alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Saturday, June 25, 2022

5 Pasien masih Kritis

12 Pasien Menjalani Perawatan di Lima Rumah Sakit

MOJOKERTO RAYA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Belasan korban laka maut di tol Surabaya-Mojokerto (Sumo), masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit (RS) di Mojokerto. Lima di antaranya sedang memasuki masa kritis.

Lima rumah sakit dilibatkan dalam perawatan korban. Yakni, RS Citra Medika. Di RS ini terdapat 6 pasien. RS Gatoel terdapat tiga korban yang dirawat, dan masing-masing satu pasien di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, RSI Sakinah dan RS Emma.

Di RS Citra Medika Tarik Sidoarjo, dari sebelumnya terdapat 8 korban yang dirawat, kini berkurang menjadi 6 orang. Itu setelah dua pasien dirujuk ke RSUD dr Mohamad Soewandhie Surabaya. ”Dua di antaranya masuk ICU, karena kondisinya masih trauma dan luka di tubuh cukup banyak. Tingkat kesadaran mereka kemungkinan 50-60 persen,” ujar Direktur RS Citra Medika Tarik Sidoarjo dr Wahidah Rachmaniyah, kemarin.

Masih kata Wahidah, seorang pasien sudah tuntas menjalani operasi kemarin pagi. Sedangkan, tiga pasien lainnya masih dalam masa pemulihan. Termasuk, Ade Firmansyah, kernet yang mengemudikan bus pariwisata tersebut. Jika kondisi mereka terus membaik, bakal dirujuk ke Surabaya. ”Tapi harus lihat kondisi pasien dulu. Kalau memungkinkan, ya bakal kita pindah,” ucapnya.

Baca Juga :  Laka Beruntun, Pemotor Alami Cedera Otak

Disinggung terkait pemeriksaan uji amphetamine pada driver bus, Wahidah menuturkan, pihaknya memang sudah diminta Polda untuk melakukan pemeriksaan. Namun, proses uji lab masih dalam proses dan hasilnya bakal lansgung diumumkan ke pihak kepolisian. ”Ya kami memang dimintai untuk menguji apakah ada kandungan amphetamine pada sopirnya. Tapi, ini masih dalam proses, hasilnya nanti langsung kami serahkan ke kepolisian,” paparnya.

Sementara itu, satu korban lainnya juga dirawat di ICU RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo. Sebelumnya, korban dirawat di RS Emma. Namun, karena kondisinya terus memburuk, akhirnya dirujuk ke RS pelat merah Pemkot Mojokerto itu. ”Satu pasien sudah dirujuk ke Surabaya. Lalu, ini tadi (kemarin), masuk baru rujukan dari RS Emma karena kondisinya luka berat dan perlu penanganan khusus. Jadi, total masih ada satu korban yang dirawat di RSUD,” ujar Wadir Pelayanan dan Pendidikan RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo dr Hesti Puspasari.

Baca Juga :  Kucing Hutan Diserahkan Ke BBKSDA

Sedangkan, di RS Emma, hingga kemarin masih terdapat satu pasien yang menjalani perawatan dalam kondisi luka ringan. Tak hanya itu, di RS Gatoel, tiga korban laka maut masih menjalani perawatan.

Satu di antaranya masih belum sadar lantaran mengalami cedera otak berat. Sedangkan, dua orang lainnya, yakni ibu dan anak, kondisinya sudah mulai membaik. Itu setelah keduanya menjalani operasi patah tulang dalam. ”Untuk yang cedera otak berat belum ada rencana dirujuk ke Surabaya. Karena kondisi pasien masih pakai ventilator. Yang dua orang lainnya, tetap akan dilakukan penanganan lanjutan karena habis operasi, ini masih kita observasi,” kata Direktur RS Gatoel dr Wahjoe Harijanto.

Di RSI Sakinah, seorang korban menjalani penanganan medis karena belum sadarkan diri. Bocah usia 8 tahun itu masih dalam pengawasan ketat karena mengalami kondisi yang buruk. ”Masih belum sadar, ada cedera otak berat,” sebut Manajer Pelayanan Medik RSI Sakinah Mojokerto dr Roisul Umam. (oce/ron)

12 Pasien Menjalani Perawatan di Lima Rumah Sakit

MOJOKERTO RAYA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Belasan korban laka maut di tol Surabaya-Mojokerto (Sumo), masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit (RS) di Mojokerto. Lima di antaranya sedang memasuki masa kritis.

