alexametrics
23.8 C
Mojokerto
Friday, May 27, 2022

Perbaikan Infrastruktur Mulai Dilelang

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Aktivitas tender di kabupaten mulai bergeliat. Lelang sejumlah perencanaan paket jumbo bermunculan. Mulai pelebaran ruas jalan hingga pembangunan pedestrian dalam pengendalian banjir di Kabupaten Mojokerto.

Kabag Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setdakab Mojokerto Zaqqi mengatakan, memasuki bulan keempat aktivitas tender mulai berjalan. Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) pun mulai mengajukan paket pengadaan. Tercatat ada sekitar 17 paket seleksi jasa konsultasi kontruksi yang sudah masuk. Sejumlah paket ini juga sudah mulai masuk pada pembukaan dan evaluasi penawaran dari sejumlah peserta lelang. ’’Dari beberapa yang masuk, ada juga yang baru tahapan pegumuman prakualifikasi,’’ tuturnya.

Belasan paket, lanjut Zaqqi, banyak dari satuan kerja Dinas Pekerjaan Umum dan penataan ruang (DPUPR). Total ada sekitar 14 paket. Selebihnya ada Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab dan Diparpora, serta Diskominfo. ’’Secara garis besar setelah ada pemenang seleksi, pemenang bekerja membuat desain, RAB dan bestek, selanjutnya diserahkan kepada PPK, baru setelah itu PPK mengajukan tender paket pekerjaan konstruksi,’’ paparnya.

Baca Juga :  BPBD Sebut Pengaruh Arah Angin dan Atmosfer

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto Bambang Purwanto mengatakan, untuk percepatan pembangunan infrastruktur, sejumlah paket perencanan sudah disorong ke bagian PBJ yang selanjutnya diunggah ke layanan pengadaan secara elektronik. Setidaknya sudah ada 14 paket perencanaan yang sudah diajukan. Mulai dari perencanaan perbaikan sekaligus pelebaran di sejumlah ruas jalan hingga pendestarian untuk penanggulangan banjir saat musim hujan. ’’Rinciannya 12 paket untuk perbaikan dan pelebaran ruas jalan dan dua lainnya untuk saluran air dan pendestarian,’’ tuturnya.

 

Belasan paket masuk lelang itu meliputi, perencanaan teknis pelebaran Jalan Ruas Jalan Tribuana Tungga Dewi-Belahan Tengah, Jalan Temuireng-Gunungan, Jalan Sekargadung-Purwojati, Jalan Sedati-Kembangsri, Jalan Pesanggrahan-Mojorejo, Jalan Pasinan-Pohkecik, Jalan Mojowatesrejo-Mojodowo, Jalan Kepuhanyar-Jatikulon, Jalan Kembangbelor-Claket, Jalan Gembongan-Jerukseger, Jalan Medali-Kintelan, dan Ruas Jalan Bendung-Jetis yang ambruk diterjang banjir Desember lalu. ’’Setelah lelang perencanaan, lelang fisik, dan perkiraan awal Juni sudah ada SPK pelaksanaan,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Dilarang Beroperasi, Pengelola Karaoke Pilih Perawatan

Selain tender, sejumlah paket perencanaan juga ada yang memakai sistem pengadaan langsung lantaran anggaran di bawah Rp 100 juta. ’’Pokoknya untuk proyek jalan dan jembatan tahun ini ada 33 kegiatan. Dengan pagu fisiknya sebesar Rp 120 miliar,’’ paparnya.

Bambang menegaskan, angka ini berbeda dengan proyek drainase. Seperti di bawah jembatan tol Jetis, Jalan Pemuda, Kecamatan Mojosari dan perencanaan teknis pembangunan pedestrian Jalan RA Basuni, Kecamatan Sooko. Tiga titik ini pihaknya akan mengembalikan fungsi sarana irigasi yang terjadi pendangkalan. Sebab, tiga jalur yang menjadi akses warga di kawasan industri itu mendapat perhatian serius lantaran kerap menyebabkan genangan air di jalan raya dan mengakibatkan arus lalu lintas tersendat. ’’Untuk pendestarian ini kita alokasikan Rp 10 miliar di Jalan RA Basuni. Saat ini masih tahap sosialisasi pada warga yang terdampak,’’ tandasnya.

