alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

10 Gerai Sunrise Mall Gulung Tikar, Perputaran Uang Miliaran Melayang

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penyewa toko (tenant) di Sunrise Mall Mojokerto sudah kehabisan napas. Penutupan total selama PPKM membuat jumlah gerai yang tumbang terus bertambah. Kendati sinyal relaksasi belum juga muncul, mereka yang bertahan mulai ancang-ancang buka.

Terhitung sejak 3 Juli lalu, tinggal empat dari 140 tenant yang buka. Setelah berusaha bertahan selama satu setengah bulan tanpa pemasukan, ratusan tenant itu mulai kelimpungan. Saat ini setidaknya sudah ada 10 tenant yang kukut. ’’Sebelumnya tujuh yang tutup (tidak perpanjang kontrak). Sekarang tambah tiga lagi (tidak perpanjang kontrak),’’ kata Chief Marketing Officer Sunrise Mall Andiyanto Vino.

Di hari terakhir perpanjangan PPKM jilid keempat kemarin (16/8), sejumlah tenant mulai persiapan buka. Tak kunjung beroperasinya mal berdampak hebat terhadap pemasukan mereka. Bahkan, 10 di antaranya menyatakan bangkrut dan gulung tikar. Mereka yang masih bertahan kini mulai ancang-ancang buka. Hal ini, menurut Vino, menjadi penanda para pemilik gerai tidak kuat lagi menahan beban. ’’Dan kalau (PPKM) diperpanjang lagi kemungkinan akan bertambah (tenant yang gulung tikar),’’ terangnya.

Baca Juga :  Waspada Penyakit Kolera, CJH Diminta Jaga Kebersihan

Sunrise Mall selama ini bisa dibilang sebagai salah satu pusat perputaran ekonomi di Kota Mojokerto. Setiap harinya transaksi uang mencapai ratusan juta. Namun, semenjak ditutup total, potensi perputaran bernilai miliaran menguap. ’’Kalau sehari Rp 100 juta, berarti sebulan saja sudah Rp 3 miliar yang hilang,’’ ujar dia.

Lebih dari itu, manajemen Sunrise Mall sendiri menanggung kerugian hingga miliaran. Penutupan mal berdampak terhadap nihilnya pemasukan dari penyewa toko. Suntikan dana terus dilakukan untuk menjaga supaya mal terbesar di Kota Mojokerto ini tak tumbang. ’’Tidak ada yang bayar wong mereka tidak ada pendapatan. Tapi kita tetap harus menghidupi pegawai dan operasional mal,’’ ungkap Vino.

Baca Juga :  Refocusing Anggaran untuk Minimalisir Dampak Pandemi Covid-19

Pihaknya bukan tanpa usaha. Sejumlah upaya permohonan relaksasi yang dilakukan pihak manajemen Sunrise Mall sejauh ini masih menemui jalan buntu. Pengajuan uji coba pembukaan mal ke pemerintah pusat dengan kartu vaksin untuk wilayah level 4 ditolak. ’’Karena itu ternyata untuk wilayah tertentu,’’ sebut Vino.

Vino berharap Kota Mojokerto bakal turun ke level 3 sehingga mal bisa beroperasi. Namun, jika tidak, pihaknya sedang mencari jalan lain untuk mencari solusi. Di antara dengan pengajuan permohonan relaksasi pengoperasian mal dengan batasan jam operasional dan kapasitas pengunjung ke pemkot. ’’Harapannya hanya turun ke level 3. Kalau kita masih di level 4, surat itu sedang dipersiapkan untuk diajukan,’’ jelasnya. 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penyewa toko (tenant) di Sunrise Mall Mojokerto sudah kehabisan napas. Penutupan total selama PPKM membuat jumlah gerai yang tumbang terus bertambah. Kendati sinyal relaksasi belum juga muncul, mereka yang bertahan mulai ancang-ancang buka.

Terhitung sejak 3 Juli lalu, tinggal empat dari 140 tenant yang buka. Setelah berusaha bertahan selama satu setengah bulan tanpa pemasukan, ratusan tenant itu mulai kelimpungan. Saat ini setidaknya sudah ada 10 tenant yang kukut. ’’Sebelumnya tujuh yang tutup (tidak perpanjang kontrak). Sekarang tambah tiga lagi (tidak perpanjang kontrak),’’ kata Chief Marketing Officer Sunrise Mall Andiyanto Vino.

Di hari terakhir perpanjangan PPKM jilid keempat kemarin (16/8), sejumlah tenant mulai persiapan buka. Tak kunjung beroperasinya mal berdampak hebat terhadap pemasukan mereka. Bahkan, 10 di antaranya menyatakan bangkrut dan gulung tikar. Mereka yang masih bertahan kini mulai ancang-ancang buka. Hal ini, menurut Vino, menjadi penanda para pemilik gerai tidak kuat lagi menahan beban. ’’Dan kalau (PPKM) diperpanjang lagi kemungkinan akan bertambah (tenant yang gulung tikar),’’ terangnya.

Baca Juga :  Wawali Kota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria Berpulang

Sunrise Mall selama ini bisa dibilang sebagai salah satu pusat perputaran ekonomi di Kota Mojokerto. Setiap harinya transaksi uang mencapai ratusan juta. Namun, semenjak ditutup total, potensi perputaran bernilai miliaran menguap. ’’Kalau sehari Rp 100 juta, berarti sebulan saja sudah Rp 3 miliar yang hilang,’’ ujar dia.

Lebih dari itu, manajemen Sunrise Mall sendiri menanggung kerugian hingga miliaran. Penutupan mal berdampak terhadap nihilnya pemasukan dari penyewa toko. Suntikan dana terus dilakukan untuk menjaga supaya mal terbesar di Kota Mojokerto ini tak tumbang. ’’Tidak ada yang bayar wong mereka tidak ada pendapatan. Tapi kita tetap harus menghidupi pegawai dan operasional mal,’’ ungkap Vino.

Baca Juga :  Bupati Sikapi Polemik TPA Karangdiyeng

Pihaknya bukan tanpa usaha. Sejumlah upaya permohonan relaksasi yang dilakukan pihak manajemen Sunrise Mall sejauh ini masih menemui jalan buntu. Pengajuan uji coba pembukaan mal ke pemerintah pusat dengan kartu vaksin untuk wilayah level 4 ditolak. ’’Karena itu ternyata untuk wilayah tertentu,’’ sebut Vino.

- Advertisement -

Vino berharap Kota Mojokerto bakal turun ke level 3 sehingga mal bisa beroperasi. Namun, jika tidak, pihaknya sedang mencari jalan lain untuk mencari solusi. Di antara dengan pengajuan permohonan relaksasi pengoperasian mal dengan batasan jam operasional dan kapasitas pengunjung ke pemkot. ’’Harapannya hanya turun ke level 3. Kalau kita masih di level 4, surat itu sedang dipersiapkan untuk diajukan,’’ jelasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Terancam Hukuman Maksimal

PPDB SMA/SMK Dimulai


/