alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Saturday, June 25, 2022

Bus PO Ardiansyah Diduga Milik PO Langgeng Jaya asal Jombang

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Bus PO Ardiansyah yang kecelakaan tunggal di Tol Sumo hingga menewaskan 14 penumpang diduga dimiliki oleh Perusahaan Otobus (PO) Langgeng Jaya asal Kabupaten Jombang.

Menurut informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, bus PO Ardiansyah yang kecelakaan di Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) KM 712+400 merupakan bus ukuran medium berwarna hijau daun. Bus ini diketahui di bawah naungan PO Ardiansyah yang beralamat di Jalan Desa Beton, Kecamatan Meganti, Kabupaten Gresik.

Bus berkelir hijau yang menabrak tiang rambu jalan penyampai multipesan ini diduga dimiliki perusahaan lain. Itu didasarkan informasi di Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) bus PO Ardiansyah yang terlibat kecelakaan tersebut. Tampak bus memiliki nomor registrasi : S 7322 UW.

Dokumen STNK bus PO Ardiansyah yang kecelakaan tunggal di Tol Sumo, Senin (16/5).

Namun, keterangan lainnya justru bertolak belakang dengan kondisi fisik bus PO Ardiansyah yang ringsek setelah kecelakaan. Seperti nama pemilik bus. Pada STNK tertera PO CV Langgeng Jaya yang beralamat di Plosorejo, Desa Kebondalem, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang. “Jadi berbeda antara di bus dengan di STNK,” ujar seorang sumber di kepolisian.

Baca Juga :  Pergerakan Tol Diprediksi Padat di Puncak Pergantian Tahun

Pada STNK pula, mobil bus itu berwarna silver met alias abu-abu. Akan tetapi pada kenyataannya, bus bertenaga solar itu berwarna hijau daun beruliskan PO Ardiansyah. Bus bermerek Mistubhisi itu pembuatan tahun 2007 dengan masa berlaku STNK hingga 04-10-2024.

Sekarang ini, bus tersebut oleh kepolisian dititipkan di gudang milik PT WIKA, daerah Waru, Kabupaten Sidoarjo. Bus berkapasitas medium itu bermanives 33 orang ketika kecelakaan tunggal di Tol Sumo KM 712+400.

Seperti diberitakan, kronologi kecelakaan maut tersebut bermula saat bus pariwisata PO Ardiansyah nopol S 7322 UW yang dikemudikan seorang sopir cadangan Ade Firmansyah, 29, warga Sememi, Benowo, itu melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Jombang menuju Surabaya. Bus ditumpangi 33 penumpang yang merupakan rombongan wisata asal Benowo, Surabaya.

Setiba di lokasi, Senin (16/5) sekitar pukul 06.15, bus mendadak oleng ke kiri. Laju bus Mitsubishi Canter keluaran 2007 itu tak terkendali hingga akhirnya keluar jalur menghantam beton tiang rambu multi pesan VMS (variable message sign) di tepi jalan sisi kiri.

Baca Juga :  Berbahan Gabus, Berharap Nuansa di Kantor Lebih Religi

Kerasnya benturan membuat bodi depan bus bagian kiri ringsek parah. Sedangkan, tiang beton itu nyaris ambruk. Setelah tabrakan, bus terguling ke arah kanan. Di lokasi tampak barang-barang milik rombongan berceceran. Kursi penumpang, setir, serta bagian lain bus tak lagi utuh. Di antaranya barang-barang itu masih berlumurah darah.

Menurut Dirlantas Polda Jatim Latif Usman yang turun ke lokasi pascakejadian, bus sudah keluar jalur sekitar 100 meter sebelum titik tabrakan. Terdapat jejak bodi bus menyerempet guardrail dan papan batas jalan Tol Sumo. Tampak pula jejak roda kiri bus yang menapaki rumput tepi jalan dan pembatas jalan.

”Kalau dilihat dari awal pertama (kecepatan) lebih dari 100 kilometer (per jam),” tandas Latif. Jarum speedometer yang tergeletak di lokasi menunjukkan angka 100 km/jam. Hingga kemarin petang, kecalakaan itu mengakibatkan 14 orang tewas dan 19 luka-luka. (adi/fen)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Bus PO Ardiansyah yang kecelakaan tunggal di Tol Sumo hingga menewaskan 14 penumpang diduga dimiliki oleh Perusahaan Otobus (PO) Langgeng Jaya asal Kabupaten Jombang.

