alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Saturday, June 25, 2022

Bus Dinyatakan Layak Jalan

TIM Traffic Accident Analysis (TAA) Korlantas Polri melakukan rekonstruksi kecelakaan di Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo). Perekaman lokasi kejadian direkam untuk mengungkap penyebab insiden yang merenggut 14 korban jiwa tersebut.

Pantauan di lokasi, kegiatan rekonstruksi berlangsung mulai pukul 07.30. Melibatkan jajaran Korlantas Polri, Ditlantas Polda Jatim, dan Satlantas Polres Mojokerto Kota. Lokasi kejadian direkam menggunakan kamera 3D laser scanner. Alat tersebut dapat merekonstruksi kejadian mula kecelakaan, kecepatan kendaraan, serta titik tumbur kecelakaan.

Perekaman dilakukan mulai dari jarak 100 meter, titik awal bus keluar jalur hingga titik tumbuk ketika bus menghantam tiang beton rambu multipesan VMS (variable message sign).

Hasil perekaman yang berlangsung sekitar satu jam tersebut, akan menjadi informasi tambahan untuk mengungkap kasus kecelakaan maut tersebut. ’’Kami menurunkan tim verifikasi dan analisis untuk memberi gambaran sebelum, saat, dan sesudah kejadian,’’ tegas Kasi Pullahjianta Ditgakkum Korlantas Polri AKBP Hendra Wahyudi yang memimpin kegiatan.

Baca Juga :  Alami Trauma Berat, Dua Korban Bus Maut Masuk ICU RS Citra Medika

Bukti-bukti di TKP, akan dianalisis penyidik guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan yang sejauh ini diduga akibat pengemudi mengantuk. ”Kami juga memeriksa CCTV di jalan tol sekitar TKP,” imbuhnya.

Di lain sisi, penyelidikan yang dilakukan oleh Dishub Jatim menunjukkan jika bus dalam kondisi masih layak jalan. Mulai dari fungsi utama sistem kemudi hingga pengereman. Pemeriksaan juga meliputi pencocokan nomor mesin, nomor rangka, hingga uji KIR. ”Secara teknis fungsi-fungsi semua berlaku dan memenuhi syarat,” tegas Kasi Keselamatan Jalan Dishub Jatim Arjani Hia Putra di Mapolres Mojokerto Kota, kemarin (17/5) siang. Saat ini, barang bukti bus itu diamankan di Waru, Sidoarjo.

Seperti diberitakan sebelumnya, kronologi kecelakaan maut bermula saat bus pariwisata PO Ardiansyah nopol S 7322 UW yang dikemudikan seorang sopir cadangan, melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Jombang menuju Surabaya. Bus ditumpangi 33 penumpang rombongan wisata asal Benowo, Surabaya.

Baca Juga :  Harga Bahan Pokok Merangkak Naik

Setiba di lokasi, Senin (16/5) sekitar pukul 06.15, bus mendadak oleng ke kiri. Laju bus Mitsubishi Canter keluaran 2007 itu tak terkendali hingga akhirnya keluar jalur menghantam beton tiang rambu multi pesan VMS di tepi jalan sisi kiri.

Kerasnya benturan, membuat bodi depan bus bagian kiri ringsek parah. Sedangkan, tiang beton itu nyaris ambruk. Setelah tabrakan, bus terguling ke arah kanan. Di lokasi tampak barang-barang milik rombongan berceceran. Kursi penumpang, setir, serta bagian lain bus tak lagi utuh. Di antaranya barang-barang itu masih berlumurah darah. Kecelakaan yang terjadi di wilayah Desa Canggu, Kecamatan Jetis, itu mengakibatkan 14 orang tewas dan 19 luka-luka. (adi/ron)

TIM Traffic Accident Analysis (TAA) Korlantas Polri melakukan rekonstruksi kecelakaan di Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo). Perekaman lokasi kejadian direkam untuk mengungkap penyebab insiden yang merenggut 14 korban jiwa tersebut.

Pantauan di lokasi, kegiatan rekonstruksi berlangsung mulai pukul 07.30. Melibatkan jajaran Korlantas Polri, Ditlantas Polda Jatim, dan Satlantas Polres Mojokerto Kota. Lokasi kejadian direkam menggunakan kamera 3D laser scanner. Alat tersebut dapat merekonstruksi kejadian mula kecelakaan, kecepatan kendaraan, serta titik tumbur kecelakaan.

Perekaman dilakukan mulai dari jarak 100 meter, titik awal bus keluar jalur hingga titik tumbuk ketika bus menghantam tiang beton rambu multipesan VMS (variable message sign).

Hasil perekaman yang berlangsung sekitar satu jam tersebut, akan menjadi informasi tambahan untuk mengungkap kasus kecelakaan maut tersebut. ’’Kami menurunkan tim verifikasi dan analisis untuk memberi gambaran sebelum, saat, dan sesudah kejadian,’’ tegas Kasi Pullahjianta Ditgakkum Korlantas Polri AKBP Hendra Wahyudi yang memimpin kegiatan.

Baca Juga :  Saat Kecelakaan, Seluruh Penumpang Bus Maut Tengah Tertidur

Bukti-bukti di TKP, akan dianalisis penyidik guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan yang sejauh ini diduga akibat pengemudi mengantuk. ”Kami juga memeriksa CCTV di jalan tol sekitar TKP,” imbuhnya.

Di lain sisi, penyelidikan yang dilakukan oleh Dishub Jatim menunjukkan jika bus dalam kondisi masih layak jalan. Mulai dari fungsi utama sistem kemudi hingga pengereman. Pemeriksaan juga meliputi pencocokan nomor mesin, nomor rangka, hingga uji KIR. ”Secara teknis fungsi-fungsi semua berlaku dan memenuhi syarat,” tegas Kasi Keselamatan Jalan Dishub Jatim Arjani Hia Putra di Mapolres Mojokerto Kota, kemarin (17/5) siang. Saat ini, barang bukti bus itu diamankan di Waru, Sidoarjo.

- Advertisement -

Seperti diberitakan sebelumnya, kronologi kecelakaan maut bermula saat bus pariwisata PO Ardiansyah nopol S 7322 UW yang dikemudikan seorang sopir cadangan, melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Jombang menuju Surabaya. Bus ditumpangi 33 penumpang rombongan wisata asal Benowo, Surabaya.

Baca Juga :  Segel Pasar Buah, Kades Diperintah Kejari?

Setiba di lokasi, Senin (16/5) sekitar pukul 06.15, bus mendadak oleng ke kiri. Laju bus Mitsubishi Canter keluaran 2007 itu tak terkendali hingga akhirnya keluar jalur menghantam beton tiang rambu multi pesan VMS di tepi jalan sisi kiri.

Kerasnya benturan, membuat bodi depan bus bagian kiri ringsek parah. Sedangkan, tiang beton itu nyaris ambruk. Setelah tabrakan, bus terguling ke arah kanan. Di lokasi tampak barang-barang milik rombongan berceceran. Kursi penumpang, setir, serta bagian lain bus tak lagi utuh. Di antaranya barang-barang itu masih berlumurah darah. Kecelakaan yang terjadi di wilayah Desa Canggu, Kecamatan Jetis, itu mengakibatkan 14 orang tewas dan 19 luka-luka. (adi/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/