alexametrics
25.8 C
Mojokerto
Wednesday, May 18, 2022

Lima Tahun Tak Disentuh Perbaikan, Warga Protes

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Puluhan warga menggelar aksi damai di Jalan Raya Gemekan, kemarin. Tepatnya di Dusun Dusun Kedungmling 3, Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Mereka protes keberadaan gorong-gorong yang kerap menyebabkan banjir.

Saluran air itu kini sudah tertutup dengan pasir dan tanah lantaran tak tersentuh perbaikan selama lima tahun. ’’Salurannya tersumbat. Kalau hujan sering meluap membanjiri rumah warga,’’ ungkap Catur Eky Prayogo, penggerak aksi.

Menurutnya, selama musim penghujan ini, setidaknya sudah tiga kali banjir. Beruntung, tidak sampai masuk dalam rumah. Hanya menggenangi jalan dan halaman rumah. Namun, bagi warga yang fondasi rumahnya rendah, air masuk sampai ke ruang tamu.

Baca Juga :  Papa Terima dengan Ikhlas sebagai Ujian dan Hukuman dari Allah

Meski demikian, jika dibiarkan dengan kondisi seperti itu, maka potensi banjir akan semakin tinggi. Sebab, selain tersumbat, bangunan gorong-gorong itu sudah banyak yang pecah. Sehingga, menyumbang terjadinya penyumbatan. ’’Ketinggian air yang masuk ke pemukiman warga sekitar 30 sampai 50 sentimeter,’’ katanya.

Selain rumah, sejumlah fasilitas umum juga kerap tergenang luapan. Karena itu, pihaknya berharap pihak terkait menyikapi kondisi tersebut. Selain aksi dengan membentangkan poster tuntutan, warga juga membersihakan bagian gorong-gorong yang menjadi penyebab luapan. ’’Kalau selama satu minggu ke depan, tidak ada respons dari pemerintah, maka kami akan membongkar semua gorong-gotong itu,’’ tandasnya.

Sementra itu, Kepala Dusun  Kedungmaling Yulianto, mengatakan, setidaknya ada ada enam gang di Dusun Kedungmaling yang terdampak rusaknya drainase tersebut. Pihaknya pun meminta pemerintah menindaklanjuti aksi yang dilakukan warganya. Sebab, dengan keterbatasan alat dan tenaga, meraka tidak akan bisa membersihakan penyumbatan. ’’Ya kami sangat berharap kepada pemerintah untuk segera memperbaiki. Agar tidak memakan banyak korban,’’ pungkasnya. (hin)

Baca Juga :  Bangkitkan Kembali Spirit Majapahit, Wali Kota Ngremo Bareng Suami

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Puluhan warga menggelar aksi damai di Jalan Raya Gemekan, kemarin. Tepatnya di Dusun Dusun Kedungmling 3, Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Mereka protes keberadaan gorong-gorong yang kerap menyebabkan banjir.

Saluran air itu kini sudah tertutup dengan pasir dan tanah lantaran tak tersentuh perbaikan selama lima tahun. ’’Salurannya tersumbat. Kalau hujan sering meluap membanjiri rumah warga,’’ ungkap Catur Eky Prayogo, penggerak aksi.

Menurutnya, selama musim penghujan ini, setidaknya sudah tiga kali banjir. Beruntung, tidak sampai masuk dalam rumah. Hanya menggenangi jalan dan halaman rumah. Namun, bagi warga yang fondasi rumahnya rendah, air masuk sampai ke ruang tamu.

Baca Juga :  Polisi Tambah Personel di Jalur Pacet-Cangar

Meski demikian, jika dibiarkan dengan kondisi seperti itu, maka potensi banjir akan semakin tinggi. Sebab, selain tersumbat, bangunan gorong-gorong itu sudah banyak yang pecah. Sehingga, menyumbang terjadinya penyumbatan. ’’Ketinggian air yang masuk ke pemukiman warga sekitar 30 sampai 50 sentimeter,’’ katanya.

Selain rumah, sejumlah fasilitas umum juga kerap tergenang luapan. Karena itu, pihaknya berharap pihak terkait menyikapi kondisi tersebut. Selain aksi dengan membentangkan poster tuntutan, warga juga membersihakan bagian gorong-gorong yang menjadi penyebab luapan. ’’Kalau selama satu minggu ke depan, tidak ada respons dari pemerintah, maka kami akan membongkar semua gorong-gotong itu,’’ tandasnya.

Sementra itu, Kepala Dusun  Kedungmaling Yulianto, mengatakan, setidaknya ada ada enam gang di Dusun Kedungmaling yang terdampak rusaknya drainase tersebut. Pihaknya pun meminta pemerintah menindaklanjuti aksi yang dilakukan warganya. Sebab, dengan keterbatasan alat dan tenaga, meraka tidak akan bisa membersihakan penyumbatan. ’’Ya kami sangat berharap kepada pemerintah untuk segera memperbaiki. Agar tidak memakan banyak korban,’’ pungkasnya. (hin)

Baca Juga :  Sembelih Hewan Kurban, Satu Orang Satu Alat

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Polisi Bongkar Arena Sabung Ayam

Eks Kades Mengadu Ke Polisi

Pemkab Bakal Gunakan BTT

PSMTI Berbagi dan Hibur Lansia

/