Menurut informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, bus PO Ardiansyah yang kecelakaan di Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) KM 712+400 merupakan bus ukuran medium berwarna hijau daun. Bus ini diketahui di bawah naungan PO Ardiansyah yang beralamat di Jalan Desa Beton, Kecamatan Meganti, Kabupaten Gresik.

Bus berkelir hijau yang menabrak tiang rambu jalan penyampai multipesan ini diduga dimiliki perusahaan lain. Itu didasarkan informasi di Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) bus PO Ardiansyah yang terlibat kecelakaan tersebut. Tampak bus memiliki nomor registrasi : S 7322 UW.

Dokumen STNK bus PO Ardiansyah yang kecelakaan tunggal di Tol Sumo, Senin (16/5).

Namun, keterangan lainnya justru bertolak belakang dengan kondisi fisik bus PO Ardiansyah yang ringsek setelah kecelakaan. Seperti nama pemilik bus. Pada STNK tertera PO CV Langgeng Jaya yang beralamat di Plosorejo, Desa Kebondalem, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang. “Jadi berbeda antara di bus dengan di STNK,” ujar seorang sumber di kepolisian.

Baca Juga :  Anggota Dewan Diskrining, Jalani Rapid Test di Ruang Kerja

Pada STNK pula, mobil bus itu berwarna silver met alias abu-abu. Akan tetapi pada kenyataannya, bus bertenaga solar itu berwarna hijau daun beruliskan PO Ardiansyah. Bus bermerek Mistubhisi itu pembuatan tahun 2007 dengan masa berlaku STNK hingga 04-10-2024.

Sekarang ini, bus tersebut oleh kepolisian dititipkan di gudang milik PT WIKA, daerah Waru, Kabupaten Sidoarjo. Bus berkapasitas medium itu bermanives 33 orang ketika kecelakaan tunggal di Tol Sumo KM 712+400.

- Advertisement -

Seperti diberitakan, kronologi kecelakaan maut tersebut bermula saat bus pariwisata PO Ardiansyah nopol S 7322 UW yang dikemudikan seorang sopir cadangan Ade Firmansyah, 29, warga Sememi, Benowo, itu melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Jombang menuju Surabaya. Bus ditumpangi 33 penumpang yang merupakan rombongan wisata asal Benowo, Surabaya.

Setiba di lokasi, Senin (16/5) sekitar pukul 06.15, bus mendadak oleng ke kiri. Laju bus Mitsubishi Canter keluaran 2007 itu tak terkendali hingga akhirnya keluar jalur menghantam beton tiang rambu multi pesan VMS (variable message sign) di tepi jalan sisi kiri.

Baca Juga :  Alami Trauma Berat, Dua Korban Bus Maut Masuk ICU RS Citra Medika

Kerasnya benturan membuat bodi depan bus bagian kiri ringsek parah. Sedangkan, tiang beton itu nyaris ambruk. Setelah tabrakan, bus terguling ke arah kanan. Di lokasi tampak barang-barang milik rombongan berceceran. Kursi penumpang, setir, serta bagian lain bus tak lagi utuh. Di antaranya barang-barang itu masih berlumurah darah.

Menurut Dirlantas Polda Jatim Latif Usman yang turun ke lokasi pascakejadian, bus sudah keluar jalur sekitar 100 meter sebelum titik tabrakan. Terdapat jejak bodi bus menyerempet guardrail dan papan batas jalan Tol Sumo. Tampak pula jejak roda kiri bus yang menapaki rumput tepi jalan dan pembatas jalan.

”Kalau dilihat dari awal pertama (kecepatan) lebih dari 100 kilometer (per jam),” tandas Latif. Jarum speedometer yang tergeletak di lokasi menunjukkan angka 100 km/jam. Hingga kemarin petang, kecalakaan itu mengakibatkan 14 orang tewas dan 19 luka-luka. (adi/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/