alexametrics
29.8 C
Mojokerto
Friday, May 20, 2022

Sepekan, Ditarget Tes Swab 10 Ribu Orang

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dalam kurun waktu sepekan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten ditarget menuntaskan tracing dan testing berupa tes swab sebanyak 10 ribu orang lebih. Itu dikebut demi mencapai target penurunan level PPKM.

Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Ulum Rokhmat Rokhmawan mengatakan kenaikan level PPKM saat ini dipicu kelonjakan kasus positif harian di kabupaten. Konsekuensinya, tracing maupun testing kembali dimasifkan.

dr Ulum menyebutkan, untuk mengejar target penurunan level PPKM, dalam seminggu pemerintah pusat menginstruksikan Kabupaten Mojokerto harus mencapai target testing dan tracing sekitar 10 ribu jiwa. ’’Untuk mengejar target itu, mau tidak mau seminggu ini semua faskes kita target untuk kembali fokus melakukan tracing maupun testing,’’ ujarnya.

Adapun, berdasarkan Inmendagri Nomor 10 tahun 2022, cakupan testing di kabupaten saat ini masih tergolong rendah. Sebab, berada di kisaran 5,73 persen. Padahal, harusnya berada di kisaran 15 persen. ’’Positivity rate itu diambil dari angka keterpaparan positif yang memang tinggi. Padahal, kasus positif di kabupaten mayoritas merupakan warga kabupaten yang berdomisili di luar. Sehingga, kita lakukan tracing kontak erat meskipun kasus positifnya tidak terjadi di kabupaten,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Pilih Arloji Analog atau Digital?

Masih kata Ulum, pemeriksaan tes swab sudah dikebutnya sejak Sabtu lalu (12/2). Masing-masing kecamatan ditarget menyasar sebanyak 300 orang untuk dites. Tak hanya kalangan umum, bahkan dalam sepekan ini Dinkes juga mewajibkan selama dua hari sekali seluruh nakes di Kabupaten untuk mengikuti tes swab. ’’Dalam satu minggu ini selama dua hari sekali, para nakes kita wajibkan untuk melaksanakan skrining PCR lalu dikirim ke Labkesda. Satu faskes per harinya dijadwalkan menguji 10 nakes,’’ ungkapnya.

Plt RSUD RA Basoeni ini juga menuturkan, percepatan testing sekaligus tracing ini juga merambah ke sektor lainnya. Seperti sekolah, pelaku kegiatan ekonomi dan pelayanan publik. ’’Dengan percepatan ini kita harapkan bisa didapatkan hasil testing dan positivity rate yang memadai,’’ bebernya.

Baca Juga :  Waspadai TBC pada Anak

Dari masifnya tracing dan testing yang dilakukan ini, Ulum menuturkan tidak menutup kemungkinan 10 rumah sakit (RS) serta tiga isoter yang disiagakan bakal ditingkatkan kapasitas tempat tidurnya. Namun, itu jika angka BOR-nya meningkat di atas 40 persen. ’’Kalau kita saat ini total BOR-nya masih mencapai 26,88 persen. Nanti bakal ditingkatkan kalau melebihi 40 persen. Kapasitasnya bisa kisaran 30 sampai 50 persen,’’ ucapnya.

Mantan Kepala Puskesmas Kemlagi ini menyebutkan pihaknya tetap fokus pemanfaatan isoter untuk isolasi tanpa gejala maupun gejala ringan. Adapun, penambahan kasus aktif Covid-19 di Kabupaten per kemarin (16/2) mengalami penambahan 94 kasus baru dengan total sebanyak 380 kasus. (oce/fen)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Dalam kurun waktu sepekan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten ditarget menuntaskan tracing dan testing berupa tes swab sebanyak 10 ribu orang lebih. Itu dikebut demi mencapai target penurunan level PPKM.

Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Ulum Rokhmat Rokhmawan mengatakan kenaikan level PPKM saat ini dipicu kelonjakan kasus positif harian di kabupaten. Konsekuensinya, tracing maupun testing kembali dimasifkan.

dr Ulum menyebutkan, untuk mengejar target penurunan level PPKM, dalam seminggu pemerintah pusat menginstruksikan Kabupaten Mojokerto harus mencapai target testing dan tracing sekitar 10 ribu jiwa. ’’Untuk mengejar target itu, mau tidak mau seminggu ini semua faskes kita target untuk kembali fokus melakukan tracing maupun testing,’’ ujarnya.

Adapun, berdasarkan Inmendagri Nomor 10 tahun 2022, cakupan testing di kabupaten saat ini masih tergolong rendah. Sebab, berada di kisaran 5,73 persen. Padahal, harusnya berada di kisaran 15 persen. ’’Positivity rate itu diambil dari angka keterpaparan positif yang memang tinggi. Padahal, kasus positif di kabupaten mayoritas merupakan warga kabupaten yang berdomisili di luar. Sehingga, kita lakukan tracing kontak erat meskipun kasus positifnya tidak terjadi di kabupaten,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Rawan Pedagang Curang, Pelototi Peredaran Mamin

Masih kata Ulum, pemeriksaan tes swab sudah dikebutnya sejak Sabtu lalu (12/2). Masing-masing kecamatan ditarget menyasar sebanyak 300 orang untuk dites. Tak hanya kalangan umum, bahkan dalam sepekan ini Dinkes juga mewajibkan selama dua hari sekali seluruh nakes di Kabupaten untuk mengikuti tes swab. ’’Dalam satu minggu ini selama dua hari sekali, para nakes kita wajibkan untuk melaksanakan skrining PCR lalu dikirim ke Labkesda. Satu faskes per harinya dijadwalkan menguji 10 nakes,’’ ungkapnya.

Plt RSUD RA Basoeni ini juga menuturkan, percepatan testing sekaligus tracing ini juga merambah ke sektor lainnya. Seperti sekolah, pelaku kegiatan ekonomi dan pelayanan publik. ’’Dengan percepatan ini kita harapkan bisa didapatkan hasil testing dan positivity rate yang memadai,’’ bebernya.

Baca Juga :  Bupati Kebut Isoter Bumil-Busui
- Advertisement -

Dari masifnya tracing dan testing yang dilakukan ini, Ulum menuturkan tidak menutup kemungkinan 10 rumah sakit (RS) serta tiga isoter yang disiagakan bakal ditingkatkan kapasitas tempat tidurnya. Namun, itu jika angka BOR-nya meningkat di atas 40 persen. ’’Kalau kita saat ini total BOR-nya masih mencapai 26,88 persen. Nanti bakal ditingkatkan kalau melebihi 40 persen. Kapasitasnya bisa kisaran 30 sampai 50 persen,’’ ucapnya.

Mantan Kepala Puskesmas Kemlagi ini menyebutkan pihaknya tetap fokus pemanfaatan isoter untuk isolasi tanpa gejala maupun gejala ringan. Adapun, penambahan kasus aktif Covid-19 di Kabupaten per kemarin (16/2) mengalami penambahan 94 kasus baru dengan total sebanyak 380 kasus. (oce/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/