alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Siswa SD/MI Mulai Divaksin

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Vaksinasi Covid-19 mulai menyentuh kalangan siswa SD/MI. Di Kota Mojokerto, sebanyak 16.618 siswa akan menerima suntikan. Vaksinasi akan berlangsung hingga 24 Desember nanti.

Kemarin, (16/12) Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari meninjau secara langsung proses pelaksanaan vaksinasi di SD Negeri Balongsari V dan VI. Menurutnya, pemberian vaksin ini didasarkan pada Kemenkes dan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 66 Tahun 2021. ”Syarat pelaksanaan vaksinasi pada anak usia 6-11 tahun bisa dilaksanakan bagi Kabupaten/Kota dengan capaian vaksinasi dosis 1 lebih dari 70 persen dan capaian vaksinasi pada lansia lebih dari 60 persen. Karena kita sudah memenuhi kriteria tersebut, maka kita bisa melaksanakan vaksinasi untuk anak SD,” ujarnya.  

Perempuan akrab disapa Ning Ita ini menuturkan, sasaran vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Kota, sejumlah 12.534 siswa. Namun, karena siswa SD di Kota juga banyak dari luar daerah, maka jumlahnya bertambah menjadi 16.618 siswa. ”Jadi, semua pelajar yang bersekolah di kota meskipun domisili di luar kota, tetap kita ikutkan untuk vaksinasi di sekolahnya. Namun, semua proses vaksinasi harus tetap menggunakan surat izin dari orang tua,” paparnya.

Baca Juga :  Polisi Telusuri Distribusi Elpiji Melon di Mojokerto

Untuk sementara, pelaksanaan vaksinasi anak yang dilaksanakan bulan ini hanya bisa menyasar siswa kelas III sampai IV saja. Itu sebanyak 11.079 siswa. Lantaran, siswa kelas I dan II baru saja mendapatkan vaksinasi campak. Sehingga, akan dilakukan vaksinasi Covid-19 tahun depan. ”Khusus untuk anak kelas I dan kelas II, sementara belum bisa dilakukan,” ujar Ning Ita.

Orang nomor satu di Kota Mojokerto ini memastikan, takaran dosis untuk anak-anak sudah disesuaikan oleh pihak Dinkes. Itu berdasarkan juknis dari Kementerian Kesehatan. ”Dosisnya sudah disesuaikan, berbeda dengan kita yang sudah dewasa. Kemudian jenis atau merek vaksin juga sudah ditentukan. Yaitu Sinovac dengan tingkat efikasi yang tidak terlalu tinggi, dosisnya pun demikian,” terangnya.

Adapun dosis yang diberikan sebanyak 0,5 mililiter untuk dua kali penyuntikan. Tentunya dengan jarak pemberian dosis pertama dengan dosis kedua sekitar empat minggu.

Baca Juga :  Status Darurat Bencana Diperpanjang

Ning Ita berharap, seluruh wali murid untuk tidak khawatir terkait pelaksanaan vaksinasi. Pasalnya, pelaksanaan ini bertujuan melindungi mereka agar di saat pelaksanaan tatap muka tak perlu khawatir lagi. ”Sebab kekebalan tubuh terhadap virus mematikan ini sudah ada di tubuh anak-anak. Maka saya sampaikan seluruh wali murid, jangan khawatir,” bebernya.

Terpisah, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes PPKB Kota Mojokerto dr Lily Nurlaily menerangkan, pemberian vaksin anak usia 6-11 tahun ini dilaksanakan sampai Jumat (24/12).  Vaksinator dari 15 Fasyankes akan diterjunkan. Diantaranya, enam puskesmas, enam RS, Klinik DKT, Klinik Polri (Klinik Bhayangkara) dan Klinik Cikko. ”Selain dilaksanakan di sekolah, baik SD/MI juga akan dilaksanakan vaksinasi di Puskesmas maupun RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo dengan membuka pendaftaran melalui web Gayatri,” tandasnya. (oce/adv/ron)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Vaksinasi Covid-19 mulai menyentuh kalangan siswa SD/MI. Di Kota Mojokerto, sebanyak 16.618 siswa akan menerima suntikan. Vaksinasi akan berlangsung hingga 24 Desember nanti.

