alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Thursday, May 26, 2022

Segera Gelar Razia Produk Mamin

MENDEKATI Lebaran, pengawasan peredaran makanan dan minuman (mamin) di Kota Mojokerto semakin diperketat. Tim promotif kesehatan (promkes) Dinas kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Mojokerto intensif mengawasi kandungan dan memeriksa masa kedaluwarsa mamin.

Kabid Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan (PSDK) Dinkes PPKB Kota Mojokerto drg Citra Mayangsari mengatakan, pengawasan mamin sudah dilakukan sejak awal puasa. Tim promkes melakukan penyuluhan sekaligus penyisiran ke sejumlah pasar tradisional hingga swalayan. Itu untuk mengecek sekaligus memastikan kandungan mamin yang dijual bebas dari kandungan berbahaya. ’’Untuk penyisiran ke pasar dan swalayan sudah kita adakan sejak awal puasa kemarin. Sedangkan sosialisasi biasanya tim promkes keliling sosialisasi pada masyarakat serta penjual agar selektif dalam membeli atau menjual mamin,’’ ungkapnya.

Lanjut Citra, dalam waktu dekat pihaknya bakal mengadakan razia mamin. Itu tak hanya untuk memastikan kandungan mamin di pasaran dalam kondisi aman. Namun, juga untuk mengecek izin serta masa kedaluwarsanya. ’’Kita gabungan dengan Diskopukmperindag. Memang jelang Lebaran rawan sekali ’’permainan’’ produk mamin dan tentunya kalau sampai dikonsumsi kan bisa membahayakan kesehatan,’’ lanjut mantan Kepala Puskesmas Wates ini.

Baca Juga :  Sehari Uji 45 Sampel Swab, 2 Jam Hasil Sudah Keluar

Pihaknya pun mengimbau masyarakat selektif memilih produk mamin. Sebagai antisipasi, ada beragam cara yang bisa diterapkan pembeli sebelum memilih produk mamin. Seperti, teliti masa expired produk, memilih kemasan produk yang tidak rusak, serta memilih produk mamin yang terdaftar BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) atau minimal punya Nomor P-IRT (Produksi-Industri Rumah Tangga).

’’Kalau sudah terdaftar biasanya memang sudah aman dari bahan berbahaya. Tapi, kalau masyarakat masih ragu, kami memfasilitasi warga untuk mengecek makanan tersebut dengan membawa ke puskesmas lalu kita bantu untuk mengeceknya melalui uji laboratorium,’’ ulasnya.

Di Kabupaten, pengawasan mamin jelang Lebaran lebih difokuskan pengecekan masa kedaluwarsa serta izin peredaran produk. Sebab, sejumlah produk mamin yang beredar di pasaran wilayah kabupaten masih banyak yang belum berizin. ’’Kalau untuk kandungan berbahaya kita belum bisa mengecek. Sebab, kita tidak punya alatnya. Tapi, kita sedang berkoordinasi dengan Labkesda Kabupaten mungkin tahun ini bisa mulai untuk mengecek zat berbahaya pada mamin,’’ ujar Kasi Kefarmasian pada Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto, Siti Indriastuti.

Baca Juga :  Dana Desa Bisa Dimanfaatkan PPKM Mikro Minimal 8 Persen

Dikatakannya, selama puasa ini, bentuk pengawasan yang dilakukan Dinkes terhadap peredaran mamin yakni sosialisasi terhadap kalangan penjual. Mereka diedukasi serta diimbau pentingnya izin edar bagi produk baik dari P-IRT atau BPOM. ’’Karena kalau sudah memiliki izin, otomatis kan sudah menjalani berbagi pemeriksaan kandungan zat dalam produk tersebut. Sehingga, kita imbau bagi penjual atau pemilik produk yang belum mengurus P-IRT segera menuntaskan kepengurusan izinnya agar aman saat beredar di pasaran,’’ tandasnya. (oce/fen)

MENDEKATI Lebaran, pengawasan peredaran makanan dan minuman (mamin) di Kota Mojokerto semakin diperketat. Tim promotif kesehatan (promkes) Dinas kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Mojokerto intensif mengawasi kandungan dan memeriksa masa kedaluwarsa mamin.

