alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Ning Ita dan Emak-Emak Gantungkan Bahan Pangan Gratis

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Berbagai cara dilakukan untuk membantu sesama di tengah pandemi Covid-19 saat ini, tak terkecuali di wilayah Kota Mojokerto.

Seperti yang dilakukan Wali Kota Ika Puspitasari bersama ibu-ibu Sabtu pagi (16/5). Dengan menggantungkan bahan makanan di rak pangan bagi warga yang membutuhkan. Warga bahu-membahu mengumpulkan bahan makanan di rak pangan, dengan harapan dapat membantu warga lainnya yang sedang membutuhkan.

Di Kota Mojokerto, sudah ada dua lingkungan yang menginisiasi sikap kegotong-royongan dalam menyikapi situasi Covid-19 seperti ini. Yakni, Lingkungan Prajurit Kulon Gang II, Kelurahan Prajurit Kulon, dan Lingkungan Merapi, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari.

”Saya sangat mengapresiasi inisiasi warga dalam hal berbagi. Mereka berbagi bahan makanan dalam satu kantong plastik, yang kemudian digantungkan di rak pangan. Bahan-bahan makanan ini, diletakkan oleh orang yang memberi, kemudian akan diambil seperlunya oleh orang yang membutuhkan. Sikap seperti ini sungguh luar biasa,” apresiasi Ning Ita, sapaan akrab wali kota.

Baca Juga :  Masuk Kantor Wali Kota, Sekarang Tamu Wajib Lapor

Ning Ita meyakini, bahwa inisiasi warga tersebut turut andil di dalamnya peran ibu-ibu dalam menyediakan bahan makanan bagi orang yang membutuhkan. Bahan makanan yang bisa diambil setiap pagi tersebut, terdiri dari beras, minyak, telur, gula, ayam, daging, sayur dan masih banyak lainnya.

Bentuk kegotong-royongan seperti inilah, diharapkannya dapat menular ke lingkungan-lingkungan lainnya. ”Hanya dengan setengah liter minyak, empat butir telur, kita bisa meringankan beban saudara-saudara kita di tengah kondisi yang seperti ini. Berbagi itu tidak harus menunggu menjadi kaya.

Mereka cukup meletakkan bahan makanan di rak pangan, dan warga lainnya yang membutuhkan akan mengambil secukupnya. Keharmonisan ini sudah seharusnya terus terjaga. Saling membantu di bulan Ramadan seperti ini, akan menjadi ladang amal jariyah mereka,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ning Ita Tanamkan Nilai Antikorupsi sejak Dini

Ning Ita berharap, dua lingkungan di Kota Mojokerto yang telah menjadi pemotor tersebut dapat menjadi motivasi bagi lingkungan-lingkungan lainnya untuk bergerak. Ia pun mengajak seluruh warga untuk terus saling peduli dengan sesama.

“Kita tidak pernah tahu, bahwa di balik bahan makanan yang kita berikan ada kebahagiaan mereka yang sangat membutuhkannya. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk turut berperan dalam percepatan penanganan Covid-19, melalui rak pangan seperti ini,” tegasnya. (ry)

 

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Berbagai cara dilakukan untuk membantu sesama di tengah pandemi Covid-19 saat ini, tak terkecuali di wilayah Kota Mojokerto.

Seperti yang dilakukan Wali Kota Ika Puspitasari bersama ibu-ibu Sabtu pagi (16/5). Dengan menggantungkan bahan makanan di rak pangan bagi warga yang membutuhkan. Warga bahu-membahu mengumpulkan bahan makanan di rak pangan, dengan harapan dapat membantu warga lainnya yang sedang membutuhkan.

Di Kota Mojokerto, sudah ada dua lingkungan yang menginisiasi sikap kegotong-royongan dalam menyikapi situasi Covid-19 seperti ini. Yakni, Lingkungan Prajurit Kulon Gang II, Kelurahan Prajurit Kulon, dan Lingkungan Merapi, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari.

”Saya sangat mengapresiasi inisiasi warga dalam hal berbagi. Mereka berbagi bahan makanan dalam satu kantong plastik, yang kemudian digantungkan di rak pangan. Bahan-bahan makanan ini, diletakkan oleh orang yang memberi, kemudian akan diambil seperlunya oleh orang yang membutuhkan. Sikap seperti ini sungguh luar biasa,” apresiasi Ning Ita, sapaan akrab wali kota.

Baca Juga :  Pemanfaatan Rusunawa Kota Mojokerto Terancam Tertunda

Ning Ita meyakini, bahwa inisiasi warga tersebut turut andil di dalamnya peran ibu-ibu dalam menyediakan bahan makanan bagi orang yang membutuhkan. Bahan makanan yang bisa diambil setiap pagi tersebut, terdiri dari beras, minyak, telur, gula, ayam, daging, sayur dan masih banyak lainnya.

Bentuk kegotong-royongan seperti inilah, diharapkannya dapat menular ke lingkungan-lingkungan lainnya. ”Hanya dengan setengah liter minyak, empat butir telur, kita bisa meringankan beban saudara-saudara kita di tengah kondisi yang seperti ini. Berbagi itu tidak harus menunggu menjadi kaya.

- Advertisement -

Mereka cukup meletakkan bahan makanan di rak pangan, dan warga lainnya yang membutuhkan akan mengambil secukupnya. Keharmonisan ini sudah seharusnya terus terjaga. Saling membantu di bulan Ramadan seperti ini, akan menjadi ladang amal jariyah mereka,” ungkapnya.

Baca Juga :  Puluhan Penerima Bansos Dicoret

Ning Ita berharap, dua lingkungan di Kota Mojokerto yang telah menjadi pemotor tersebut dapat menjadi motivasi bagi lingkungan-lingkungan lainnya untuk bergerak. Ia pun mengajak seluruh warga untuk terus saling peduli dengan sesama.

“Kita tidak pernah tahu, bahwa di balik bahan makanan yang kita berikan ada kebahagiaan mereka yang sangat membutuhkannya. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk turut berperan dalam percepatan penanganan Covid-19, melalui rak pangan seperti ini,” tegasnya. (ry)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/