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Aktivitas tender di kabupaten mulai bergeliat. Lelang sejumlah perencanaan paket jumbo bermunculan. Mulai pelebaran ruas jalan hingga pembangunan pedestrian dalam pengendalian banjir di Kabupaten Mojokerto.

Kabag Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setdakab Mojokerto Zaqqi mengatakan, memasuki bulan keempat aktivitas tender mulai berjalan. Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) pun mulai mengajukan paket pengadaan. Tercatat ada sekitar 17 paket seleksi jasa konsultasi kontruksi yang sudah masuk. Sejumlah paket ini juga sudah mulai masuk pada pembukaan dan evaluasi penawaran dari sejumlah peserta lelang. ’’Dari beberapa yang masuk, ada juga yang baru tahapan pegumuman prakualifikasi,’’ tuturnya.

Belasan paket, lanjut Zaqqi, banyak dari satuan kerja Dinas Pekerjaan Umum dan penataan ruang (DPUPR). Total ada sekitar 14 paket. Selebihnya ada Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab dan Diparpora, serta Diskominfo. ’’Secara garis besar setelah ada pemenang seleksi, pemenang bekerja membuat desain, RAB dan bestek, selanjutnya diserahkan kepada PPK, baru setelah itu PPK mengajukan tender paket pekerjaan konstruksi,’’ paparnya.

Baca Juga :  Hasil Pemeriksaan Segera Diserahkan Bupati

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto Bambang Purwanto mengatakan, untuk percepatan pembangunan infrastruktur, sejumlah paket perencanan sudah disorong ke bagian PBJ yang selanjutnya diunggah ke layanan pengadaan secara elektronik. Setidaknya sudah ada 14 paket perencanaan yang sudah diajukan. Mulai dari perencanaan perbaikan sekaligus pelebaran di sejumlah ruas jalan hingga pendestarian untuk penanggulangan banjir saat musim hujan. ’’Rinciannya 12 paket untuk perbaikan dan pelebaran ruas jalan dan dua lainnya untuk saluran air dan pendestarian,’’ tuturnya.

 

Belasan paket masuk lelang itu meliputi, perencanaan teknis pelebaran Jalan Ruas Jalan Tribuana Tungga Dewi-Belahan Tengah, Jalan Temuireng-Gunungan, Jalan Sekargadung-Purwojati, Jalan Sedati-Kembangsri, Jalan Pesanggrahan-Mojorejo, Jalan Pasinan-Pohkecik, Jalan Mojowatesrejo-Mojodowo, Jalan Kepuhanyar-Jatikulon, Jalan Kembangbelor-Claket, Jalan Gembongan-Jerukseger, Jalan Medali-Kintelan, dan Ruas Jalan Bendung-Jetis yang ambruk diterjang banjir Desember lalu. ’’Setelah lelang perencanaan, lelang fisik, dan perkiraan awal Juni sudah ada SPK pelaksanaan,’’ tandasnya.

Baca Juga :  BPBD Sebut Pengaruh Arah Angin dan Atmosfer
- Advertisement -

Selain tender, sejumlah paket perencanaan juga ada yang memakai sistem pengadaan langsung lantaran anggaran di bawah Rp 100 juta. ’’Pokoknya untuk proyek jalan dan jembatan tahun ini ada 33 kegiatan. Dengan pagu fisiknya sebesar Rp 120 miliar,’’ paparnya.

Bambang menegaskan, angka ini berbeda dengan proyek drainase. Seperti di bawah jembatan tol Jetis, Jalan Pemuda, Kecamatan Mojosari dan perencanaan teknis pembangunan pedestrian Jalan RA Basuni, Kecamatan Sooko. Tiga titik ini pihaknya akan mengembalikan fungsi sarana irigasi yang terjadi pendangkalan. Sebab, tiga jalur yang menjadi akses warga di kawasan industri itu mendapat perhatian serius lantaran kerap menyebabkan genangan air di jalan raya dan mengakibatkan arus lalu lintas tersendat. ’’Untuk pendestarian ini kita alokasikan Rp 10 miliar di Jalan RA Basuni. Saat ini masih tahap sosialisasi pada warga yang terdampak,’’ tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/