alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Safari Muharam

SAAT ini kita telah memasuki Bulan Muharam 1440 H. Tahun baru bagi seluruh umat muslim di dunia. Makna harfiah dari Muharam adalah diharamkannya peperangan dan segala konflik, karena dalam Alquran telah disebutkan: Bahwa bulan Muharam merupakan salah satu dari empat bulan yang dimuliakan oleh Allah (arba’atun hurum).

Pada bulan ini menurut Fakhruddin Ar-Razi, setiap perbuatan maksiat akan mendapatkan siksa yang lebih dahsyat. Sebaliknya jika pada bulan ini diisi dengan amal ibadah maka akan dilipatgandakan pahalanya. Pada bulan Muharam terdapat hari yang istimewa. Yakni, pada tanggal 10 atau disebut hari Asyura.

Hari Asyura adalah lautan momentum yang luar biasa. Di mana setiap kisahnya merupakan keutamaan yang diberikan Allah untuk para Nabi yang mulia. Pertama, kemenangan Nabiyullah Musa As atas Firaun. Kedua, selamatnya umat Nabi Nuh As dari bencana banjir dengan menaiki kapal.

Ketiga, keselamatan atas Nabi Yunus As yang keluar dari perut ikan. Keempat, ampunan Allah kepada Nabiyullah Adam As atas kesalahan yang dilakukan sebelum diturunkan ke bumi. Kelima, diangkatnya Nabi Yusuf As dari sumur pembuangan oleh saudara-saudaranya. Keenam, kelahiran Nabiyullah Isa As. Ketujuh, ampunan Allah kepada Nabi Daud As. Kedelapan, kelahiran Nabi Ibrahim As.

Kesembilan, kembalinya penglihatan Nabi Yaqub As setelah menangisi kepergian putranya, Nabi Yusuf. Dan kesepuluh, merupakan kasih sayang Allah untuk kekasih-Nya, Muhammad, dengan menghapus kesalahan Nabi Muhammad yang telah lampau dan yang akan datang.

Hikmah yang dapat kita petik dari momen bersejarah hari Asyura adalah kita dapat mencontoh akhlak para nabi. Tentang bagaimana cara kita berkomunikasi dan berkontemplasi sebagaimana Nabi Musa yang Kalimullah. Ketaatan tanpa syarat kepada Allah sebagaimana Nabi Nuh yang membuat kapal dan mengajak ummatnya untuk menaikinya mengikuti perintah Allah.

Bersikap optimis dan husnudzon kepada Allah sebagaimana Nabi Yunus yang berada di dalam perut ikan dan dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk selamat.  Senantiasa memohon maghfiroh Allah sebagaimana Nabiyullah Adam yang tidak pernah putus asa bertaubat selama 40 tahun untuk memohon ampunan Allah.

Bersabar dan tidak membalas dendam di tengah lingkungan yang tidak diinginkan, layaknya Nabiyullah Yusuf yang tidak diharapkan keberadaannya. Menyingkirkan sikap ketuhanan dalam diri karena merasa superior. Sebagaimana Nabiyullah Isa yang tetap merisalahkan ketauhidan sekalipun kelahirannya dikultuskan.

Baca Juga :  Pabrik Terbakar, Sawah Tercemar Limbah, Hektaran Tanaman Mati

Merasa yakin bahwa yang dipisahkan oleh Allah akan dipertemukan sebagaimana Nabi Yaqub yang menjadi buta lantaran menangisi kepergian putra kesayangan Nabiyullah Yusuf dan pada akhirnya dipertemukan kembali dan sembuhlah penglihatannya.

Pada momen di mana Allah menciptakan kekasih-Nya yang suci dan tanpa dosa, pada saat itulah kita memperbanyak membaca salawat agar kita mendapatkan syafaat Nabi Muhammad SAW. Pada hari ke-9 dan ke-10 Bulan Muharam, kaum muslim disunahkan untuk berpuasa, karena pahala dari berpuasa di hari Asyura dapat menghapus dosa satu tahun yang telah lalu.

Hari Asyura juga disebut dengan Idul Yatama atau Lebaran untuk para yatim. Tak sedikit perorangan ataupun lembaga yang mengejar kemuliaan 10 Muharam dengan menyisihkan sebagian harta untuk diberikan kepada yatim piatu. Begitu pula BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) Kota Mojokerto yang memberikan santunan pada anak yatim melalui acara Safari Muharam, tepat pada 10 Muharam 1440 H.

