alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Jalur di Pacet Ambrol, Truk Bermuatan Dilarang Melintas

MOJOKERTO – Pasca ambrolnya penahan bahu jalan cor beton dan jembatan di Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, jalan alternatif Pacet-Pandaan dalam masa perbaikan.

Truk bermuatan dilarang melintas hingga kondisi jalan kembali kondusif. Salah satau perangkat Desa Kembangbelor, Sugeng Dwi Lestari, mengungakapkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan tiga perangkat desa terkait arus lalu lintas.

Antara lain, Desa Kembang Belor, Desa Nogosari, dan Desa Cembor. Terutama truk bermuatan yang bisanya melintas. ’’Nanti yang di wilayah Desa Cembor ada pemberitahuan untuk angkutan-angkutan mungkin tonasenya besar, tidak dilewatkan jalan ini. Tapi langsung lewat Mojosari untuk keamanannya,’’ ungkapnya.

Selain itu, rencananya pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Mojokerto juga akan membuatkan rambu. Menyusul, pasca kejadian ambrol beberapa waktu lalu pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto dan Dinas PUPR telah meninjau dan menyikapi.

Baca Juga :  Doakan Negeri di Pelataran Candi, Peserta Nyalakan Lilin Perdamaian

’’Perbaikan dan pembenahan ini membutuhkan waktu sekitar dua minggu,’’ kata Kabid Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Hendri Surya.

Menurut Sugeng, sebelumnya intensitas truk bermuatan yang melewati jalur alternatif Pacet-Pandaan memang tergolong tinggi. ’’Untuk angkutan dari hasil pertanian dari tiga desa semuanya lewat sini. Termasuk juga ketika pihak Perhutani memanen hasil panennya, juga lewat sini,’’ katanya.

Memang, jalur ini dinilai menjadi jalur tercepat. Jarak Pacet dengan Pandaan jika lewat jalur ini jaraknya hanya sekitar 20 kilometer. ’’Bisa disebut ini adalah jalur alternatif tercepat,’’ ungkapnya. Kedati demikian, pihak ketiga desa sudah berkoordinasi terkait hal tersebut.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto M. Zaini, mengungkapkan, meskipun jalur tersebut merupakan alternatif, pihak desa harus selektif. ’’Truk bermuatan janganlah, supaya kondisi ini tidak semakin parah. Karena ini kan getar,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Pemkot Dapat Jatah 210 Formasi,

Pihaknya juga mengimbau kepada pemerintah desa, kecamatan, dan warga, untuk memegang peta rawan bencana yang telah disosialisasikan BPBD. Agar, mereka bisa tahu daerah mana yang rawan. Sehingga, dapat mengantisipasi secara dini. (sad)

 

 

MOJOKERTO – Pasca ambrolnya penahan bahu jalan cor beton dan jembatan di Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, jalan alternatif Pacet-Pandaan dalam masa perbaikan.

Truk bermuatan dilarang melintas hingga kondisi jalan kembali kondusif. Salah satau perangkat Desa Kembangbelor, Sugeng Dwi Lestari, mengungakapkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan tiga perangkat desa terkait arus lalu lintas.

Antara lain, Desa Kembang Belor, Desa Nogosari, dan Desa Cembor. Terutama truk bermuatan yang bisanya melintas. ’’Nanti yang di wilayah Desa Cembor ada pemberitahuan untuk angkutan-angkutan mungkin tonasenya besar, tidak dilewatkan jalan ini. Tapi langsung lewat Mojosari untuk keamanannya,’’ ungkapnya.

Selain itu, rencananya pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Mojokerto juga akan membuatkan rambu. Menyusul, pasca kejadian ambrol beberapa waktu lalu pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto dan Dinas PUPR telah meninjau dan menyikapi.

Baca Juga :  Sektor Wisata Dijadikan Pendongkrak Pemulihan Ekonomi Nasional

’’Perbaikan dan pembenahan ini membutuhkan waktu sekitar dua minggu,’’ kata Kabid Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Hendri Surya.

Menurut Sugeng, sebelumnya intensitas truk bermuatan yang melewati jalur alternatif Pacet-Pandaan memang tergolong tinggi. ’’Untuk angkutan dari hasil pertanian dari tiga desa semuanya lewat sini. Termasuk juga ketika pihak Perhutani memanen hasil panennya, juga lewat sini,’’ katanya.

- Advertisement -

Memang, jalur ini dinilai menjadi jalur tercepat. Jarak Pacet dengan Pandaan jika lewat jalur ini jaraknya hanya sekitar 20 kilometer. ’’Bisa disebut ini adalah jalur alternatif tercepat,’’ ungkapnya. Kedati demikian, pihak ketiga desa sudah berkoordinasi terkait hal tersebut.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto M. Zaini, mengungkapkan, meskipun jalur tersebut merupakan alternatif, pihak desa harus selektif. ’’Truk bermuatan janganlah, supaya kondisi ini tidak semakin parah. Karena ini kan getar,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Doakan Negeri di Pelataran Candi, Peserta Nyalakan Lilin Perdamaian

Pihaknya juga mengimbau kepada pemerintah desa, kecamatan, dan warga, untuk memegang peta rawan bencana yang telah disosialisasikan BPBD. Agar, mereka bisa tahu daerah mana yang rawan. Sehingga, dapat mengantisipasi secara dini. (sad)

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/