alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Saturday, May 28, 2022

Capaian Vaksin Booster Rendah

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemberian vaksin Covid-19 dosis ketiga atau booster di kabupaten baru mencapai 4,29 persen dari total target sasaran. Penyebabnya, minat masyarakat terhadap vaksin ini sangat rendah.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto dr Ulum Rokhmat Rokhmawan mengatakan, hingga kemarin (17/2), cakupan vaksin dosis ketiga kelompok masyarakat umum baru menyasar sebanyak 24.368 orang dari jumlah total 568.118 sasaran. Penyebabnya, masih banyak masyarakat yang tidak minat divaksin dosis ketiga. ”Karena juga belum ada kewajiban (vaksin booster) jadi mereka santai-santai. Makanya yang minat sedikit, capaiannya rendah,” ujarnya.

Selain persoalan minat, Plt RSUD RA Basoeni ini menyebut, faktor lain yang membuat capaian vaksin booster rendah karena terganjal persyaratan. Sejauh ini, lanjutnya, masih banyak masyarakat yang belum bisa divaksin karena jarak penyuntikan vaksin dosis kedua dengan ketiga belum memenuhi persyaratan minimal enam bulan. ”Artinya ini hanya nunggu waktu saja. Nanti kalau sudah banyak yang memenuhi syarat minimal durasi waktu vaksin, maka kemungkinan besar capaian vaksin booster kita bisa meningkat,” ucapnya.

Baca Juga :  Puluhan KPM Jadi Korban Penarikan Uang Bantuan Pengganti BPNT

Selain vaksin booster di kalangan masyarakat umum, cakupan vaksin lansia yang menjadi prioritas pemberian dosis ketiga juga tergolong rendah. Sebab, per Kamis lalu (17/2), capaian vaksin lansia dosis ketiga baru menyentuh 1,84 persen.

Dengan rincian, jumah lansia yang tervaksin 2.005 dari total sebanyak 108.392 sasaran. ”Kalau yang lansia memang masih kecil prosentasenya. Karena masih banyak yang menuntaskan dosis kedua baru-baru ini. Tapi, alhamdulillah yang capaian vaksin dosis kedua lansianya kan sudah melebihi 60 persen,” beber Mantan Kepala Puskesmas Kemlagi ini.

Kendati demikian, pihaknya telah meminta bantuan para kepala desa dan lurah setempat untuk mengingatkan masyarakat mengikuti vaksinasi booster tersebut. ’’Kami sudah meminta bantuan dari pihak terkait. Salah satunya seperti giat vaksin massa itu juga menjadi salah satu upaya agar mereka mau divaksin booster,” tandasnya. (oce/ron)

Baca Juga :  Garam Dapur di Pasar Tradisional Langka

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemberian vaksin Covid-19 dosis ketiga atau booster di kabupaten baru mencapai 4,29 persen dari total target sasaran. Penyebabnya, minat masyarakat terhadap vaksin ini sangat rendah.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto dr Ulum Rokhmat Rokhmawan mengatakan, hingga kemarin (17/2), cakupan vaksin dosis ketiga kelompok masyarakat umum baru menyasar sebanyak 24.368 orang dari jumlah total 568.118 sasaran. Penyebabnya, masih banyak masyarakat yang tidak minat divaksin dosis ketiga. ”Karena juga belum ada kewajiban (vaksin booster) jadi mereka santai-santai. Makanya yang minat sedikit, capaiannya rendah,” ujarnya.

Selain persoalan minat, Plt RSUD RA Basoeni ini menyebut, faktor lain yang membuat capaian vaksin booster rendah karena terganjal persyaratan. Sejauh ini, lanjutnya, masih banyak masyarakat yang belum bisa divaksin karena jarak penyuntikan vaksin dosis kedua dengan ketiga belum memenuhi persyaratan minimal enam bulan. ”Artinya ini hanya nunggu waktu saja. Nanti kalau sudah banyak yang memenuhi syarat minimal durasi waktu vaksin, maka kemungkinan besar capaian vaksin booster kita bisa meningkat,” ucapnya.

Baca Juga :  Terdampak Proyek Waduk Rp 336 Miliar, Tiga Desa Terisolir

Selain vaksin booster di kalangan masyarakat umum, cakupan vaksin lansia yang menjadi prioritas pemberian dosis ketiga juga tergolong rendah. Sebab, per Kamis lalu (17/2), capaian vaksin lansia dosis ketiga baru menyentuh 1,84 persen.

Dengan rincian, jumah lansia yang tervaksin 2.005 dari total sebanyak 108.392 sasaran. ”Kalau yang lansia memang masih kecil prosentasenya. Karena masih banyak yang menuntaskan dosis kedua baru-baru ini. Tapi, alhamdulillah yang capaian vaksin dosis kedua lansianya kan sudah melebihi 60 persen,” beber Mantan Kepala Puskesmas Kemlagi ini.

Kendati demikian, pihaknya telah meminta bantuan para kepala desa dan lurah setempat untuk mengingatkan masyarakat mengikuti vaksinasi booster tersebut. ’’Kami sudah meminta bantuan dari pihak terkait. Salah satunya seperti giat vaksin massa itu juga menjadi salah satu upaya agar mereka mau divaksin booster,” tandasnya. (oce/ron)

Baca Juga :  Wabup Targetkan Ramadan Sudah Zona Hijau

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/