alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Tuesday, June 28, 2022

Korban Laka Bus Maut Tol Sumo Masih Dirawat di Beberapa RS Mojokerto

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Korban kecelakaan bus di Tol Surabaya-Mojokerto (Tol Sumo) masih dirawat di sejumlah rumah sakit di Kota Mojokerto, Jawa Timur. Korban yang seluruhnya adalah warga Kota Surabaya dijenguk Wali Kota Surabaya, Senin (16/5).

“Yang sabar ya. Bapaknya juga semoga segera sehat dan sembuh,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi kepada salah satu dari delapan korban yang dirawat di rumah Sakit Citra Medika Mojokerto.

Eri Cahyadi melihat kondisi korban yang tengah mendapatkan perawatan. Bahkan, dia juga memberikan penguatan dan dukungan moril kepada keluarga korban yang sedang menunggu di RS tersebut.

Selain melihat kondisi korban, mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu juga berkoordinasi dengan sejumlah pihak menggunakan telepon selulernya. Salah satunya berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya.

“Saya ingin pelayanan yang terbaik buat warga Surabaya. Tolong koordinasikan dan bawa dokter spesialis bedah ke beberapa rumah sakit, tempat korban dirawat,” ujar Eri.

Baca Juga :  Sembuh dari Covid, Wali Kota Segera Ngantor

Setelah menjenguk korban di RS Citra Medika, Wali Kota Eri menuju RS Gatoel Mojokerto. Di RS kedua, tercatat ada tiga warga Surabaya yang menjadi korban laka lantas tengah mendapatkan perawatan. Setelah itu, Eri bergeser untuk menjenguk satu korban balita di RS Islam Sakinah Mojokerto.

Wali Kota Eri Cahyadi menyatakan sudah meminta dokter di Surabaya untuk berkoordinasi membantu penanganan korban yang dirawat di sejumlah RS Mojokerto. Dia berharap, apabila memungkinkan, korban yang warga Kota Pahlawan itu dapat dievakuasi untuk dirawat di RS Surabaya.

“Karena setelah dibawa ke Surabaya keluarga lebih tenang. Jadi, perjalanan keluarga ke Mojokerto ini kan ada pengalaman trauma, kalau nyetir jarak jauh juga kasihan,” terang Eri.

Jika seluruh korban itu dapat dirawat di RS Surabaya, pihaknya juga bisa memantau kondisi kesehatan secara langsung. Jika memungkinkan korban yang merupakan warga Kota Pahlawan itu dievakuasi untuk selanjutnya dirawat di RSUD Soewandhie dan RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) Surabaya.

Baca Juga :  Nyabu Saat Nyopir, Tersangka Bus Maut Batal Dijerat Narkoba

“Tapi, kami lihat dulu apa bisa dibawa atau tidak, karena kita juga melihat kondisi pasien,” papar Eri.

Bus Ardiansyah Nopol S 7322 UW yang mengangkut 25 orang dari Jogjakarta menuju Surabaya menabrak tiang variable message sign (VMS) di Km 712.400A Tol Surabaya–Mojokerto (Sumo) pada Senin (16/5) pagi. Informasi dari pihak kepolisian untuk sementara ini korban meninggal 14 orang, sedangkan 11 korban lainnya luka berat.

Bus Ardiansyah Nopol S 7322 UW melaju dari barat ke timur atau dari arah Jombang ke Surabaya. Sampai di KM 712.400A Tol Sumo sekitar pukul 06.15 WIB, bus tiba-tiba oleng ke kiri, sehingga menabrak tiang pesan atau VMS di kiri jalan. Dugaan sementara akibat sopir mengantuk.

