alexametrics
22.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Pemkot Bentuk Layanan Nurse Community

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Program baru dari pemerintah tak selalu langsung mendapat respons positif masyarakat. Salah satunya program pelayanan kesehatan masyarakat Nurse Community. Sebab, program ini baru berjalan satu bulan, sehingga masih asing bagi masyarakat untuk mengenali layanan jemput bola ini.

’’Iya, baru Februari lalu kami mulai keliling memberikan pelayanan kesehatan jemput bola. Layanan ini dapat menjangkau seluruh masyarakat secara langsung,’’ tutur Menik Sistyowati, perawat yang tergabung dalam Nurse Community di  tengah memeriksa pasien di kawasan Gang Kauman, Kecamatan Prajurit Kulon.

Dia menegaskan, hingga saat ini animo masyarakat terkait kepedulian pengecekan kesehatan sangat minim. Tak jarang, Menik dan rekannya ditolak warga saat akan melakukan pemeriksaan kesehatan di setiap rumah. Banyak warga yang mengira bahwa Nurse Community hanyalah sales kesehatan. ’’Sempat juga kita dikira menipu mereka. Sebab, kan kelilingnya sampai sore, kami bilang petugas kesehatan dari kelurahan. Tapi, mereka nggak percaya, bilangnya masa pegawai kelurahan kerja sampai sore,’’ tandasnya.

Namun, akhirnya lambat laun beberapa warga akhirnya mau diperiksa setelah dijelaskan tentang adanya program inovasi dari Pemkot Mojokerto tersebut. Perawat ini juga dibantu oleh kader lingkungan setempat agar masyarakat paham pentingnya kontrol kesehatan selama pandemi. Dia menyatakan, mereka di berikan target selama enam bulan oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bencana (DKP2KB) Kota Mojokerto untuk melakukan pendataan di setiap keluarga.

Baca Juga :  Pemkot Siap Perpanjang Bansos

Yakni, dengan mengisi form yang sudah di siapkan mulai dari identitas, kondisi rumah, pola hidup, dan beberapa pertanyaan dasar lainnya dari masing-masing keluarga. ’’Setelah pendataan selesai, nantinya akan dilakukan evaluasi terlebih dahulu. Baru kita memberikan pelayanan kesehatan secara berkala dan terjadwal,’’ jelas Menik.

Pelayanan tersebut dilakukan dengan berkeliling dari rumah ke rumah, menanyakan kondisi kesehatan dari masyarakat apakah ada keluhan kesehatan. Dalam sehari, mereka bisa menghampiri 57 sampai 60 rumah. Perempuan 43 tahun itu menambahkan pelayanan kesehatan yang diberikan. Mulai dari tensi, pemeriksaan gula darah dan pemeriksaan suhu badan.

Kendati demikian, jika ada sesuatu yang dianggap darurat dan membutuhkan pelayanan khusus, maka para perawat melakukan koordinasi. Di antaranya, dengan puskesmas setempat agar dilakukan tindak lanjut. ’’Selain itu, kami juga akan memberikan edukasi terkait kesehatan dan meluruskan stigma masyarakat terkait isu-isu kesehatan saat ini,’’ paparnya.

Baca Juga :  Wali Kota Terbitkan Instruksi Sambut Ramadan

Sementara itu, Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) DKP2KB Kota Mojokerto drg Citra Mayangsari menyatakan, program tersebut didanai oleh kelurahan. Sehingga, setiap kelurahan merekrut masing-masing tiga orang sebagai pendamping Nurse Community. ’’Total ada 54 orang yang bergabung ada yang bidan dan ada yang perawat. Tapi, sebagian besar itu perawat dan tersebar di 18 kelurahan,’’ jelasnya.

Citra menuturkan, sebelum terjun langsung ke masyarakat, mereka sudah dibekali arahan tugas yang harus dikerjakan dalam memberikan pelayanan kesehatan. Dia menambahkan dikarenakan program ini masih baru, sehingga para pendamping ini masih butuh bantuan dari kader kesehatan di lingkungan sekitar. Namun, peran kader di sini hanya untuk pengenalan saja kepada masyarakat terkait program baru tersebut. Berikutnya, untuk pemeriksaan kesehatan dan keluhan lainnya bakal ditangani langsung oleh komunitas tersebut. ’’Sasarannya seluruh warga Kota Mojokerto. Nggak hanya berfokus pada yang lansia saja dan sama sekali tidak dipungut biaya,’’tukasnya. (oce)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Program baru dari pemerintah tak selalu langsung mendapat respons positif masyarakat. Salah satunya program pelayanan kesehatan masyarakat Nurse Community. Sebab, program ini baru berjalan satu bulan, sehingga masih asing bagi masyarakat untuk mengenali layanan jemput bola ini.

