alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Jaminan Kecelakaan dan Kematian Pegawai Non-ASN Pemkot Dicover

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Meningkatkan kesejahteraan pegawai non-aparatur sipil negara (ASN), terus dilakukan Pemerintah Kota Mojokerto. Hal ini dibuktikan dengan adanya kebijakan pemerintah daerah yang memberikan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi seluruh pegawai non-ASN.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menjelaskan, kebijakan yang diambil dalam menyejahterakan pegawai non-ASN merupakan sinergitas antara pemerintah daerah dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Yang mana, di bawah Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) diharapkan seluruh warga negara Indonesia dapat menerima perlindungan yang layak.

Seperti dari dampak yang merugikan atau penurunan pendapatan akibat sakit, kecelakaan kerja, usia lanjut, pensiun, maupun kematian. Untuk itu, Pemerintah Kota Mojokerto memberikan perlindungan kepada seluruh pegawai non-ASN. Di antaranya ketua RT/RW (859 penerima), pegawai non-ASN (3.521 penerima), dan perusahaan/badan usaha (7.910 penerima).

Dari data BPJS Ketenagakerjaan, penerima JKK-JKM yang telah mendapatkan haknya terhitung sejak bulan Januari hingga 16 November 2020 sebanyak 7 orang. Di antara, 2 orang mengalami kecelakaan kerja meninggal dan 5 lainnya mengalami kecelakaan kerja. Untuk penerima JKK-JKM yang mengalami kecelakaan kerja meninggal, bantuan diberikan kepada keluarga almarhum.

Baca Juga :  Peringati Tahun Baru Islam, Napi Khataman Alquran

’’Melalui Peraturan Daerah Kota Mojokerto Nomor 9 Tahun 2019 tentang Pengaturan Jaminan Sosial Daerah dan Peraturan Wali Kota Mojokerto Nomor 94 tentang Pelaksanaan Kepatuhan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, kami bertekad menyejahterakan para pekerja formal, informal maupun non-ASN dengan jaminan sosial,’’ tegas Ning Ita, sapaan akrab wali kota, Senin (16/11).

Untuk tahun depan, lanjut wali kota perempuan pertama di Mojokerto ini, Pemerintah Kota Mojokerto akan memperluas sasaran dalam memberikan JKK-JKM. Yakni kepada tenaga keagamaan sebanyak 1.894 penerima (Guru TPQ, Modin, Muazin, Takmir Masjid/Musala, Kebersihan Masjid, Penjaga Makam, Pemandi Jenazah, Guru Sekolah Minggu, Koster dan Hufaz) serta jaminan kesejahteraan untuk keluarga.

’’Kami juga mengupayakan seluruh pegawai bukan penyelenggara negara maupun pegawai penyelenggara negara (non-ASN), juga mendapatkan manfaat bantuan subsidi upah (BSU) pemerintah dengan gaji di bawah Rp 5 juta. Untuk pegawai bukan penyelenggara negara sebanyak 9.626 penerima. Sedangkan pegawai non-ASN sebanyak 2.665 penerima,’’ jelas Ning Ita.

Baca Juga :  Sungai Gunting Penyebab Banjir Jadi Tanggung Jawab BBWS Brantas

Melalui program JKK-JKM yang diberikan selama ini, Pemerintah Kota Mojokerto masuk nominasi 10 besar pada Paritrana Award 2020. Di mana, Kota Mojokerto menjadi satu-satunya kabupaten/kota yang mewakili Provinsi Jawa Timur pada penganugerahan yang diinisiasi pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko-PMK) bersama BPJS Ketenagakerjaan.

Kebijakan yang bersinergi ini pun mendapatkan apresiasi dari Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Mojokerto Dwi Endah Aprilistyani. Ia mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Kota Mojokerto dalam mendukung program negara terkait perlindungan

jaminan sosial Ketenagakerjaan di wilayah kerja Pemerintah Kota Mojokerto. ’’Pemerintah Kota Mojokerto telah mengimplementasikan program tersebut dengan mendaftarkan seluruh pegawai non-ASN Kota Mojokerto dalam perlindungan jaminaan sosial Ketenagakerjaan pada dua program (jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian). Semoga, ke depannya sinergi Pemerintah Kota Mojokerto dan BPJamsostek dalam memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat pekerja dapat terus ditingkatkan,’’ tandasnya. (ry/adv)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Meningkatkan kesejahteraan pegawai non-aparatur sipil negara (ASN), terus dilakukan Pemerintah Kota Mojokerto. Hal ini dibuktikan dengan adanya kebijakan pemerintah daerah yang memberikan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi seluruh pegawai non-ASN.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menjelaskan, kebijakan yang diambil dalam menyejahterakan pegawai non-ASN merupakan sinergitas antara pemerintah daerah dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Yang mana, di bawah Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) diharapkan seluruh warga negara Indonesia dapat menerima perlindungan yang layak.

