alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Sunday, May 29, 2022

17 Hari, 65 Titik PJU Rusak

Armada dan Teknisi Minim, Penanganan Tak Optimal

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dalam 17 hari terakhir, terdapat 65 titik penerangan jalan umum (PJU) rusak di sepanjang wilayah Trowulan hingga Ngoro. Padahal kerusakan komponen prasarana lalu lintas yang berujung padamnya lampu jalan itu berimbas pada keselamatan pengguna jalan.

Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKP2) Kabupaten Mojokerto mencatat, kerusakan PJU tersebut tersebar di sejumlah titik hingga jalan poros kabupaten. Mulai dari wilayah Trowulan, Puri, Sooko, Dlanggu, Kutorejo, Mojosari, Pungging, hingga Ngoro. ”Satu titik ini bukan berarti satu PJU saja yang rusak. Banyak kasus malah satu titik bisa sampai lebih dari tiga PJU yang rusak,” kata Kabid Prasarana Lalu Lintas dan Perparkiran DPRKP2 Kabupaten Mojokerto Suroso.

Dijelaskannya, terdapat sejumlah kerusakan komponen pada PJU yang kerap mengganggu keamanan dan kenyamanan pengguna jalan tersebut. Mulai dari kabel putus, rusaknya konektor, MCB, hingga trafo.

Baca Juga :  Gelar Gebyar Kreasi dan Inovasi, Menuju Adiwiyata Nasional

Kerusakan tersebut dipicu oleh sejumlah faktor. Mulai dari usia pemakaian, hingga komponen dan cuaca. ”Mayoritas pemicunya faktor alam seperti hujan lebat, petir, dan pohon tumbang. Tidak stabil tegangan listrik juga mempengaruhi. Karena beberapa komponen bisa rusak karena itu,” ungkapnya.

Suroso mengakui, adanya sejumlah keluhan masyarakat terkait penanganan perbaikan PJU rusak hingga padam yang dinilai kurang optimal. Utamanya, terkait laporan warga yang tidak segera ditindaklanjuti oleh DPRKP2 Kabupaten Mojokerto. Itu karena pihaknya kewalahan menangani banyaknya laporan kerusakan yang masuk. ”Memang kami akui tidak semua laporan kerusakan PJU bisa ditangani. Karena kami terkendala jumlah petugas dan cakupan wilayah yang luas,” akunya.

Menangani PJU sejak Januari lalu, Tim Reaksi Cepat (TRC) PJU DPRKP2 Kabupaten Mojokerto dibentuk. Empat tim TRC PJU disebar sesuai wilayah Eks Pembantu Bupati. ”Tiga tim menangani jam malam, satu tim jalan di siang hari,” imbuhnya.

Baca Juga :  Warga Korban Angin Kencang Butuh Bantuan

Dengan sejumlah keterbatasan, pihaknya berupaya mengoptimalkan potensi yang ada. Tidak menutup kemungkinan, pihaknya bakal menambah tim dan armada guna mengoptimalkan prasaranan yang diatur UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan itu. ”Rencananya kami akan ajukan PAK tahun ini sebesar Rp 1,4 miliar. Ini menjadi priorotas untuk diusulkan terkait penambahan tim, armada, dan keperluan teknis lainnya,” ungkap Kepala DPRKP2 Kabupaten Mojokerto Rachmat Suharyono.

Itu tak lain karena anggaran Rp 1 miliar yang digelontorkan untuk kepentingan Dinas Perhubungan tahun ini dinilai minim. Sebab, 60 persen anggaran tersebut hanya cukup untuk belanja karyawan. Mulai dari keperluan ATK hingga operasional armada.

