya.

Tamam menyebutkan, selepas pemeriksaan tas, rombongan CJH ini terbang ke Arab Saudi pada pukul 10.00 pagi. Adapun, lama perjalanan mereka untuk tiba di Tanah Suci kurang lebih 9 jam. ’’Kalau sesuai waktu Indonesia, pukul 19.00 malam sudah sampai di Jeddah. Tapi, kalau disana, mereka tiba sore sekitar pukul 15.00,’’ ulasnya.

- Advertisement -

Sebelumnya, dua koper milik calon jamaah haji (CJH) yang akan berangkat menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, dibongkar petugas Kemenag, Kamis (16/6). Petugas mencurigai barang yang tersimpan di dalam koper, dilarang dibawa terbang.

Dua koper itu diketahui berisi jagung dan beras serta berat bawaan yang tidak sesuai dengan regulasi. ’’Katanya, dibawain tetangganya. Jadi kita keluarkan dari dalam tas lalu kita suruh tinggal. Beratnya melebihi 15 kilogram akhirnya kita suruh meninggalkan barang yang tidak penting,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pasien Kasus DBD di Satu Rumah Sakit Tembus 183 Anak

Tamam menuturkan, sesuai persyaratan terbaru, tahun ini memang ada sejumlah barang yang tidak diperkenankan dibawa oleh CJH. Seperti, kacang-kacangan, beras, deterjen cair dan senjata tajam. Adapun, berat maksimal koper hanya diperbolehkan 15 kilogram dari sebelumnya 33 kilogram. ’’Barang yang sudah kita sita dari koper CJH kita amankan di Kantor Kemenag,’’ bebernya.

Untuk diketahui, sebanyak 20 CJH Kabupaten Mojokerto ini semula tergabung kloter akhir dengan jadwal keberangkatan 1 Juli nanti. Namun, mereka harus berangkat lebih awal di kloter 19 bersama CJH Probolinggo yang terbang ke tanah suci kemarin (17/6).

Di samping itu, dari 747 CJH Kabupaten Mojokerto yang mendapat porsi haji tahun ini tersebar di kloter 29 dengan 128 orang, kloter 33 sejumlah 119 orang, kloter 34 sebanyak 446 orang, dan kloter 38 ada 55 orang. Adapun, keberangkatan kloter 29 akan berlangsung pada 23 Juni mendatang. (oce/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/