Seperti dari dampak yang merugikan atau penurunan pendapatan akibat sakit, kecelakaan kerja, usia lanjut, pensiun, maupun kematian. Untuk itu, Pemerintah Kota Mojokerto memberikan perlindungan kepada seluruh pegawai non-ASN. Di antaranya ketua RT/RW (859 penerima), pegawai non-ASN (3.521 penerima), dan perusahaan/badan usaha (7.910 penerima).

Dari data BPJS Ketenagakerjaan, penerima JKK-JKM yang telah mendapatkan haknya terhitung sejak bulan Januari hingga 16 November 2020 sebanyak 7 orang. Di antara, 2 orang mengalami kecelakaan kerja meninggal dan 5 lainnya mengalami kecelakaan kerja. Untuk penerima JKK-JKM yang mengalami kecelakaan kerja meninggal, bantuan diberikan kepada keluarga almarhum.

Baca Juga :  Peringati Tahun Baru Islam, Napi Khataman Alquran

’’Melalui Peraturan Daerah Kota Mojokerto Nomor 9 Tahun 2019 tentang Pengaturan Jaminan Sosial Daerah dan Peraturan Wali Kota Mojokerto Nomor 94 tentang Pelaksanaan Kepatuhan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, kami bertekad menyejahterakan para pekerja formal, informal maupun non-ASN dengan jaminan sosial,’’ tegas Ning Ita, sapaan akrab wali kota, Senin (16/11).

Untuk tahun depan, lanjut wali kota perempuan pertama di Mojokerto ini, Pemerintah Kota Mojokerto akan memperluas sasaran dalam memberikan JKK-JKM. Yakni kepada tenaga keagamaan sebanyak 1.894 penerima (Guru TPQ, Modin, Muazin, Takmir Masjid/Musala, Kebersihan Masjid, Penjaga Makam, Pemandi Jenazah, Guru Sekolah Minggu, Koster dan Hufaz) serta jaminan kesejahteraan untuk keluarga.

- Advertisement -

’’Kami juga mengupayakan seluruh pegawai bukan penyelenggara negara maupun pegawai penyelenggara negara (non-ASN), juga mendapatkan manfaat bantuan subsidi upah (BSU) pemerintah dengan gaji di bawah Rp 5 juta. Untuk pegawai bukan penyelenggara negara sebanyak 9.626 penerima. Sedangkan pegawai non-ASN sebanyak 2.665 penerima,’’ jelas Ning Ita.

Baca Juga :  Nilai Tawar Lobster ”Tawar”

Melalui program JKK-JKM yang diberikan selama ini, Pemerintah Kota Mojokerto masuk nominasi 10 besar pada Paritrana Award 2020. Di mana, Kota Mojokerto menjadi satu-satunya kabupaten/kota yang mewakili Provinsi Jawa Timur pada penganugerahan yang diinisiasi pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko-PMK) bersama BPJS Ketenagakerjaan.

Kebijakan yang bersinergi ini pun mendapatkan apresiasi dari Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Mojokerto Dwi Endah Aprilistyani. Ia mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Kota Mojokerto dalam mendukung program negara terkait perlindungan

jaminan sosial Ketenagakerjaan di wilayah kerja Pemerintah Kota Mojokerto. ’’Pemerintah Kota Mojokerto telah mengimplementasikan program tersebut dengan mendaftarkan seluruh pegawai non-ASN Kota Mojokerto dalam perlindungan jaminaan sosial Ketenagakerjaan pada dua program (jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian). Semoga, ke depannya sinergi Pemerintah Kota Mojokerto dan BPJamsostek dalam memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat pekerja dapat terus ditingkatkan,’’ tandasnya. (ry/adv)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/