”Terkait PJU ini, praktis kami tangani sejak Januari lalu yang sebelumnya ditangani DPUPR Kabupaten Mojokerto. Dan anggaran Rp 1 miliar ini 60 persennya habis untuk belanja karyawan saja. Tapi kami akan optimalkan yang ada dahulu,” tandasnya. (vad/ron)

Armada dan Teknisi Minim, Penanganan Tak Optimal

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dalam 17 hari terakhir, terdapat 65 titik penerangan jalan umum (PJU) rusak di sepanjang wilayah Trowulan hingga Ngoro. Padahal kerusakan komponen prasarana lalu lintas yang berujung padamnya lampu jalan itu berimbas pada keselamatan pengguna jalan.

Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKP2) Kabupaten Mojokerto mencatat, kerusakan PJU tersebut tersebar di sejumlah titik hingga jalan poros kabupaten. Mulai dari wilayah Trowulan, Puri, Sooko, Dlanggu, Kutorejo, Mojosari, Pungging, hingga Ngoro. ”Satu titik ini bukan berarti satu PJU saja yang rusak. Banyak kasus malah satu titik bisa sampai lebih dari tiga PJU yang rusak,” kata Kabid Prasarana Lalu Lintas dan Perparkiran DPRKP2 Kabupaten Mojokerto Suroso.

Dijelaskannya, terdapat sejumlah kerusakan komponen pada PJU yang kerap mengganggu keamanan dan kenyamanan pengguna jalan tersebut. Mulai dari kabel putus, rusaknya konektor, MCB, hingga trafo.

Baca Juga :  Atap Madrasah Ambruk, Kemenag Beri Donasi Rp 18 Juta

Kerusakan tersebut dipicu oleh sejumlah faktor. Mulai dari usia pemakaian, hingga komponen dan cuaca. ”Mayoritas pemicunya faktor alam seperti hujan lebat, petir, dan pohon tumbang. Tidak stabil tegangan listrik juga mempengaruhi. Karena beberapa komponen bisa rusak karena itu,” ungkapnya.

Suroso mengakui, adanya sejumlah keluhan masyarakat terkait penanganan perbaikan PJU rusak hingga padam yang dinilai kurang optimal. Utamanya, terkait laporan warga yang tidak segera ditindaklanjuti oleh DPRKP2 Kabupaten Mojokerto. Itu karena pihaknya kewalahan menangani banyaknya laporan kerusakan yang masuk. ”Memang kami akui tidak semua laporan kerusakan PJU bisa ditangani. Karena kami terkendala jumlah petugas dan cakupan wilayah yang luas,” akunya.

- Advertisement -

Menangani PJU sejak Januari lalu, Tim Reaksi Cepat (TRC) PJU DPRKP2 Kabupaten Mojokerto dibentuk. Empat tim TRC PJU disebar sesuai wilayah Eks Pembantu Bupati. ”Tiga tim menangani jam malam, satu tim jalan di siang hari,” imbuhnya.

Baca Juga :  20 Persen Warkop dan Kafe Masih Membandel

Dengan sejumlah keterbatasan, pihaknya berupaya mengoptimalkan potensi yang ada. Tidak menutup kemungkinan, pihaknya bakal menambah tim dan armada guna mengoptimalkan prasaranan yang diatur UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan itu. ”Rencananya kami akan ajukan PAK tahun ini sebesar Rp 1,4 miliar. Ini menjadi priorotas untuk diusulkan terkait penambahan tim, armada, dan keperluan teknis lainnya,” ungkap Kepala DPRKP2 Kabupaten Mojokerto Rachmat Suharyono.

Itu tak lain karena anggaran Rp 1 miliar yang digelontorkan untuk kepentingan Dinas Perhubungan tahun ini dinilai minim. Sebab, 60 persen anggaran tersebut hanya cukup untuk belanja karyawan. Mulai dari keperluan ATK hingga operasional armada.

”Terkait PJU ini, praktis kami tangani sejak Januari lalu yang sebelumnya ditangani DPUPR Kabupaten Mojokerto. Dan anggaran Rp 1 miliar ini 60 persennya habis untuk belanja karyawan saja. Tapi kami akan optimalkan yang ada dahulu,” tandasnya. (vad/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/