alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

ANBK SD, 368 Sekolah Menumpang

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ribuan siswa sekolah dasar (SD) menjalani Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), kemarin (15/11). Ratusan lembaga terpaksa menumpang lembaga pendidikan lain, hanya segelintir lembaga melaksanakan secara mandiri.

Seperti di SDN Domas, Kecamatan Trowulan. Mereka terpaksa melaksanakan ANBK di SMKN 1 Trowulan lantaran sekolah tak memiliki laboratorium komputer. ANBK yang digelar semi online tersebut harus menumpang selama empat hari. ’’Iya, kita menumpang sekolah lain karena tidak punya komputer sendiri. Tapi, Alhamdulillah tidak ada kendala yang berarti selama pelaksanaan ANBK,’’ ujar Kepala SDN Domas Hartini, kemarin.

Hartini menyebutkan ANBK hanya diikuti 16 siswa kelas V dibagi menjadi dua shift, pagi dan siang. Kemudian, pelaksanaannya hingga Kamis (18/11) mendatang. ’’Ya, kita berharap semoga tahun depan ada alokasi-lah untuk fasilitas komputer agar bisa dilakukan di sekolah sendiri. Jadi, tidak perlu menumpang ke sekolah lain,’’ harap dia.

Baca Juga :  Ning Ita Lirik Potensi Wisata Petik Sayur Kota

Terpisah, Kasi Kurikulum SD Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto Sutrisno mengatakan ini merupakan tahun pertama pelaksanaan ANBK. Total siswa yang mengikuti baik SD negeri maupun swasta ada sebanyak 9.083 orang dari 368 lembaga. Namun, tak semua siswa tersebut mengerjakan ANBK di sekolah mereka sendiri. ’’Untuk sekolah yang mandiri hanya ada 43 lembaga. Jadi, lebih banyak yang menumpang karena mereka tidak memiliki laboraturium komputer sendiri,’’ ujarnya, kemarin.

Masih kata Trisno, sekolah yang menumpang, pelaksanaannya di lembaga lain yang memiliki fasilitas komputer. Seperti, lembaga di tingkat SMP, SMA, atau SMK. Akibat minimnya fasilitas, ada lima SD yang juga menjadi tumpangan lembaga lain untuk pelaksanaan ANBK. Di antaranya, SDN Dinoyo 1, SDN Pandan, SDN Bangsal, SDN Sidomulyo dan SDN Sooko 1. ’’Ya, akhirnya pihak sekolah juga mengatur pelaksanaannya sampai sore juga, karena menjadi tumpangan sekolah lain,’’ terang dia.

Baca Juga :  Biomassa, Kurangi Emisi CO2 hingga 90 Persen

Trisno melanjutkan, jumlah peserta ANBK masing-masing sekolah sebanyak 30 siswa. Jumlah itu harus disediakan siswa cadangan 5 orang. Sehingga, jika ada siswa tidak hadir bisa digantikan siswa cadangan. ’’Sekolah yang memiliki kelas lima lebih 30 siswa tidak bisa ikut semua. Hanya 30 siswa itu yang bisa ikut,’’ lanjutnya. Sedang, penilaian ANBK digolongkan dalam empat poin diantaranya kemampuan literasi, numerasi, survei karakter siswa, dan survei lingkungan belajar siswa. (oce/fen)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ribuan siswa sekolah dasar (SD) menjalani Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), kemarin (15/11). Ratusan lembaga terpaksa menumpang lembaga pendidikan lain, hanya segelintir lembaga melaksanakan secara mandiri.

Seperti di SDN Domas, Kecamatan Trowulan. Mereka terpaksa melaksanakan ANBK di SMKN 1 Trowulan lantaran sekolah tak memiliki laboratorium komputer. ANBK yang digelar semi online tersebut harus menumpang selama empat hari. ’’Iya, kita menumpang sekolah lain karena tidak punya komputer sendiri. Tapi, Alhamdulillah tidak ada kendala yang berarti selama pelaksanaan ANBK,’’ ujar Kepala SDN Domas Hartini, kemarin.

Hartini menyebutkan ANBK hanya diikuti 16 siswa kelas V dibagi menjadi dua shift, pagi dan siang. Kemudian, pelaksanaannya hingga Kamis (18/11) mendatang. ’’Ya, kita berharap semoga tahun depan ada alokasi-lah untuk fasilitas komputer agar bisa dilakukan di sekolah sendiri. Jadi, tidak perlu menumpang ke sekolah lain,’’ harap dia.

Baca Juga :  Manjakan Tubuh dengan Sajian Wedang Uwuh

Terpisah, Kasi Kurikulum SD Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto Sutrisno mengatakan ini merupakan tahun pertama pelaksanaan ANBK. Total siswa yang mengikuti baik SD negeri maupun swasta ada sebanyak 9.083 orang dari 368 lembaga. Namun, tak semua siswa tersebut mengerjakan ANBK di sekolah mereka sendiri. ’’Untuk sekolah yang mandiri hanya ada 43 lembaga. Jadi, lebih banyak yang menumpang karena mereka tidak memiliki laboraturium komputer sendiri,’’ ujarnya, kemarin.

Masih kata Trisno, sekolah yang menumpang, pelaksanaannya di lembaga lain yang memiliki fasilitas komputer. Seperti, lembaga di tingkat SMP, SMA, atau SMK. Akibat minimnya fasilitas, ada lima SD yang juga menjadi tumpangan lembaga lain untuk pelaksanaan ANBK. Di antaranya, SDN Dinoyo 1, SDN Pandan, SDN Bangsal, SDN Sidomulyo dan SDN Sooko 1. ’’Ya, akhirnya pihak sekolah juga mengatur pelaksanaannya sampai sore juga, karena menjadi tumpangan sekolah lain,’’ terang dia.

Baca Juga :  Peminat Daging Turun

Trisno melanjutkan, jumlah peserta ANBK masing-masing sekolah sebanyak 30 siswa. Jumlah itu harus disediakan siswa cadangan 5 orang. Sehingga, jika ada siswa tidak hadir bisa digantikan siswa cadangan. ’’Sekolah yang memiliki kelas lima lebih 30 siswa tidak bisa ikut semua. Hanya 30 siswa itu yang bisa ikut,’’ lanjutnya. Sedang, penilaian ANBK digolongkan dalam empat poin diantaranya kemampuan literasi, numerasi, survei karakter siswa, dan survei lingkungan belajar siswa. (oce/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/