alexametrics
31.1 C
Mojokerto
Wednesday, May 25, 2022

Bupati Gelorakan Gotong Royong dan Optimisme Bangkit

Momentum HUT Ke-76 RI ini jangan biarkan masyarakat terpuruk dengan keadaan. Momen kemerdekaan ini harus menjadi semangat baru dalam memupuk semangat gotong royong dan optimisme bangkit di tengah pandemi Covid-19.

Demikian itu disampaikan Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati. Menurutnya, momen ini harus menjadi cambuk masyarakat untuk bisa bangkit di tengah pandemi Covid-19. Masyarakat harus menyadari kemerdekaan merupakan sesuatu yangh sangat berarti dan berharga. Sebab, kemerdekaan ini tidak diperoleh secara gratis dan menjadi hadiah, melainkan direbut dengan semangat perjuangan dan penuh pengorbanan para pahlawan yang tak ada bandingannya. ’’Kalau kita bandingkan pengorbanan karena pandemi Covid-19, tentu pengorbanan yang dilakukan jauh lebih besar dilakukan para pahlawan kemerdekaan,’’ tegasnya.

Situasi saat ini memang memunculkan pahlawan-pahlawan baru. Utamanya tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan dan terakhir dalam penanganan Covid-19. Selain harus mengorbankan waktu, tenaga, bahkan tak jarang mereka ikut terpapar hingga berguguran akibat keganasan virus ini. Namun, lanjut Ikfina, dengan situasi merdeka sekarang, semua itu bisa dilakukan dan diekspresikan tanpa tekanan, ancaman dari mana pun dan dari siapa pun.

Baca Juga :  Bupati Siapkan Mutasi Besar-besaran

Kondisi ini tentu tak sebanding dengan apa yang sudah dihadapi para pahlawan kemerdekaan. ’’Kalau para pahlawan kita dulu, harta dikasihkan harta, keluarganya direlakan, bahkan dirinya sendiri siap untuk tidak kembali ketika sudah melakukan perjuangan. Perjuangan untuk meraih kemerdekaan itu perjuangan yang tak ada hitungannya,’’ ujarnya.

Sehingga, hemat Ikfina, dengan situasi pandemi sekarang, masyarakat tak boleh terpuruk. Kemerdekaan yang sudah ada ini tak boleh dibiarkan sia-sia. Semua pihak harus bangkit dan memupuk gotong royong. ’’Dengan kondisi yang berat ini, justru saatnya kita membuktikan rasa nasionalisme kita. Kondisi seperti ini, negara butuh warganya untuk bisa berpartisipasi. Tidak harus seperti para pahlawan, tidak harus mengorbankan semuanya. Setidaknya mengerti, memahami, menghargai, itu sudah pengorbanan yang luar biasa bagi seorang warga negara,’’ paparnya.

Baca Juga :  Denpom V/2 Mojokerto Lucuti Stiker Militer di Kendaraan Warga Sipil

Seperti yang disampaikan Presiden Joko Widodo, pandemi saat ini, tak bisa dilakukan dan diselesaikan oleh satu orang. Melainkan semuanya harus ikut ambil peran. Semua harus bergotong royong, bekerja sama menjadikan momen kemerdekaan bagian penting dalam mempertahkan keamanan, ketertiban, dan kesehatan masyarakat Indonesia. ’’Jadi, kita harus selalu optimistis untuk bangkit dan bangkit,’’ tandasnya. 

Momentum HUT Ke-76 RI ini jangan biarkan masyarakat terpuruk dengan keadaan. Momen kemerdekaan ini harus menjadi semangat baru dalam memupuk semangat gotong royong dan optimisme bangkit di tengah pandemi Covid-19.

Demikian itu disampaikan Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati. Menurutnya, momen ini harus menjadi cambuk masyarakat untuk bisa bangkit di tengah pandemi Covid-19. Masyarakat harus menyadari kemerdekaan merupakan sesuatu yangh sangat berarti dan berharga. Sebab, kemerdekaan ini tidak diperoleh secara gratis dan menjadi hadiah, melainkan direbut dengan semangat perjuangan dan penuh pengorbanan para pahlawan yang tak ada bandingannya. ’’Kalau kita bandingkan pengorbanan karena pandemi Covid-19, tentu pengorbanan yang dilakukan jauh lebih besar dilakukan para pahlawan kemerdekaan,’’ tegasnya.

Situasi saat ini memang memunculkan pahlawan-pahlawan baru. Utamanya tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan dan terakhir dalam penanganan Covid-19. Selain harus mengorbankan waktu, tenaga, bahkan tak jarang mereka ikut terpapar hingga berguguran akibat keganasan virus ini. Namun, lanjut Ikfina, dengan situasi merdeka sekarang, semua itu bisa dilakukan dan diekspresikan tanpa tekanan, ancaman dari mana pun dan dari siapa pun.

Baca Juga :  Makam Khusus Korban Korona, Menuai Pro-Kontra

Kondisi ini tentu tak sebanding dengan apa yang sudah dihadapi para pahlawan kemerdekaan. ’’Kalau para pahlawan kita dulu, harta dikasihkan harta, keluarganya direlakan, bahkan dirinya sendiri siap untuk tidak kembali ketika sudah melakukan perjuangan. Perjuangan untuk meraih kemerdekaan itu perjuangan yang tak ada hitungannya,’’ ujarnya.

Sehingga, hemat Ikfina, dengan situasi pandemi sekarang, masyarakat tak boleh terpuruk. Kemerdekaan yang sudah ada ini tak boleh dibiarkan sia-sia. Semua pihak harus bangkit dan memupuk gotong royong. ’’Dengan kondisi yang berat ini, justru saatnya kita membuktikan rasa nasionalisme kita. Kondisi seperti ini, negara butuh warganya untuk bisa berpartisipasi. Tidak harus seperti para pahlawan, tidak harus mengorbankan semuanya. Setidaknya mengerti, memahami, menghargai, itu sudah pengorbanan yang luar biasa bagi seorang warga negara,’’ paparnya.

Baca Juga :  Denpom V/2 Mojokerto Lucuti Stiker Militer di Kendaraan Warga Sipil

Seperti yang disampaikan Presiden Joko Widodo, pandemi saat ini, tak bisa dilakukan dan diselesaikan oleh satu orang. Melainkan semuanya harus ikut ambil peran. Semua harus bergotong royong, bekerja sama menjadikan momen kemerdekaan bagian penting dalam mempertahkan keamanan, ketertiban, dan kesehatan masyarakat Indonesia. ’’Jadi, kita harus selalu optimistis untuk bangkit dan bangkit,’’ tandasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/