alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Saturday, June 25, 2022

Agenda Wisata Rutin Pasca Lebaran

TOTAL korban kecelakaan maut rombongan wisata minibus Ardiansyah di tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) KM 712+200 terdata berjumlah 33 orang. Mereka terdiri dari 31 penumpang ditambah dua sopir yang mengawal rombongan wisata ke dataran tinggi Dieng Jawa Tengah dan Jogja, 14-16 Mei.

Dari 31 penumpang itu, 14 dinyatakan meninggal dunia dan 19 penumpang lainnya menderita luka-luka. Mereka yang meninggal adalah Titis Hermi Yuni Lestari, Ainur Rofiq, Edi Purnomo, Andika Pratama, Nita Ning Agustin, Diany Astrelia, M. Gibran Al Ayban, Asminah, Fitasari, Suprayitno, Cholifah, Maftukah, Steven Arthura, dan Stevani Grasia.

Rombongan merupakan warga sekampung asal asal Kelurahan Benowo, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya yang jauh hari sudah merencanakan vacation pasca Lebaran. Berangkat mulai Sabtu (14/5) malam, rombongan dijadwalkan tiba di rumah, Senin (16/5) pagi.

Muzaini, kakak ipar salah satu korban meninggal, Ainur Rofiq menjelaskan, kepulangan tamasya adik iparnya itu dijadwalkan kemarin pagi. Namun belum sampai tiba, dirinya mendengar dari media jika rombongan terlibat kecelakaan di tol Mojokerto. Muzaini tidak tahu persis agenda wisata tersebut.

Baca Juga :  Tiga Motor Laka Karambol, Satu Tewas

Namun, sekilas, Muzaini mengetahui jika warga setempat memang sudah menjadwalkan wisata bersama kali ini setelah Lebaran atau tepatnya saat libur panjang Hari raya Waisak. Bahkan, dalam agenda liburan kali ini, sang adik ipar didapuk sebagai ketua panitia. Korban juga turut mengajak anak, istri, mertua, serta kakak iparnya dalam rombongan bertajuk Explore Dieng-Jogja tersebut.

’’Saya nggak tahu persisnya dalam rangka apa. Tapi itu (tamasya) biasanya setiap habis Lebaran memang tamasya. Ainur Rofiq itu ketua panitianya, dia duduk di depan bus sama anaknya, istrinya, mertuanya,’’ ujar Muzaini.

Sementara itu, Kapolresta Mojokerto, AKBP Rofiq Ripto Himawan membenarkan jika sebagian besar korban adalah warga satu kampung. Dari 14 korban meninggal, semua berhasil teridentifikasi selang tujuh jam pasca kejadian dan langsung dipulangkan ke tempat asalnya. ’’Total korban meninggal sebanyak 14 penumpang, luka berat dan luka ringan sebanyak 19 penumpang. Ditambah dua driver yang terdiri dari satu driver utama dan satu driver cadangan. Jadi total ada 33 orang,’’ ujarnya.

Rofiq menegaskan, 19 korban luka sedang dalam penanganan intensif tim medis dari DVI Polda Jatim dan RSUD dr Wahidin Sudirohusodo beserta beberapa rumah sakit swasta lainnya. Namun, pihaknya belum bisa membeberkan kronologis serta dugaan sementara penyebab kecelakaan tunggal berdasarkan keterangan saksi. Rofiq lebih mengedepankan proses penyembuhan korban sebelum dimintai keterangan lebih jauh.

Baca Juga :  Ibu Hamil, Waspadai Anemia

’’Kami sendiri juga tidak memaksakan meminta keterangan dari korban-korban yang memang kondisinya tidak bisa. Kami lebih mengedepankan sisi kemanusiaan dan memberikan healing,’’ tandasnya.

Pun demikian disinggung soal hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), mantan Kapolres Pasuruan ini mengaku masih mengumpulkan data dan keterangan dari beberapa saksi. Termasuk kedua sopir bus yang saat ini sedang sudah diamankan dan dalam pemeriksaan petugas Satlantas Polresta Mojokerto.

’’Hasil olah TKP sementara, ada banyak hal yang menyimpulkan arahnya ke mana. Cuma belum bisa kami sampaikan sekarang. Karena saya harus mengidentifikasi hasil tim Traffic Analisys Accident (TAA) Dirlantas Polda Jatim. Kemudian saya juga butuh kesimpulan dari keterangan saksi-saksi yang sudah dilakukan pemeriksaan marathon,’’ pungkasnya. (far/ron)

TOTAL korban kecelakaan maut rombongan wisata minibus Ardiansyah di tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) KM 712+200 terdata berjumlah 33 orang. Mereka terdiri dari 31 penumpang ditambah dua sopir yang mengawal rombongan wisata ke dataran tinggi Dieng Jawa Tengah dan Jogja, 14-16 Mei.

