alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Friday, July 1, 2022

Ponpes yang Diduga Terafiliasi Khilafatul Muslimin Mendadak Kosong

Gerbang Tergembok, Tapi Pintu Ruangan Terbuka

KUTOREJO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pondok peaantren (ponpes) Ukhuwwah Islamiyyah (PPUI), di Dusun Pandanrejo, Desa Simbaringin, Kecamatan Kutorejo, yang diduga terafiliasi dengan ormas Khilafatul Muslimin sepi aktivitas.

Diduga, pihak ponpes sengaja mengosongkan gedung sementara waktu ini. Usai sebelumnya dikabarkan adanya penangkapan salah seorang pentolan Khilafatul Muslimin oleh Polda Metro Jaya di sana.

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, sejak Jumat (17/6) pagi, pesantren yang berdiri di antara pemukiman dan pekarangan warga itu tampak sepi. Gerbang utama ponpes tertutup rapat dan digembok.

Tidak ada aktivitas belajar mengajar maupun ibadah di sana. Seorang santri maupun pengurus pesantren pun tak tampak beraktivitas.

Baca Juga :  Sepekan Isolasi Mandiri, Ibu Hamil Meninggal Dunia

Dari luar gerbang, terlihat sejumlah pintu ponpes terbuka. Beberapa lampu di sudut gedung menyala di siang bolong. Seolah disengaja untuk ditinggal dalam kondisi tersebut.

Warga setempat mengaku heran akan kondisi itu. Terlebih, itu dilakukan secara tiba-tiba.

TERTUTUP RAPAT: Pintu gerbang Ponpes Ukhuwwah Islamiyyah (PPUI), di Dusun Pandanrejo, Desa Simbaringin, Kecamatan Kutorejo, digembok.

“Kemarin (16/6) masih ada orang, masih ada aktivitas di dalam. Gak tahu sekarang kok tiba-tiba sepi dan tutupan begitu,” ujar Mujiono, salah seorang warga setempat.

Ponpes asuhan M Nur Salim yang diduga kuat terafiliasi dengan Khilafatul Muslimin itu, menurutnya memang mencurigakan. Sebab, pengurus dan sekitar 25 santrinya tertutup dengan warga setempat.

Kesehariannya, warga hanya bisa melihat aktivitas keagamaan layaknya sholat lima waktu dan pengajian dari luar pagar pesantren.

Baca Juga :  Lahan Pertanian di Kota Terus Mengalami Penyusutan

“Hari ini gak dengar adzannya sama sekali. Biasanya, musala pesantren ini adzan buat salat lima waktu,” tandasnya. (vad/fen)

Gerbang Tergembok, Tapi Pintu Ruangan Terbuka

KUTOREJO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pondok peaantren (ponpes) Ukhuwwah Islamiyyah (PPUI), di Dusun Pandanrejo, Desa Simbaringin, Kecamatan Kutorejo, yang diduga terafiliasi dengan ormas Khilafatul Muslimin sepi aktivitas.

Diduga, pihak ponpes sengaja mengosongkan gedung sementara waktu ini. Usai sebelumnya dikabarkan adanya penangkapan salah seorang pentolan Khilafatul Muslimin oleh Polda Metro Jaya di sana.

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, sejak Jumat (17/6) pagi, pesantren yang berdiri di antara pemukiman dan pekarangan warga itu tampak sepi. Gerbang utama ponpes tertutup rapat dan digembok.

Tidak ada aktivitas belajar mengajar maupun ibadah di sana. Seorang santri maupun pengurus pesantren pun tak tampak beraktivitas.

Baca Juga :  Kemenag Sebut Pondok Pesantren Ukhuwah Islamiyyah (PPUI) Bukan Pesantren

Dari luar gerbang, terlihat sejumlah pintu ponpes terbuka. Beberapa lampu di sudut gedung menyala di siang bolong. Seolah disengaja untuk ditinggal dalam kondisi tersebut.

- Advertisement -

Warga setempat mengaku heran akan kondisi itu. Terlebih, itu dilakukan secara tiba-tiba.

TERTUTUP RAPAT: Pintu gerbang Ponpes Ukhuwwah Islamiyyah (PPUI), di Dusun Pandanrejo, Desa Simbaringin, Kecamatan Kutorejo, digembok.

“Kemarin (16/6) masih ada orang, masih ada aktivitas di dalam. Gak tahu sekarang kok tiba-tiba sepi dan tutupan begitu,” ujar Mujiono, salah seorang warga setempat.

Ponpes asuhan M Nur Salim yang diduga kuat terafiliasi dengan Khilafatul Muslimin itu, menurutnya memang mencurigakan. Sebab, pengurus dan sekitar 25 santrinya tertutup dengan warga setempat.

Kesehariannya, warga hanya bisa melihat aktivitas keagamaan layaknya sholat lima waktu dan pengajian dari luar pagar pesantren.

Baca Juga :  Bupati Bakal Pelototi Legalitas Pesantren, Dorong Dinas Terkait Jemput Bola

“Hari ini gak dengar adzannya sama sekali. Biasanya, musala pesantren ini adzan buat salat lima waktu,” tandasnya. (vad/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/