alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Sedot Wisatawan Mancanegara, Ajang Pemersatu Bangsa

MOJOKERTO – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, menyatakan, kirab budaya yang menjadi agenda rutin kota dalam perayaan Tahun Baru Imlek memiliki potensi menjadi daya tarik wisatawan.

Oleh karena itu, dirinya berharap event kali ke-9 ini akan tetap diselenggarakan di tahun-tahun berikutnya. ’’Ke depan saya berharap tidak hanya menarik wisatawan lokal saja, tetapi bisa dari seluruh daerah. Bahkan mungkin mancanegara,’’ tandasnya.

Karena itu, pemkot berjanji akan meningkatkan kemeriahan agenda puncak perayaan Imlek itu. Yaitu, dengan meningkatkan partisipasi peserta dan juga kemeriahan acara.

Menurutnya, event tersebut akan mendukung upaya pemkot yang menggagas pembangunan wisata dengan tema Spririt of Majapahit. Selain membangun sejumlah titik wisata dengan wajah Majapahitan, salah satu cara untuk menarik datangnya pelancong adalah dengan menggelar event.

Baca Juga :  Tanpa Kartu Vaksin, Putar Balik!

Yaitu dalam bentuk festival budaya maupun kesenian. ’’Salah satu kebesaran Majapahit adalah adanya masyarakat Tionghoa yang tetap eksis dengan segala budayanya. Event seperti ini bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan,’’ terangnya. Terlepas dari itu, kirab budaya juga menjadi ajang kebersamaan.

Pasalnya, Kota Onde-Onde menjadi salah satu kota yang memiliki masyarakat plural. Karena terdiri dari lintas etnis dan agama. Untuk itu, Ning Ita berharap Kota Mojokerto akan tetap menjadi kota toleran dengan saling menghargai perbedaan.

’’Kirab budaya sekaligus menjadi ajang pemersatu. Karena penuh dengan unsur pembauran dari seluruh unsur masyarakat, tokoh agama, dan para pelaku seni,’’ pungkasnya.

Tak kalah pentingnya, imbuh Ning Ita, dengan adanya gelaran tersebut juga mampu mennggerakkan roda perekonomian masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, wali kota melepas kirab budaya bersama jajaran Forkopimda, tokoh lintas agama, serta pengurus Yayasan TITD Hok Sian Kiong dengan melepas burung merpati sebagai simbol kebebasan, rukun, dan damai.

Baca Juga :  Rehab Bangunan di P-APBD 2020, Hanya Sentuh 10 Sekolah

MOJOKERTO – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, menyatakan, kirab budaya yang menjadi agenda rutin kota dalam perayaan Tahun Baru Imlek memiliki potensi menjadi daya tarik wisatawan.

Oleh karena itu, dirinya berharap event kali ke-9 ini akan tetap diselenggarakan di tahun-tahun berikutnya. ’’Ke depan saya berharap tidak hanya menarik wisatawan lokal saja, tetapi bisa dari seluruh daerah. Bahkan mungkin mancanegara,’’ tandasnya.

Karena itu, pemkot berjanji akan meningkatkan kemeriahan agenda puncak perayaan Imlek itu. Yaitu, dengan meningkatkan partisipasi peserta dan juga kemeriahan acara.

Menurutnya, event tersebut akan mendukung upaya pemkot yang menggagas pembangunan wisata dengan tema Spririt of Majapahit. Selain membangun sejumlah titik wisata dengan wajah Majapahitan, salah satu cara untuk menarik datangnya pelancong adalah dengan menggelar event.

Baca Juga :  Dandim 0815 Mojokerto Tinjau Bakal Lokasi TMMD Reguler Ke-112

Yaitu dalam bentuk festival budaya maupun kesenian. ’’Salah satu kebesaran Majapahit adalah adanya masyarakat Tionghoa yang tetap eksis dengan segala budayanya. Event seperti ini bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan,’’ terangnya. Terlepas dari itu, kirab budaya juga menjadi ajang kebersamaan.

Pasalnya, Kota Onde-Onde menjadi salah satu kota yang memiliki masyarakat plural. Karena terdiri dari lintas etnis dan agama. Untuk itu, Ning Ita berharap Kota Mojokerto akan tetap menjadi kota toleran dengan saling menghargai perbedaan.

- Advertisement -

’’Kirab budaya sekaligus menjadi ajang pemersatu. Karena penuh dengan unsur pembauran dari seluruh unsur masyarakat, tokoh agama, dan para pelaku seni,’’ pungkasnya.

Tak kalah pentingnya, imbuh Ning Ita, dengan adanya gelaran tersebut juga mampu mennggerakkan roda perekonomian masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, wali kota melepas kirab budaya bersama jajaran Forkopimda, tokoh lintas agama, serta pengurus Yayasan TITD Hok Sian Kiong dengan melepas burung merpati sebagai simbol kebebasan, rukun, dan damai.

Baca Juga :  Tanpa Kartu Vaksin, Putar Balik!

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/