Dari 31 penumpang itu, 14 dinyatakan meninggal dunia dan 19 penumpang lainnya menderita luka-luka. Mereka yang meninggal adalah Titis Hermi Yuni Lestari, Ainur Rofiq, Edi Purnomo, Andika Pratama, Nita Ning Agustin, Diany Astrelia, M. Gibran Al Ayban, Asminah, Fitasari, Suprayitno, Cholifah, Maftukah, Steven Arthura, dan Stevani Grasia.

Rombongan merupakan warga sekampung asal asal Kelurahan Benowo, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya yang jauh hari sudah merencanakan vacation pasca Lebaran. Berangkat mulai Sabtu (14/5) malam, rombongan dijadwalkan tiba di rumah, Senin (16/5) pagi.

Muzaini, kakak ipar salah satu korban meninggal, Ainur Rofiq menjelaskan, kepulangan tamasya adik iparnya itu dijadwalkan kemarin pagi. Namun belum sampai tiba, dirinya mendengar dari media jika rombongan terlibat kecelakaan di tol Mojokerto. Muzaini tidak tahu persis agenda wisata tersebut.

Baca Juga :  Tiga Motor Laka Karambol, Satu Tewas

Namun, sekilas, Muzaini mengetahui jika warga setempat memang sudah menjadwalkan wisata bersama kali ini setelah Lebaran atau tepatnya saat libur panjang Hari raya Waisak. Bahkan, dalam agenda liburan kali ini, sang adik ipar didapuk sebagai ketua panitia. Korban juga turut mengajak anak, istri, mertua, serta kakak iparnya dalam rombongan bertajuk Explore Dieng-Jogja tersebut.

’’Saya nggak tahu persisnya dalam rangka apa. Tapi itu (tamasya) biasanya setiap habis Lebaran memang tamasya. Ainur Rofiq itu ketua panitianya, dia duduk di depan bus sama anaknya, istrinya, mertuanya,’’ ujar Muzaini.

- Advertisement -

Sementara itu, Kapolresta Mojokerto, AKBP Rofiq Ripto Himawan membenarkan jika sebagian besar korban adalah warga satu kampung. Dari 14 korban meninggal, semua berhasil teridentifikasi selang tujuh jam pasca kejadian dan langsung dipulangkan ke tempat asalnya. ’’Total korban meninggal sebanyak 14 penumpang, luka berat dan luka ringan sebanyak 19 penumpang. Ditambah dua driver yang terdiri dari satu driver utama dan satu driver cadangan. Jadi total ada 33 orang,’’ ujarnya.

Rofiq menegaskan, 19 korban luka sedang dalam penanganan intensif tim medis dari DVI Polda Jatim dan RSUD dr Wahidin Sudirohusodo beserta beberapa rumah sakit swasta lainnya. Namun, pihaknya belum bisa membeberkan kronologis serta dugaan sementara penyebab kecelakaan tunggal berdasarkan keterangan saksi. Rofiq lebih mengedepankan proses penyembuhan korban sebelum dimintai keterangan lebih jauh.

Baca Juga :  Peringati HUT Korpri Ke-49 di Tengah Covid-19

’’Kami sendiri juga tidak memaksakan meminta keterangan dari korban-korban yang memang kondisinya tidak bisa. Kami lebih mengedepankan sisi kemanusiaan dan memberikan healing,’’ tandasnya.

Pun demikian disinggung soal hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), mantan Kapolres Pasuruan ini mengaku masih mengumpulkan data dan keterangan dari beberapa saksi. Termasuk kedua sopir bus yang saat ini sedang sudah diamankan dan dalam pemeriksaan petugas Satlantas Polresta Mojokerto.

’’Hasil olah TKP sementara, ada banyak hal yang menyimpulkan arahnya ke mana. Cuma belum bisa kami sampaikan sekarang. Karena saya harus mengidentifikasi hasil tim Traffic Analisys Accident (TAA) Dirlantas Polda Jatim. Kemudian saya juga butuh kesimpulan dari keterangan saksi-saksi yang sudah dilakukan pemeriksaan marathon,’’ pungkasnya. (far/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/