alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Thursday, July 7, 2022

Ning Ita Apresiasi 10 Lembaga Pendidikan di Kota

Atas Pencapaian Penghargaan Sekolah Adiwiyata

WALI Kota Mojokerto Ika Puspitasari memberikan apresiasi kepada 10 lembaga pendidikan negeri dan swasta atas pencapaian penghargaan Sekolah Adiwiyata 2021 dalam rangkaian upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Halaman Pemkot Mojokerto, Jumat (13/5). Torehan tersebut menambah daftar catatan prestasi penghargaan Sekolah Adiwiyata dari Tingkat Kota Mojokerto, Provinsi Jawa Timur, Nasional, dan Tingkat Mandiri yang telah berhasil diraih 31 sekolah atau 26 persen dari 121 lembaga pendidikan negeri dan swasta hingga tahun 2022 ini.

Wali Kota Ika Puspitasari atau yang akrab disapa Ning Ita mengungkapkan, dengan diraihnya penghargaan Sekolah Adiwiyata, capaian itu menjadi indikator semakin banyak lembaga pendidikan yang telah menerapkan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS). ’’Kami dari Pemerintah Kota Mojokerto memang memprioritaskan seluruh lembaga pendidikan untuk menjadi Sekolah Adiwiyata,’’ ungkapnya.

Pada 2021, Pemkot Mojokerto melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto telah melakukan pembinaan GPBLHS dan berhasil mengantarkan 10 lembaga pendidikan negeri/swasta dalam mendapatkan penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata. Dalam momen peringatan Hardiknas 2022, Ning Ita memberikan apresiasi secara langsung 5 lembaga peraih Sekolah Adiwiyata tingkat Kota Mojokerto. Yakni, SMPN 2 Kota Mojokerto, SMPN 5 Kota Mojokerto, SMPIT Permata, SDN Miji 3, dan MI Darul Huda.

Baca Juga :  Bupati: Kami Mencari SDM Berkompeten dan Berkualitas

Selain itu, SDN Surodinawan juga berhasil meraih Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Jatim. Yang membanggakan, SMPN 9 Kota Mojokerto dan SDK Wijana Sejati juga berhasil meraih predikat Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional. Bahkan, Sekolah Adiwiyata Mandiri juga berhasil direngkuh SMAN 1 Kota Mojokerto dan SMPN 6 Kota Mojokerto. ’’Ke depan kami akan terus dorong pencapaian penghargaan Sekolah Adiwiyata di Kota Mojokerto bisa terus meningkat secara simultan. Sehingga, harapan agar semua lembaga pendidikan bisa menerapkan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup bisa terwujudkan,’’ tandasnya.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Mojokerto Bambang Mujiono, menambahkan, grafik capaian lembaga pendidikan yang berhasil mendapat penghargaan Sekolah Adiwiyata di Kota Mojokerto terus meningkat. Sampai 2022 ini, tercatat sudah diraih 31 lembaga atau 26 persen dari total 121 sekolah negeri dan swasta. Terdiri dari 16 Sekolah Adiwiyata Tingkat Kota, 7 Tingkat Provinsi, 4 Tingkat Nasional, dan 4 Sekolah Adiwiyata Mandiri. ’’Pemerintah mempunyai kewajiban melakukan pendidikan lingkungan hidup dengan cara mengintegrasikan pendidikan lingkungan hidup tersebut ke dalam kurikulum dan proses belajar-mengajar di sekolah secara konsisten dan berkelanjutan,’’ ulasnya.

Baca Juga :  Warga Trawas Diminta Waspadai Potensi Longsor Susulan

Hal itu sebagaimana termaktub dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) RI Nomor P.52/MENLHK/SETJEN/KUM.1/9/2019 tentang Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah dan Permen LHK Nomor P.53MENLHK/SETJEN/KUM.1/9/2019 tentang Penghargaan Adiwiyata. Dengan kata lain, sebut Bambang, DLH terus getol melakukan upaya untuk peningkatan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan aksi kepedulian. Baik secara individu, komunitas, organisasi, dan berbagai pihak terhadap permasalahan lingkungan untuk keberlanjutan pembangunan bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.

Di samping itu, pendidikan lingkungan hidup juga dilakukan melalui Gerakan PBLHS yang merupakan aksi kolektif secara sadar, sukarela, berjejaring, dan berkelanjutan yang dilakukan oleh sekolah dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan. Gerakan tersebut diharapkan mampu menciptakan sebuah karakter penerapan perilaku ramah lingkungan hidup bagi seluruh warga sekolah.

