alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Apresiasi Perjuangan Perawat Selama Pandemi

Di masa pandemi, perawat memberi sumbangsih besar dalam penanganan Covid-19. Sebagai garda terdepan, mereka berjasa dalam menangani pasien dengan penuh dedikasi meski dihadapkan risiko tinggi terpapar virus korona.

Karena itu, dalam peringatan Hari Perawat Nasional yang juga bertepatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-47 Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) 17 Maret 2021 menjadi mementum untuk memberikan motivasi dan apresiasi atas perjuangan perawat selama pandemi. ’’Karena teman-teman perawat memiliki peran yang sangat penting dalam penanganan Covid-19,’’ ungkap Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPNI Kabupaten Mojokerto H.M. Hartadi, S.Kep, S.T, M.Kes.

Dalam kesempatan HUT Ke-47 PPNI, Rabu (17/3), pihaknya melakukan roadshow serentak dengan mengunjungi para perawat di puskesmas maupun fasilitas layanan kesehatan lainnya. Tujuannya memberi suntikan motivasi kepada perawat agar tetap berjuang di garis terdepan melawan Covid-19. ’’Meski sudah setahun pandemi, teman-teman masih tetap bersemangat semua,’’ paparnya.

Baca Juga :  Ogah Vaksin, Penerima Bansos Bisa Dicoret

Meskipun, kata dia, dari total 1.300 anggota DPD PPNI Kabupaten Mojokerto, sebagian harus terpapar Covid-19. Bahkan, dua perawat lainnya gugur saat berada di tengah palagan menangani pandemi.

Sejauh ini, DPD PPNI telah memberikan santunan kepada setiap perawat yang terkonfirmasi positif SARS-CoV-2.  Pun demikian bagi yang meninggal dunia. Bahkan, sebagai wujud duka cita dan penghargaan, anggota yang gugur telah diajukan untuk mendapat tanda penghormatan oleh negara. ’’Alhamdulillah dua teman kami sudah mendapat piagam kehormatan dari Presiden, karena beliau gugur di garda terdepan,’’ ulasnya.

Selain berperan dalam merawat pasien, perawat juga turut andil dalam upaya preventif dan promotif. Karena itu, terang Hartadi, para perawat juga harus mampu menjaga kesehatan masyarakat. Hal itu selaras dengan tema peringatan HUT Ke-47 PPNI 2021 ini Perawat Tangguh, Indonesia Bebas Covid-19 dan Masyarakat Sehat.

Baca Juga :  Satpol PP Kota Segel Rumah Kos Tak Berizin

Oleh sebab itu, dalam roadshow peringatan Hari Perawat kemarin, Hartadi juga menyampaikan pesan kepada perawat untuk membantu menyukseskan pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Sehingga, perawat yang tersebar di 13 Dewan Pengurus Komisariat (DPK) di Kabupaten Mojokerto diberi tugas untuk mengedukasi  masyarakat tentang pelaksanaan dan keamaan vaksinasi. ’’Di samping teman-teman perawat sudah menjadi vaksinator, mereka juga kami tugaskan untuk mengedukasi masyarkat bahwa vaksinasi Covid-19 aman dan halal,’’ tandasnya.

Pasalnya, imbuh dia, suksesnya vaksinasi akan mampu menekan dan mengendalikan pandemi. ’’Meskipun setelah divaksin, protokol kesehatan tetap harus diketati,’’ pungkasnya.

Di masa pandemi, perawat memberi sumbangsih besar dalam penanganan Covid-19. Sebagai garda terdepan, mereka berjasa dalam menangani pasien dengan penuh dedikasi meski dihadapkan risiko tinggi terpapar virus korona.

Karena itu, dalam peringatan Hari Perawat Nasional yang juga bertepatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-47 Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) 17 Maret 2021 menjadi mementum untuk memberikan motivasi dan apresiasi atas perjuangan perawat selama pandemi. ’’Karena teman-teman perawat memiliki peran yang sangat penting dalam penanganan Covid-19,’’ ungkap Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPNI Kabupaten Mojokerto H.M. Hartadi, S.Kep, S.T, M.Kes.

Dalam kesempatan HUT Ke-47 PPNI, Rabu (17/3), pihaknya melakukan roadshow serentak dengan mengunjungi para perawat di puskesmas maupun fasilitas layanan kesehatan lainnya. Tujuannya memberi suntikan motivasi kepada perawat agar tetap berjuang di garis terdepan melawan Covid-19. ’’Meski sudah setahun pandemi, teman-teman masih tetap bersemangat semua,’’ paparnya.

Baca Juga :  Sucikan Diri di Jolotundo, Umat Hindu Sambut Nyepi

Meskipun, kata dia, dari total 1.300 anggota DPD PPNI Kabupaten Mojokerto, sebagian harus terpapar Covid-19. Bahkan, dua perawat lainnya gugur saat berada di tengah palagan menangani pandemi.

Sejauh ini, DPD PPNI telah memberikan santunan kepada setiap perawat yang terkonfirmasi positif SARS-CoV-2.  Pun demikian bagi yang meninggal dunia. Bahkan, sebagai wujud duka cita dan penghargaan, anggota yang gugur telah diajukan untuk mendapat tanda penghormatan oleh negara. ’’Alhamdulillah dua teman kami sudah mendapat piagam kehormatan dari Presiden, karena beliau gugur di garda terdepan,’’ ulasnya.

Selain berperan dalam merawat pasien, perawat juga turut andil dalam upaya preventif dan promotif. Karena itu, terang Hartadi, para perawat juga harus mampu menjaga kesehatan masyarakat. Hal itu selaras dengan tema peringatan HUT Ke-47 PPNI 2021 ini Perawat Tangguh, Indonesia Bebas Covid-19 dan Masyarakat Sehat.

Baca Juga :  Digelar Daring, Dorong Siswa Tetap Kreatif dan Inovatif
- Advertisement -

Oleh sebab itu, dalam roadshow peringatan Hari Perawat kemarin, Hartadi juga menyampaikan pesan kepada perawat untuk membantu menyukseskan pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Sehingga, perawat yang tersebar di 13 Dewan Pengurus Komisariat (DPK) di Kabupaten Mojokerto diberi tugas untuk mengedukasi  masyarakat tentang pelaksanaan dan keamaan vaksinasi. ’’Di samping teman-teman perawat sudah menjadi vaksinator, mereka juga kami tugaskan untuk mengedukasi masyarkat bahwa vaksinasi Covid-19 aman dan halal,’’ tandasnya.

Pasalnya, imbuh dia, suksesnya vaksinasi akan mampu menekan dan mengendalikan pandemi. ’’Meskipun setelah divaksin, protokol kesehatan tetap harus diketati,’’ pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Santap yang Bergizi dan Menyehatkan

Coret Satu Pebiliar

Belum Ada Langkah, BPCB Jatim Pasrah

Artikel Terbaru


/