Ada 7 Panti Asuhan di Kota Mojokerto yang akan didatangi dan mendapatkan santunan. Diharapkan pada acara Safari Muharram ini BAZNAS sebagai wakil dari para donatur infak dan sedekah dapat bersilaturahim dengan anak yatim dan dapat mendistribusikan santunan dengan tepat sasaran.

Pada Bulan Ramadhan 1439 H, BAZNAS Kota Mojokerto mengadakan buka bersama 500 yatim nonpanti dengan bingkisan berupa tas dan keperluan alat sekolah. Jadi, santunan tidak hanya fokus pada anak yatim panti, tetapi juga non panti.

Perlu diketahui bahwa objek penerima santunan ini adalah anak yatim, ada klasifikasi penyaluran dana terkait zakat, infak dan sedekah. Sekalipun BAZNAS bergerak dalam pengumpul dan pendistribusian zakat, BAZNAS juga berperan dalam pengolahan dana selain zakat, seperti infak, sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya (UU No. 23 tahun 2011 pasal 28 tentang Pengelolaan Zakat).

Untuk zakat memang sudah pasti distribusinya, yaitu untuk 8 ashnaf, tetapi jika penerimanya adalah anak yatim maka sumber dananya diambilkan dari dana infak dan sedekah atau dana sosial keagamaan lainnya. Apabila anak yatim tersebut sudah akil baligh maka keyatimannya berakhir. Hal ini berdasarkan kaidah syari sebagaimana hadis yang diriwayatkan Ibnu Abbas RA: Sesungguhnya sebutan yatim itu putus bila ia sudah baligh dan menjadi dewasa.

Safari Muharam tahun ini merupakan kegiatan Muharam perdana yang dilaksanakan BAZNAS. Diharapkan kegiatan ini akan berkesinambungan di tahun berikutnya dan santunan untuk anak yatim tidak hanya diberikan saat Ramadan dan Muharam saja. Tetapi di bulan-bulan lain mampu menyantuni juga memberikan modal untuk pengelola panti atau yatim nonpanti agar kelak bisa menjadi yatim yang bermental mandiri dan mampu membekali diri ke depan dari segi ekonomi.

Baca Juga :  Pemerintah Dorong Pemulihan Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Safari Muharam BAZNAS adalah salah satu syiar Islam untuk menekankan betapa pentingnya menyayangi dan menyantuni anak yatim. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa: Rasulullah SAW sangat menyayangi anak-anak yatim. Dan beliau lebih menyayangi lagi pada hari Asyura (tanggal 10 Muharam). Di mana pada tanggal tersebut, beliau menjamu dan bersedekah bukan hanya kepada anak yatim, tapi juga keluarganya.

Dalam hadis lain disebutkan: Barangsiapa berpuasa para hari Asyura, niscaya Allah akan memberikan seribu pahala malaikat dan pahala sepuluh ribu para syuhada. Barang siapa mengusap kepala anak yatim pada hari Asyura, niscaya Allah mengangkat derajatnya pada setiap rambut yang diusapkan pada anak yatim.

Ada yang memaknai mengusap rambut ini secara hakiki (tekstual) sebagaimana dalam redaksi hadits “mengusap rambut”, ada yang memaknai secara kontekstual. Yakni, menunjukkan sikap kasih sayang dalam ucapan dan perbuatan, menyantuni mereka baik berupa penghidupan atau pendidikan yang layak. Tradisi menyantuni anak yatim pada hari Asyura memang sudah ada sejak zaman Nabi hingga muncul istilah Idul Yatama.

Namun, yang dimaksud Idul Yatama bukanlah hari raya seperti Idul Fitri atau Idul Adha, melainkan momen untuk membahagiakan hati anak-anak yatim. Juga waktu yang tepat untuk mengingatkan orang yang selama ini acuh tak acuh agar terbuka mata hatinya sehingga mau memperhatikan nasib anak-anak yatim. Idul Yatama tidak pula dimaksudkan bahwa santunan kepada anak yatim hanya berlangsung pada hari Asyura saja, karena menyantuni anak yatim bisa dilakukan kapanpun dan di manapun.

