alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Sunday, June 26, 2022

Rekonstruksi Kecelakaan Bus di Tol Sumo, Mabes Polri Turunkan Tim TAA

JETIS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kasus kecelakaan maut di ruas Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) KM 712+400, Desa Canggu, Kecamatan Jetis, terus didalami polisi. Selasa (17/5) pagi, tim dari Korlantas Polri melakukan rekonstruksi kecelakaan di lokasi kejadian.

Pantauan di lokasi, kegiatan rekonstruksi berlangsung pukul 07.30. Melibatkan jajaran Korlantas Polri, Ditlantas Polda Jatim, dan Satlantas Polres Mojokerto Kota. Rekonstruksi dilakukan menggunakan metode Traffic Accident Analysis (TAA).

Cara itu untuk mengetahui informasi secara menyeluruh seputar kejadian kecelakaan. Meliputi, kronologi, pola kejadian, kondisi teknis, dan infrastruktur jalan, hingga kondisi pelaku kecelakaan baik secara fisik maupun mental.

OLAH TKP: Mabes Polri menurunkan tim khusus untuk mengolah TKP kejadian kecelakaan bus di Tol Sumo yang memakan 14 korban jiwa, tadi pagi.

Lokasi kejadian direkam menggunakan kamera 3D laser scanner. Perekaman itu mulai dari jarak 100 meter, titik dimana bus keluar jalur hingga titik tumbur ketika bus menghantam tiang beton rambu multipesan VMS (Variable Message Sign). Hasil perekaman tersebut nantinya menjadi informasi tambahan untuk mengungkap kasus kecelakaan maut tersebut.

Baca Juga :  Nyabu Saat Nyopir, Tersangka Bus Maut Batal Dijerat Narkoba

“Kami menurunkan tim verifikasi dan analisis untuk memberi gambaran sebelum, saat, dan sesudah kejadian,” tegas Kasi Pullahjianta Ditgakkum Korlantas Polri AKBP Hendra Wahyudi yang meminpin kegiatan di lokasi.

Seperti diberitakan, kronologi kecelakaan maut tersebut bermula saat bus pariwisata PO Ardiansyah nopol S 7322 UW yang dikemudikan seorang sopir cadangan Adi Firmansyah, 29, warga Sememi, Benowo, itu melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Jombang menuju Surabaya. Bus ditumpangi 33 penumpang yang merupakan rombongan wisata asal Benowo, Surabaya.

Setiba di lokasi, Senin (16/5) sekitar pukul 06.15, bus mendadak oleng ke kiri. Laju bus Mitsubishi Canter keluaran 2007 itu tak terkendali hingga akhirnya keluar jalur menghantam beton tiang rambu multi pesan VMS (Variable Message Signs) di tepi jalan sisi kiri.

TIM MABES: Sejumlah petugas dari Mabes Polri merekonstruksi kejadian kecelakaan bus di Tol Sumo yang menewaskan 14 wisatawan asal Pakal, Kota Surabaya, tadi pagi.

Kerasnya benturan membuat bodi depan bus bagian kiri ringsek parah. Sedangkan, tiang beton itu nyaris ambruk. Setelah tabrakan, bus terguling ke arah kanan. Di lokasi tampak barang-barang milik rombongan berceceran. Kursi penumpang, setir, serta bagian lain bus tak lagi utuh. Di antaranya barang-barang itu masih berlumurah darah.

Baca Juga :  Tingwe, Diminati Lantaran Bisa Di-custom Sesuai Selera

Menurut Dirlantas Polda Jatim Latif Usman yang turun ke lokasi pascakejadian, bus sudah keluar jalur sekitar 100 meter sebelum titik tabrakan. Terdapat jejak bodi bus menyerempet guardrail dan papan batas jalan Tol Sumo. Tampak pula jejak roda kiri bus yang menapaki rumput tepi jalan dan pembatas jalan.

