alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Cairkan Bantuan Sosial Tunai, Warga Harus Dibopong

PACET, Jawa Pos Radar Mojokerto – Bantuan sosial tunai (BST) tahap kedua dari pemerintah pusat kemarin disalurkan kepada ribuan keluarga penerima manfaat (KPM) di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Namun, bantuan senilai Rp 600 ribu yang dipusatkan di Kantor Kecamatan Pacet ini tidak dapat diterimakan kepada semua sasaran. Menyusul, beberapa di antaranya diketahui meninggal dunia, sakit, dan undangan hilang.

Bahkan, petugas sempat membopong seorang warga yang hendak mencairkan karena sedang menderita kelumpuhan akibat sakit stroke yang menimpanya. ”Orangnya terpaksa saya bopong karena tidak bisa berjalan. Kabarnya mengalami kelumpuhan akibat sakit stroke,” ungkap Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Pacet, Supriyadi.

”Saya bopong dari awal pencairan sampai kembali ke mobil pengantar di depan kecamatan,” imbuhnya. Jumlah PKM di kecamatan dengan 23 desa ini tercatat mencapai 2.066. Namun, dalam pencarian BST tahap kedua kemarin tidak semua bisa hadir memenuhi undangan dan mencairkan bantuan secara langsung.

Baca Juga :  Sasaran BST di Kabupaten Mojokerto Berkurang 2 Ribu KPM

”Hari ini (kemarin, Red) tidak seratus persen hadir,” ungkap dia. Mereka yang mencairkan bantuan tercatat hanya mencapai 1.946 KK. Sehingga masih terdapat 120 KPM yang tidak hadir. Supriyadi menyatakan, absennya sasaran penerima ini diketahui karena berbagai alasan.

Seperti sedang jatuh sakit, undangan pencairan yang diterbitkan PT Pos hilang, serta diketahui telah meninggal dunia. ”Sebagai tindak lanjut bagi yang sakit akan dilaksanakan home visite dari PT Pos Pacet mulai besok (hari ini, Red),” tandasnya.

Tidak berbeda dengan pencarian sebelumnya. Kemarin petugas kecamatan, PT Pos, dinas sosial, satpol PP, TKSK, dibantu perangkat desa tetap mengatur proses pencairan dengan menerapkan physical distancing.

Baca Juga :  Puluhan Warga Kabupaten Mojokerto Terjangkit Demam Berdarah Dengue

Mereka yang hadir juga diwajibkan untuk mengenakan masker. Namun, karena membeludaknya PKM, penganturan jarak antarwarga ini tidak maksimal. Sehinga masih terjadi antrean panjang dan dengan jarak yang saling berdekatan. 

PACET, Jawa Pos Radar Mojokerto – Bantuan sosial tunai (BST) tahap kedua dari pemerintah pusat kemarin disalurkan kepada ribuan keluarga penerima manfaat (KPM) di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Namun, bantuan senilai Rp 600 ribu yang dipusatkan di Kantor Kecamatan Pacet ini tidak dapat diterimakan kepada semua sasaran. Menyusul, beberapa di antaranya diketahui meninggal dunia, sakit, dan undangan hilang.

Bahkan, petugas sempat membopong seorang warga yang hendak mencairkan karena sedang menderita kelumpuhan akibat sakit stroke yang menimpanya. ”Orangnya terpaksa saya bopong karena tidak bisa berjalan. Kabarnya mengalami kelumpuhan akibat sakit stroke,” ungkap Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Pacet, Supriyadi.

”Saya bopong dari awal pencairan sampai kembali ke mobil pengantar di depan kecamatan,” imbuhnya. Jumlah PKM di kecamatan dengan 23 desa ini tercatat mencapai 2.066. Namun, dalam pencarian BST tahap kedua kemarin tidak semua bisa hadir memenuhi undangan dan mencairkan bantuan secara langsung.

Baca Juga :  Sasaran BST di Kabupaten Mojokerto Berkurang 2 Ribu KPM

”Hari ini (kemarin, Red) tidak seratus persen hadir,” ungkap dia. Mereka yang mencairkan bantuan tercatat hanya mencapai 1.946 KK. Sehingga masih terdapat 120 KPM yang tidak hadir. Supriyadi menyatakan, absennya sasaran penerima ini diketahui karena berbagai alasan.

Seperti sedang jatuh sakit, undangan pencairan yang diterbitkan PT Pos hilang, serta diketahui telah meninggal dunia. ”Sebagai tindak lanjut bagi yang sakit akan dilaksanakan home visite dari PT Pos Pacet mulai besok (hari ini, Red),” tandasnya.

- Advertisement -

Tidak berbeda dengan pencarian sebelumnya. Kemarin petugas kecamatan, PT Pos, dinas sosial, satpol PP, TKSK, dibantu perangkat desa tetap mengatur proses pencairan dengan menerapkan physical distancing.

Baca Juga :  Bupati Tekankan Pengelolaan Keuangan Daerah Terbuka dan Bertanggung Jawab

Mereka yang hadir juga diwajibkan untuk mengenakan masker. Namun, karena membeludaknya PKM, penganturan jarak antarwarga ini tidak maksimal. Sehinga masih terjadi antrean panjang dan dengan jarak yang saling berdekatan. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/