alexametrics
31.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

8 Bulan, 338 Orang Terjangkit HIV/AIDS

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Jumlah kasus Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) selama pandemi Covid-19 di Kabupaten Mojokerto bak gunung es. Bahkan, saat ini mengalami peningkatan sekitar 20 persen. Selama 10 terakhir, jumlah ODHA didominasi usia produktif.

”Terus meningkat jumlahnya. Itu data terbaru sampai Agustus. Untuk November dan Desember pasti tambah lagi,” ujar dr Langit Kresna Janitra, Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Senin (16/11).

Dari jumlah 6.602 jiwa yang diuji HIV/AIDS, perhitungan sejak Januari hingga Agustus lalu total ada 338 ODHA. Di antaranya, 40 kasus positif baru dan 298 lainnya sudah menjalani masa pengobatan. Dari 40 kasus positif baru tersebut jumlah terbanyak masih didominasi oleh kalangan umum. ”Jumlah tertinggi masih dari kalangan umum, total ada 23 orang. Termasuk pekerja seks komersial (PSK) kami masukkan ke golongan ini,” ungkapnya.

Baca Juga :  Sekolah Islam Berbudaya dan Berkarakter Pesantren

Untuk kategori lain berasal dari pelanggan PSK, pasangan dengan risiko tinggi, ibu hamil (bumil) dan pria penyuka sesama jenis. Para ODHA tersebut 98 persen terpapar virus akibat hubungan seksual yang tidak aman dan berganti-ganti pasangan. Penyakit mereka baru terdeteksi saat yang bersangkutan mengalami sakit.

Sehingga baru dilanjutkan dengan proses pemeriksaan HIV/AIDS. ”Jadi sasaran pencegahan semua umur. Setiap ibu hamil wajib dilakukan tes HIV/AIDS. Karena bisa dijadikan deteksi dini jangan sampai si anak tertular atau bahkan orang lain,” paparnya.

Langit menambahkan, proses pengobatan ODHA akan berlangsung selamanya. Sehingga setiap tahun pasti jumlah kasus akan mengalami peningkatan. Untuk itu, pihaknya terus melakukan poses pendampingan kepada para ODHA. ”Bisa ditekan kasusnya, kalau masyarakat tetap menerapkan hidup sehat dan menghindari kontak darah dengan ODHA. Apalagi pandemi ini, yang penting kekebalan tubuh harus tetap terjaga,” tukasnya. (oce)

Baca Juga :  Ustad dan Santri Jadi Sasaran Beasiswa Kemenag

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Jumlah kasus Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) selama pandemi Covid-19 di Kabupaten Mojokerto bak gunung es. Bahkan, saat ini mengalami peningkatan sekitar 20 persen. Selama 10 terakhir, jumlah ODHA didominasi usia produktif.

”Terus meningkat jumlahnya. Itu data terbaru sampai Agustus. Untuk November dan Desember pasti tambah lagi,” ujar dr Langit Kresna Janitra, Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Senin (16/11).

Dari jumlah 6.602 jiwa yang diuji HIV/AIDS, perhitungan sejak Januari hingga Agustus lalu total ada 338 ODHA. Di antaranya, 40 kasus positif baru dan 298 lainnya sudah menjalani masa pengobatan. Dari 40 kasus positif baru tersebut jumlah terbanyak masih didominasi oleh kalangan umum. ”Jumlah tertinggi masih dari kalangan umum, total ada 23 orang. Termasuk pekerja seks komersial (PSK) kami masukkan ke golongan ini,” ungkapnya.

Baca Juga :  Arena Balap Liar Digulung Polisi

Untuk kategori lain berasal dari pelanggan PSK, pasangan dengan risiko tinggi, ibu hamil (bumil) dan pria penyuka sesama jenis. Para ODHA tersebut 98 persen terpapar virus akibat hubungan seksual yang tidak aman dan berganti-ganti pasangan. Penyakit mereka baru terdeteksi saat yang bersangkutan mengalami sakit.

Sehingga baru dilanjutkan dengan proses pemeriksaan HIV/AIDS. ”Jadi sasaran pencegahan semua umur. Setiap ibu hamil wajib dilakukan tes HIV/AIDS. Karena bisa dijadikan deteksi dini jangan sampai si anak tertular atau bahkan orang lain,” paparnya.

Langit menambahkan, proses pengobatan ODHA akan berlangsung selamanya. Sehingga setiap tahun pasti jumlah kasus akan mengalami peningkatan. Untuk itu, pihaknya terus melakukan poses pendampingan kepada para ODHA. ”Bisa ditekan kasusnya, kalau masyarakat tetap menerapkan hidup sehat dan menghindari kontak darah dengan ODHA. Apalagi pandemi ini, yang penting kekebalan tubuh harus tetap terjaga,” tukasnya. (oce)

Baca Juga :  Ustad dan Santri Jadi Sasaran Beasiswa Kemenag

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/