Kabid Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan (PSDK) Dinkes PPKB Kota Mojokerto drg Citra Mayangsari mengatakan, pengawasan mamin sudah dilakukan sejak awal puasa. Tim promkes melakukan penyuluhan sekaligus penyisiran ke sejumlah pasar tradisional hingga swalayan. Itu untuk mengecek sekaligus memastikan kandungan mamin yang dijual bebas dari kandungan berbahaya. ’’Untuk penyisiran ke pasar dan swalayan sudah kita adakan sejak awal puasa kemarin. Sedangkan sosialisasi biasanya tim promkes keliling sosialisasi pada masyarakat serta penjual agar selektif dalam membeli atau menjual mamin,’’ ungkapnya.

Lanjut Citra, dalam waktu dekat pihaknya bakal mengadakan razia mamin. Itu tak hanya untuk memastikan kandungan mamin di pasaran dalam kondisi aman. Namun, juga untuk mengecek izin serta masa kedaluwarsanya. ’’Kita gabungan dengan Diskopukmperindag. Memang jelang Lebaran rawan sekali ’’permainan’’ produk mamin dan tentunya kalau sampai dikonsumsi kan bisa membahayakan kesehatan,’’ lanjut mantan Kepala Puskesmas Wates ini.

Baca Juga :  Dana Desa Bisa Dimanfaatkan PPKM Mikro Minimal 8 Persen

Pihaknya pun mengimbau masyarakat selektif memilih produk mamin. Sebagai antisipasi, ada beragam cara yang bisa diterapkan pembeli sebelum memilih produk mamin. Seperti, teliti masa expired produk, memilih kemasan produk yang tidak rusak, serta memilih produk mamin yang terdaftar BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) atau minimal punya Nomor P-IRT (Produksi-Industri Rumah Tangga).

’’Kalau sudah terdaftar biasanya memang sudah aman dari bahan berbahaya. Tapi, kalau masyarakat masih ragu, kami memfasilitasi warga untuk mengecek makanan tersebut dengan membawa ke puskesmas lalu kita bantu untuk mengeceknya melalui uji laboratorium,’’ ulasnya.

Di Kabupaten, pengawasan mamin jelang Lebaran lebih difokuskan pengecekan masa kedaluwarsa serta izin peredaran produk. Sebab, sejumlah produk mamin yang beredar di pasaran wilayah kabupaten masih banyak yang belum berizin. ’’Kalau untuk kandungan berbahaya kita belum bisa mengecek. Sebab, kita tidak punya alatnya. Tapi, kita sedang berkoordinasi dengan Labkesda Kabupaten mungkin tahun ini bisa mulai untuk mengecek zat berbahaya pada mamin,’’ ujar Kasi Kefarmasian pada Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto, Siti Indriastuti.

Baca Juga :  Bupati Fokus Pemulihan Ekonomi dan Perlindungan Tenaga Kerja
- Advertisement -

Dikatakannya, selama puasa ini, bentuk pengawasan yang dilakukan Dinkes terhadap peredaran mamin yakni sosialisasi terhadap kalangan penjual. Mereka diedukasi serta diimbau pentingnya izin edar bagi produk baik dari P-IRT atau BPOM. ’’Karena kalau sudah memiliki izin, otomatis kan sudah menjalani berbagi pemeriksaan kandungan zat dalam produk tersebut. Sehingga, kita imbau bagi penjual atau pemilik produk yang belum mengurus P-IRT segera menuntaskan kepengurusan izinnya agar aman saat beredar di pasaran,’’ tandasnya. (oce/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/