 *)Penulis adalah Ketua BAZNAS Kota Mojokerto

 

SAAT ini kita telah memasuki Bulan Muharam 1440 H. Tahun baru bagi seluruh umat muslim di dunia. Makna harfiah dari Muharam adalah diharamkannya peperangan dan segala konflik, karena dalam Alquran telah disebutkan: Bahwa bulan Muharam merupakan salah satu dari empat bulan yang dimuliakan oleh Allah (arba’atun hurum).

Pada bulan ini menurut Fakhruddin Ar-Razi, setiap perbuatan maksiat akan mendapatkan siksa yang lebih dahsyat. Sebaliknya jika pada bulan ini diisi dengan amal ibadah maka akan dilipatgandakan pahalanya. Pada bulan Muharam terdapat hari yang istimewa. Yakni, pada tanggal 10 atau disebut hari Asyura.

Hari Asyura adalah lautan momentum yang luar biasa. Di mana setiap kisahnya merupakan keutamaan yang diberikan Allah untuk para Nabi yang mulia. Pertama, kemenangan Nabiyullah Musa As atas Firaun. Kedua, selamatnya umat Nabi Nuh As dari bencana banjir dengan menaiki kapal.

Ketiga, keselamatan atas Nabi Yunus As yang keluar dari perut ikan. Keempat, ampunan Allah kepada Nabiyullah Adam As atas kesalahan yang dilakukan sebelum diturunkan ke bumi. Kelima, diangkatnya Nabi Yusuf As dari sumur pembuangan oleh saudara-saudaranya. Keenam, kelahiran Nabiyullah Isa As. Ketujuh, ampunan Allah kepada Nabi Daud As. Kedelapan, kelahiran Nabi Ibrahim As.

- Advertisement -

Kesembilan, kembalinya penglihatan Nabi Yaqub As setelah menangisi kepergian putranya, Nabi Yusuf. Dan kesepuluh, merupakan kasih sayang Allah untuk kekasih-Nya, Muhammad, dengan menghapus kesalahan Nabi Muhammad yang telah lampau dan yang akan datang.

Hikmah yang dapat kita petik dari momen bersejarah hari Asyura adalah kita dapat mencontoh akhlak para nabi. Tentang bagaimana cara kita berkomunikasi dan berkontemplasi sebagaimana Nabi Musa yang Kalimullah. Ketaatan tanpa syarat kepada Allah sebagaimana Nabi Nuh yang membuat kapal dan mengajak ummatnya untuk menaikinya mengikuti perintah Allah.

Bersikap optimis dan husnudzon kepada Allah sebagaimana Nabi Yunus yang berada di dalam perut ikan dan dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk selamat.  Senantiasa memohon maghfiroh Allah sebagaimana Nabiyullah Adam yang tidak pernah putus asa bertaubat selama 40 tahun untuk memohon ampunan Allah.

Bersabar dan tidak membalas dendam di tengah lingkungan yang tidak diinginkan, layaknya Nabiyullah Yusuf yang tidak diharapkan keberadaannya. Menyingkirkan sikap ketuhanan dalam diri karena merasa superior. Sebagaimana Nabiyullah Isa yang tetap merisalahkan ketauhidan sekalipun kelahirannya dikultuskan.

Baca Juga :  Karaoke dan Panti Pijat Wajib Tutup

Merasa yakin bahwa yang dipisahkan oleh Allah akan dipertemukan sebagaimana Nabi Yaqub yang menjadi buta lantaran menangisi kepergian putra kesayangan Nabiyullah Yusuf dan pada akhirnya dipertemukan kembali dan sembuhlah penglihatannya.

Pada momen di mana Allah menciptakan kekasih-Nya yang suci dan tanpa dosa, pada saat itulah kita memperbanyak membaca salawat agar kita mendapatkan syafaat Nabi Muhammad SAW. Pada hari ke-9 dan ke-10 Bulan Muharam, kaum muslim disunahkan untuk berpuasa, karena pahala dari berpuasa di hari Asyura dapat menghapus dosa satu tahun yang telah lalu.

Hari Asyura juga disebut dengan Idul Yatama atau Lebaran untuk para yatim. Tak sedikit perorangan ataupun lembaga yang mengejar kemuliaan 10 Muharam dengan menyisihkan sebagian harta untuk diberikan kepada yatim piatu. Begitu pula BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) Kota Mojokerto yang memberikan santunan pada anak yatim melalui acara Safari Muharam, tepat pada 10 Muharam 1440 H.