’’Iya, baru Februari lalu kami mulai keliling memberikan pelayanan kesehatan jemput bola. Layanan ini dapat menjangkau seluruh masyarakat secara langsung,’’ tutur Menik Sistyowati, perawat yang tergabung dalam Nurse Community di  tengah memeriksa pasien di kawasan Gang Kauman, Kecamatan Prajurit Kulon.

Dia menegaskan, hingga saat ini animo masyarakat terkait kepedulian pengecekan kesehatan sangat minim. Tak jarang, Menik dan rekannya ditolak warga saat akan melakukan pemeriksaan kesehatan di setiap rumah. Banyak warga yang mengira bahwa Nurse Community hanyalah sales kesehatan. ’’Sempat juga kita dikira menipu mereka. Sebab, kan kelilingnya sampai sore, kami bilang petugas kesehatan dari kelurahan. Tapi, mereka nggak percaya, bilangnya masa pegawai kelurahan kerja sampai sore,’’ tandasnya.

Namun, akhirnya lambat laun beberapa warga akhirnya mau diperiksa setelah dijelaskan tentang adanya program inovasi dari Pemkot Mojokerto tersebut. Perawat ini juga dibantu oleh kader lingkungan setempat agar masyarakat paham pentingnya kontrol kesehatan selama pandemi. Dia menyatakan, mereka di berikan target selama enam bulan oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bencana (DKP2KB) Kota Mojokerto untuk melakukan pendataan di setiap keluarga.

Baca Juga :  Penutupan Puskesmas Meluas

Yakni, dengan mengisi form yang sudah di siapkan mulai dari identitas, kondisi rumah, pola hidup, dan beberapa pertanyaan dasar lainnya dari masing-masing keluarga. ’’Setelah pendataan selesai, nantinya akan dilakukan evaluasi terlebih dahulu. Baru kita memberikan pelayanan kesehatan secara berkala dan terjadwal,’’ jelas Menik.

Pelayanan tersebut dilakukan dengan berkeliling dari rumah ke rumah, menanyakan kondisi kesehatan dari masyarakat apakah ada keluhan kesehatan. Dalam sehari, mereka bisa menghampiri 57 sampai 60 rumah. Perempuan 43 tahun itu menambahkan pelayanan kesehatan yang diberikan. Mulai dari tensi, pemeriksaan gula darah dan pemeriksaan suhu badan.

- Advertisement -

Kendati demikian, jika ada sesuatu yang dianggap darurat dan membutuhkan pelayanan khusus, maka para perawat melakukan koordinasi. Di antaranya, dengan puskesmas setempat agar dilakukan tindak lanjut. ’’Selain itu, kami juga akan memberikan edukasi terkait kesehatan dan meluruskan stigma masyarakat terkait isu-isu kesehatan saat ini,’’ paparnya.

Baca Juga :  Tiga Tahun Sandang Status Tersangka, Eks Kadisperta Ditahan Kejari

Sementara itu, Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) DKP2KB Kota Mojokerto drg Citra Mayangsari menyatakan, program tersebut didanai oleh kelurahan. Sehingga, setiap kelurahan merekrut masing-masing tiga orang sebagai pendamping Nurse Community. ’’Total ada 54 orang yang bergabung ada yang bidan dan ada yang perawat. Tapi, sebagian besar itu perawat dan tersebar di 18 kelurahan,’’ jelasnya.

Citra menuturkan, sebelum terjun langsung ke masyarakat, mereka sudah dibekali arahan tugas yang harus dikerjakan dalam memberikan pelayanan kesehatan. Dia menambahkan dikarenakan program ini masih baru, sehingga para pendamping ini masih butuh bantuan dari kader kesehatan di lingkungan sekitar. Namun, peran kader di sini hanya untuk pengenalan saja kepada masyarakat terkait program baru tersebut. Berikutnya, untuk pemeriksaan kesehatan dan keluhan lainnya bakal ditangani langsung oleh komunitas tersebut. ’’Sasarannya seluruh warga Kota Mojokerto. Nggak hanya berfokus pada yang lansia saja dan sama sekali tidak dipungut biaya,’’tukasnya. (oce)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/