Mulai dari kepala sekolah, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik, komite dan warga sekitar sekolah dalam turut serta menjaga dan melestarikan fungsi lingkungan hidup. ’’Sehingga kelestarian lingkungan hidup di sekolah dan lingkungan sekitarnya selalu terjaga dan terpelihara,’’ tegas Bambang. (ram/fen)

Atas Pencapaian Penghargaan Sekolah Adiwiyata

WALI Kota Mojokerto Ika Puspitasari memberikan apresiasi kepada 10 lembaga pendidikan negeri dan swasta atas pencapaian penghargaan Sekolah Adiwiyata 2021 dalam rangkaian upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Halaman Pemkot Mojokerto, Jumat (13/5). Torehan tersebut menambah daftar catatan prestasi penghargaan Sekolah Adiwiyata dari Tingkat Kota Mojokerto, Provinsi Jawa Timur, Nasional, dan Tingkat Mandiri yang telah berhasil diraih 31 sekolah atau 26 persen dari 121 lembaga pendidikan negeri dan swasta hingga tahun 2022 ini.

Wali Kota Ika Puspitasari atau yang akrab disapa Ning Ita mengungkapkan, dengan diraihnya penghargaan Sekolah Adiwiyata, capaian itu menjadi indikator semakin banyak lembaga pendidikan yang telah menerapkan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS). ’’Kami dari Pemerintah Kota Mojokerto memang memprioritaskan seluruh lembaga pendidikan untuk menjadi Sekolah Adiwiyata,’’ ungkapnya.

Pada 2021, Pemkot Mojokerto melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto telah melakukan pembinaan GPBLHS dan berhasil mengantarkan 10 lembaga pendidikan negeri/swasta dalam mendapatkan penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata. Dalam momen peringatan Hardiknas 2022, Ning Ita memberikan apresiasi secara langsung 5 lembaga peraih Sekolah Adiwiyata tingkat Kota Mojokerto. Yakni, SMPN 2 Kota Mojokerto, SMPN 5 Kota Mojokerto, SMPIT Permata, SDN Miji 3, dan MI Darul Huda.

Baca Juga :  Relokasi Pasar Kedungmaling Alot, Jumlah Pedagang Membengkak

Selain itu, SDN Surodinawan juga berhasil meraih Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Jatim. Yang membanggakan, SMPN 9 Kota Mojokerto dan SDK Wijana Sejati juga berhasil meraih predikat Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional. Bahkan, Sekolah Adiwiyata Mandiri juga berhasil direngkuh SMAN 1 Kota Mojokerto dan SMPN 6 Kota Mojokerto. ’’Ke depan kami akan terus dorong pencapaian penghargaan Sekolah Adiwiyata di Kota Mojokerto bisa terus meningkat secara simultan. Sehingga, harapan agar semua lembaga pendidikan bisa menerapkan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup bisa terwujudkan,’’ tandasnya.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Mojokerto Bambang Mujiono, menambahkan, grafik capaian lembaga pendidikan yang berhasil mendapat penghargaan Sekolah Adiwiyata di Kota Mojokerto terus meningkat. Sampai 2022 ini, tercatat sudah diraih 31 lembaga atau 26 persen dari total 121 sekolah negeri dan swasta. Terdiri dari 16 Sekolah Adiwiyata Tingkat Kota, 7 Tingkat Provinsi, 4 Tingkat Nasional, dan 4 Sekolah Adiwiyata Mandiri. ’’Pemerintah mempunyai kewajiban melakukan pendidikan lingkungan hidup dengan cara mengintegrasikan pendidikan lingkungan hidup tersebut ke dalam kurikulum dan proses belajar-mengajar di sekolah secara konsisten dan berkelanjutan,’’ ulasnya.

Baca Juga :  Warga Trawas Diminta Waspadai Potensi Longsor Susulan
- Advertisement -

Hal itu sebagaimana termaktub dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) RI Nomor P.52/MENLHK/SETJEN/KUM.1/9/2019 tentang Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah dan Permen LHK Nomor P.53MENLHK/SETJEN/KUM.1/9/2019 tentang Penghargaan Adiwiyata. Dengan kata lain, sebut Bambang, DLH terus getol melakukan upaya untuk peningkatan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan aksi kepedulian. Baik secara individu, komunitas, organisasi, dan berbagai pihak terhadap permasalahan lingkungan untuk keberlanjutan pembangunan bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.

Di samping itu, pendidikan lingkungan hidup juga dilakukan melalui Gerakan PBLHS yang merupakan aksi kolektif secara sadar, sukarela, berjejaring, dan berkelanjutan yang dilakukan oleh sekolah dalam menerapkan perilaku ramah lingkungan. Gerakan tersebut diharapkan mampu menciptakan sebuah karakter penerapan perilaku ramah lingkungan hidup bagi seluruh warga sekolah.

Mulai dari kepala sekolah, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik, komite dan warga sekitar sekolah dalam turut serta menjaga dan melestarikan fungsi lingkungan hidup. ’’Sehingga kelestarian lingkungan hidup di sekolah dan lingkungan sekitarnya selalu terjaga dan terpelihara,’’ tegas Bambang. (ram/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/