Lima rumah sakit dilibatkan dalam perawatan korban. Yakni, RS Citra Medika. Di RS ini terdapat 6 pasien. RS Gatoel terdapat tiga korban yang dirawat, dan masing-masing satu pasien di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, RSI Sakinah dan RS Emma.

Di RS Citra Medika Tarik Sidoarjo, dari sebelumnya terdapat 8 korban yang dirawat, kini berkurang menjadi 6 orang. Itu setelah dua pasien dirujuk ke RSUD dr Mohamad Soewandhie Surabaya. ”Dua di antaranya masuk ICU, karena kondisinya masih trauma dan luka di tubuh cukup banyak. Tingkat kesadaran mereka kemungkinan 50-60 persen,” ujar Direktur RS Citra Medika Tarik Sidoarjo dr Wahidah Rachmaniyah, kemarin.

Masih kata Wahidah, seorang pasien sudah tuntas menjalani operasi kemarin pagi. Sedangkan, tiga pasien lainnya masih dalam masa pemulihan. Termasuk, Ade Firmansyah, kernet yang mengemudikan bus pariwisata tersebut. Jika kondisi mereka terus membaik, bakal dirujuk ke Surabaya. ”Tapi harus lihat kondisi pasien dulu. Kalau memungkinkan, ya bakal kita pindah,” ucapnya.

Baca Juga :  Soto Prapanca, Tak Sakadar Cita Rasa

Disinggung terkait pemeriksaan uji amphetamine pada driver bus, Wahidah menuturkan, pihaknya memang sudah diminta Polda untuk melakukan pemeriksaan. Namun, proses uji lab masih dalam proses dan hasilnya bakal lansgung diumumkan ke pihak kepolisian. ”Ya kami memang dimintai untuk menguji apakah ada kandungan amphetamine pada sopirnya. Tapi, ini masih dalam proses, hasilnya nanti langsung kami serahkan ke kepolisian,” paparnya.

- Advertisement -

Sementara itu, satu korban lainnya juga dirawat di ICU RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo. Sebelumnya, korban dirawat di RS Emma. Namun, karena kondisinya terus memburuk, akhirnya dirujuk ke RS pelat merah Pemkot Mojokerto itu. ”Satu pasien sudah dirujuk ke Surabaya. Lalu, ini tadi (kemarin), masuk baru rujukan dari RS Emma karena kondisinya luka berat dan perlu penanganan khusus. Jadi, total masih ada satu korban yang dirawat di RSUD,” ujar Wadir Pelayanan dan Pendidikan RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo dr Hesti Puspasari.

Baca Juga :  Hubungan Lintas Agama di Mojokerto Berlangsung Harmonis

Sedangkan, di RS Emma, hingga kemarin masih terdapat satu pasien yang menjalani perawatan dalam kondisi luka ringan. Tak hanya itu, di RS Gatoel, tiga korban laka maut masih menjalani perawatan.

Satu di antaranya masih belum sadar lantaran mengalami cedera otak berat. Sedangkan, dua orang lainnya, yakni ibu dan anak, kondisinya sudah mulai membaik. Itu setelah keduanya menjalani operasi patah tulang dalam. ”Untuk yang cedera otak berat belum ada rencana dirujuk ke Surabaya. Karena kondisi pasien masih pakai ventilator. Yang dua orang lainnya, tetap akan dilakukan penanganan lanjutan karena habis operasi, ini masih kita observasi,” kata Direktur RS Gatoel dr Wahjoe Harijanto.

Di RSI Sakinah, seorang korban menjalani penanganan medis karena belum sadarkan diri. Bocah usia 8 tahun itu masih dalam pengawasan ketat karena mengalami kondisi yang buruk. ”Masih belum sadar, ada cedera otak berat,” sebut Manajer Pelayanan Medik RSI Sakinah Mojokerto dr Roisul Umam. (oce/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/