Kemarin, (16/12) Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari meninjau secara langsung proses pelaksanaan vaksinasi di SD Negeri Balongsari V dan VI. Menurutnya, pemberian vaksin ini didasarkan pada Kemenkes dan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 66 Tahun 2021. ”Syarat pelaksanaan vaksinasi pada anak usia 6-11 tahun bisa dilaksanakan bagi Kabupaten/Kota dengan capaian vaksinasi dosis 1 lebih dari 70 persen dan capaian vaksinasi pada lansia lebih dari 60 persen. Karena kita sudah memenuhi kriteria tersebut, maka kita bisa melaksanakan vaksinasi untuk anak SD,” ujarnya.  

Perempuan akrab disapa Ning Ita ini menuturkan, sasaran vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Kota, sejumlah 12.534 siswa. Namun, karena siswa SD di Kota juga banyak dari luar daerah, maka jumlahnya bertambah menjadi 16.618 siswa. ”Jadi, semua pelajar yang bersekolah di kota meskipun domisili di luar kota, tetap kita ikutkan untuk vaksinasi di sekolahnya. Namun, semua proses vaksinasi harus tetap menggunakan surat izin dari orang tua,” paparnya.

Baca Juga :  Lima Orang Yang Diisolasi Negatif Korona

Untuk sementara, pelaksanaan vaksinasi anak yang dilaksanakan bulan ini hanya bisa menyasar siswa kelas III sampai IV saja. Itu sebanyak 11.079 siswa. Lantaran, siswa kelas I dan II baru saja mendapatkan vaksinasi campak. Sehingga, akan dilakukan vaksinasi Covid-19 tahun depan. ”Khusus untuk anak kelas I dan kelas II, sementara belum bisa dilakukan,” ujar Ning Ita.

Orang nomor satu di Kota Mojokerto ini memastikan, takaran dosis untuk anak-anak sudah disesuaikan oleh pihak Dinkes. Itu berdasarkan juknis dari Kementerian Kesehatan. ”Dosisnya sudah disesuaikan, berbeda dengan kita yang sudah dewasa. Kemudian jenis atau merek vaksin juga sudah ditentukan. Yaitu Sinovac dengan tingkat efikasi yang tidak terlalu tinggi, dosisnya pun demikian,” terangnya.

Adapun dosis yang diberikan sebanyak 0,5 mililiter untuk dua kali penyuntikan. Tentunya dengan jarak pemberian dosis pertama dengan dosis kedua sekitar empat minggu.

Baca Juga :  Vaksinasi Siswa SD Tunggu SMP Tuntas
- Advertisement -

Ning Ita berharap, seluruh wali murid untuk tidak khawatir terkait pelaksanaan vaksinasi. Pasalnya, pelaksanaan ini bertujuan melindungi mereka agar di saat pelaksanaan tatap muka tak perlu khawatir lagi. ”Sebab kekebalan tubuh terhadap virus mematikan ini sudah ada di tubuh anak-anak. Maka saya sampaikan seluruh wali murid, jangan khawatir,” bebernya.

Terpisah, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes PPKB Kota Mojokerto dr Lily Nurlaily menerangkan, pemberian vaksin anak usia 6-11 tahun ini dilaksanakan sampai Jumat (24/12).  Vaksinator dari 15 Fasyankes akan diterjunkan. Diantaranya, enam puskesmas, enam RS, Klinik DKT, Klinik Polri (Klinik Bhayangkara) dan Klinik Cikko. ”Selain dilaksanakan di sekolah, baik SD/MI juga akan dilaksanakan vaksinasi di Puskesmas maupun RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo dengan membuka pendaftaran melalui web Gayatri,” tandasnya. (oce/adv/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/