Ada 7 Panti Asuhan di Kota Mojokerto yang akan didatangi dan mendapatkan santunan. Diharapkan pada acara Safari Muharram ini BAZNAS sebagai wakil dari para donatur infak dan sedekah dapat bersilaturahim dengan anak yatim dan dapat mendistribusikan santunan dengan tepat sasaran.

Pada Bulan Ramadhan 1439 H, BAZNAS Kota Mojokerto mengadakan buka bersama 500 yatim nonpanti dengan bingkisan berupa tas dan keperluan alat sekolah. Jadi, santunan tidak hanya fokus pada anak yatim panti, tetapi juga non panti.

Perlu diketahui bahwa objek penerima santunan ini adalah anak yatim, ada klasifikasi penyaluran dana terkait zakat, infak dan sedekah. Sekalipun BAZNAS bergerak dalam pengumpul dan pendistribusian zakat, BAZNAS juga berperan dalam pengolahan dana selain zakat, seperti infak, sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya (UU No. 23 tahun 2011 pasal 28 tentang Pengelolaan Zakat).

Untuk zakat memang sudah pasti distribusinya, yaitu untuk 8 ashnaf, tetapi jika penerimanya adalah anak yatim maka sumber dananya diambilkan dari dana infak dan sedekah atau dana sosial keagamaan lainnya. Apabila anak yatim tersebut sudah akil baligh maka keyatimannya berakhir. Hal ini berdasarkan kaidah syari sebagaimana hadis yang diriwayatkan Ibnu Abbas RA: Sesungguhnya sebutan yatim itu putus bila ia sudah baligh dan menjadi dewasa.

Safari Muharam tahun ini merupakan kegiatan Muharam perdana yang dilaksanakan BAZNAS. Diharapkan kegiatan ini akan berkesinambungan di tahun berikutnya dan santunan untuk anak yatim tidak hanya diberikan saat Ramadan dan Muharam saja. Tetapi di bulan-bulan lain mampu menyantuni juga memberikan modal untuk pengelola panti atau yatim nonpanti agar kelak bisa menjadi yatim yang bermental mandiri dan mampu membekali diri ke depan dari segi ekonomi.

Baca Juga :  Data Penerima Bansos Dibuka ke Publik, Pemkot Tampung 1.125 Pengaduan

Safari Muharam BAZNAS adalah salah satu syiar Islam untuk menekankan betapa pentingnya menyayangi dan menyantuni anak yatim. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa: Rasulullah SAW sangat menyayangi anak-anak yatim. Dan beliau lebih menyayangi lagi pada hari Asyura (tanggal 10 Muharam). Di mana pada tanggal tersebut, beliau menjamu dan bersedekah bukan hanya kepada anak yatim, tapi juga keluarganya.

Dalam hadis lain disebutkan: Barangsiapa berpuasa para hari Asyura, niscaya Allah akan memberikan seribu pahala malaikat dan pahala sepuluh ribu para syuhada. Barang siapa mengusap kepala anak yatim pada hari Asyura, niscaya Allah mengangkat derajatnya pada setiap rambut yang diusapkan pada anak yatim.

Ada yang memaknai mengusap rambut ini secara hakiki (tekstual) sebagaimana dalam redaksi hadits “mengusap rambut”, ada yang memaknai secara kontekstual. Yakni, menunjukkan sikap kasih sayang dalam ucapan dan perbuatan, menyantuni mereka baik berupa penghidupan atau pendidikan yang layak. Tradisi menyantuni anak yatim pada hari Asyura memang sudah ada sejak zaman Nabi hingga muncul istilah Idul Yatama.

Namun, yang dimaksud Idul Yatama bukanlah hari raya seperti Idul Fitri atau Idul Adha, melainkan momen untuk membahagiakan hati anak-anak yatim. Juga waktu yang tepat untuk mengingatkan orang yang selama ini acuh tak acuh agar terbuka mata hatinya sehingga mau memperhatikan nasib anak-anak yatim. Idul Yatama tidak pula dimaksudkan bahwa santunan kepada anak yatim hanya berlangsung pada hari Asyura saja, karena menyantuni anak yatim bisa dilakukan kapanpun dan di manapun.

 *)Penulis adalah Ketua BAZNAS Kota Mojokerto

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/