Para korban kecelakaan bus dievakuasi ke sejumlah rumah sakit yang berbeda untuk mempercepat proses penanganan. Ada beberapa rumah sakit yang merawat korban selamat dan meninggal dunia, seperti RS Citra Medika, RS Emma, RSUD Wahidin Mojokerto, dan RSUD R.A. Basoeni. (JawaPos.com)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Korban kecelakaan bus di Tol Surabaya-Mojokerto (Tol Sumo) masih dirawat di sejumlah rumah sakit di Kota Mojokerto, Jawa Timur. Korban yang seluruhnya adalah warga Kota Surabaya dijenguk Wali Kota Surabaya, Senin (16/5).

“Yang sabar ya. Bapaknya juga semoga segera sehat dan sembuh,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi kepada salah satu dari delapan korban yang dirawat di rumah Sakit Citra Medika Mojokerto.

Eri Cahyadi melihat kondisi korban yang tengah mendapatkan perawatan. Bahkan, dia juga memberikan penguatan dan dukungan moril kepada keluarga korban yang sedang menunggu di RS tersebut.

Selain melihat kondisi korban, mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu juga berkoordinasi dengan sejumlah pihak menggunakan telepon selulernya. Salah satunya berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya.

“Saya ingin pelayanan yang terbaik buat warga Surabaya. Tolong koordinasikan dan bawa dokter spesialis bedah ke beberapa rumah sakit, tempat korban dirawat,” ujar Eri.

Baca Juga :  Salurkan Bantuan Sembako ke Korban Banjir

Setelah menjenguk korban di RS Citra Medika, Wali Kota Eri menuju RS Gatoel Mojokerto. Di RS kedua, tercatat ada tiga warga Surabaya yang menjadi korban laka lantas tengah mendapatkan perawatan. Setelah itu, Eri bergeser untuk menjenguk satu korban balita di RS Islam Sakinah Mojokerto.

- Advertisement -

Wali Kota Eri Cahyadi menyatakan sudah meminta dokter di Surabaya untuk berkoordinasi membantu penanganan korban yang dirawat di sejumlah RS Mojokerto. Dia berharap, apabila memungkinkan, korban yang warga Kota Pahlawan itu dapat dievakuasi untuk dirawat di RS Surabaya.

“Karena setelah dibawa ke Surabaya keluarga lebih tenang. Jadi, perjalanan keluarga ke Mojokerto ini kan ada pengalaman trauma, kalau nyetir jarak jauh juga kasihan,” terang Eri.

Jika seluruh korban itu dapat dirawat di RS Surabaya, pihaknya juga bisa memantau kondisi kesehatan secara langsung. Jika memungkinkan korban yang merupakan warga Kota Pahlawan itu dievakuasi untuk selanjutnya dirawat di RSUD Soewandhie dan RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) Surabaya.

Baca Juga :  Dishub: Jika Jukir Minta Memaksa, Laporkan Saja

“Tapi, kami lihat dulu apa bisa dibawa atau tidak, karena kita juga melihat kondisi pasien,” papar Eri.

Bus Ardiansyah Nopol S 7322 UW yang mengangkut 25 orang dari Jogjakarta menuju Surabaya menabrak tiang variable message sign (VMS) di Km 712.400A Tol Surabaya–Mojokerto (Sumo) pada Senin (16/5) pagi. Informasi dari pihak kepolisian untuk sementara ini korban meninggal 14 orang, sedangkan 11 korban lainnya luka berat.

Bus Ardiansyah Nopol S 7322 UW melaju dari barat ke timur atau dari arah Jombang ke Surabaya. Sampai di KM 712.400A Tol Sumo sekitar pukul 06.15 WIB, bus tiba-tiba oleng ke kiri, sehingga menabrak tiang pesan atau VMS di kiri jalan. Dugaan sementara akibat sopir mengantuk.

Para korban kecelakaan bus dievakuasi ke sejumlah rumah sakit yang berbeda untuk mempercepat proses penanganan. Ada beberapa rumah sakit yang merawat korban selamat dan meninggal dunia, seperti RS Citra Medika, RS Emma, RSUD Wahidin Mojokerto, dan RSUD R.A. Basoeni. (JawaPos.com)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/