alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Friday, May 20, 2022

Tak Mengajar, Guru di SDN Kesiman Pun Kebingungan

MOJOKERTO – Kekosongan di lima dari enam kelas di SDN Kesiman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto membuat pihak sekolah melakukan perombakan kepada tenaga pengajar atau guru. Hal itu dilakukan agar mereka tetap mendapatkan jam mengajar.

Kepala SDN Kesiman, Wiyono mengatakan, jumlah tenaga pendidik di SDN Kesiman selama ini hanya enam orang. Rinciannya, terdiri atas tiga guru pegawai negeri sipil (PNS), termasuk kepala sekolah, dan tiga guru tidak tetap (GTT). ”Namun, karena tidak ada siswa di kelas, mungkin kita akan merombaknya,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Mojokerto Senin (17/7).

Sebab, guru yang berstatus PNS tersebut sebagai guru kelas. Sementara, kelas yang di dalamnya ada siswanya hanya satu ruang kelas saja. Yakni, di kelas V. Sedangkan di kelas I, II, III, IV dan VI tanpa satupun siswa bersekolah di lembaga pendidikan negeri ini.

Baca Juga :  Kabut Tebal Selimuti Kawasan Pacet

Agar tetap mendapat jam mengajar, otomatis, salah satu dari guru kelas harus mengajar ke sekolah lain. “Karena di kelas kan sudah terlanjur tidak ada siswanya,” katanya. Sementara itu, tiga GTT merupakan pengajar mata pelajaran pendidikan agama Islam, olahraga, dan bahasa Inggris. 

MOJOKERTO – Kekosongan di lima dari enam kelas di SDN Kesiman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto membuat pihak sekolah melakukan perombakan kepada tenaga pengajar atau guru. Hal itu dilakukan agar mereka tetap mendapatkan jam mengajar.

Kepala SDN Kesiman, Wiyono mengatakan, jumlah tenaga pendidik di SDN Kesiman selama ini hanya enam orang. Rinciannya, terdiri atas tiga guru pegawai negeri sipil (PNS), termasuk kepala sekolah, dan tiga guru tidak tetap (GTT). ”Namun, karena tidak ada siswa di kelas, mungkin kita akan merombaknya,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Mojokerto Senin (17/7).

Sebab, guru yang berstatus PNS tersebut sebagai guru kelas. Sementara, kelas yang di dalamnya ada siswanya hanya satu ruang kelas saja. Yakni, di kelas V. Sedangkan di kelas I, II, III, IV dan VI tanpa satupun siswa bersekolah di lembaga pendidikan negeri ini.

Baca Juga :  Angka Penderita Terus Naik, Gubernur Minta Pemkab Tambah BOR 50 Persen

Agar tetap mendapat jam mengajar, otomatis, salah satu dari guru kelas harus mengajar ke sekolah lain. “Karena di kelas kan sudah terlanjur tidak ada siswanya,” katanya. Sementara itu, tiga GTT merupakan pengajar mata pelajaran pendidikan agama Islam, olahraga, dan bahasa Inggris. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/