“Kalau dilihat dari awal pertama (kecepatan) lebih dari 100 kilometer (per jam),” tandas Latif. Jarum speedometer yang tergeletak di lokasi menunjukkan angka 100 km/jam. Hingga kemarin petang, kecelakaan itu mengakibatkan 14 orang tewas dan 19 luka-luka. (adi/fen)

JETIS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kasus kecelakaan maut di ruas Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) KM 712+400, Desa Canggu, Kecamatan Jetis, terus didalami polisi. Selasa (17/5) pagi, tim dari Korlantas Polri melakukan rekonstruksi kecelakaan di lokasi kejadian.

Pantauan di lokasi, kegiatan rekonstruksi berlangsung pukul 07.30. Melibatkan jajaran Korlantas Polri, Ditlantas Polda Jatim, dan Satlantas Polres Mojokerto Kota. Rekonstruksi dilakukan menggunakan metode Traffic Accident Analysis (TAA).

Cara itu untuk mengetahui informasi secara menyeluruh seputar kejadian kecelakaan. Meliputi, kronologi, pola kejadian, kondisi teknis, dan infrastruktur jalan, hingga kondisi pelaku kecelakaan baik secara fisik maupun mental.

OLAH TKP: Mabes Polri menurunkan tim khusus untuk mengolah TKP kejadian kecelakaan bus di Tol Sumo yang memakan 14 korban jiwa, tadi pagi.

Lokasi kejadian direkam menggunakan kamera 3D laser scanner. Perekaman itu mulai dari jarak 100 meter, titik dimana bus keluar jalur hingga titik tumbur ketika bus menghantam tiang beton rambu multipesan VMS (Variable Message Sign). Hasil perekaman tersebut nantinya menjadi informasi tambahan untuk mengungkap kasus kecelakaan maut tersebut.

Baca Juga :  Rem Blong, Truk Kontainer Hantam Parkiran Motor

“Kami menurunkan tim verifikasi dan analisis untuk memberi gambaran sebelum, saat, dan sesudah kejadian,” tegas Kasi Pullahjianta Ditgakkum Korlantas Polri AKBP Hendra Wahyudi yang meminpin kegiatan di lokasi.

Seperti diberitakan, kronologi kecelakaan maut tersebut bermula saat bus pariwisata PO Ardiansyah nopol S 7322 UW yang dikemudikan seorang sopir cadangan Adi Firmansyah, 29, warga Sememi, Benowo, itu melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Jombang menuju Surabaya. Bus ditumpangi 33 penumpang yang merupakan rombongan wisata asal Benowo, Surabaya.

- Advertisement -

Setiba di lokasi, Senin (16/5) sekitar pukul 06.15, bus mendadak oleng ke kiri. Laju bus Mitsubishi Canter keluaran 2007 itu tak terkendali hingga akhirnya keluar jalur menghantam beton tiang rambu multi pesan VMS (Variable Message Signs) di tepi jalan sisi kiri.

TIM MABES: Sejumlah petugas dari Mabes Polri merekonstruksi kejadian kecelakaan bus di Tol Sumo yang menewaskan 14 wisatawan asal Pakal, Kota Surabaya, tadi pagi.

Kerasnya benturan membuat bodi depan bus bagian kiri ringsek parah. Sedangkan, tiang beton itu nyaris ambruk. Setelah tabrakan, bus terguling ke arah kanan. Di lokasi tampak barang-barang milik rombongan berceceran. Kursi penumpang, setir, serta bagian lain bus tak lagi utuh. Di antaranya barang-barang itu masih berlumurah darah.

Baca Juga :  Dua Hari, Sasar 7500 Buruh di Kawasan Industri

Menurut Dirlantas Polda Jatim Latif Usman yang turun ke lokasi pascakejadian, bus sudah keluar jalur sekitar 100 meter sebelum titik tabrakan. Terdapat jejak bodi bus menyerempet guardrail dan papan batas jalan Tol Sumo. Tampak pula jejak roda kiri bus yang menapaki rumput tepi jalan dan pembatas jalan.

“Kalau dilihat dari awal pertama (kecepatan) lebih dari 100 kilometer (per jam),” tandas Latif. Jarum speedometer yang tergeletak di lokasi menunjukkan angka 100 km/jam. Hingga kemarin petang, kecelakaan itu mengakibatkan 14 orang tewas dan 19 luka-luka. (adi/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/