alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Tuesday, May 24, 2022

Tingkatkan Integritas Profesional Pengabdi dan Ber-AHKLAK

DINAS Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto menggelar penguatan SDM di Hotel Arayana, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Sabtu pagi (15/1).

Kegiatan peningkatan kapasitas personel aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Dispendik Kabupaten Mojokerto dibuka Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati sekaligus memberikan materi kepada peserta. Hadir juga narasumber dari Badan Diklat Provinsi Jawa Timur.

Kepala Dispendik Kabupaten Mojokerto Zainul Arifin mengatakan, kegiatan ini diikuti 100 peserta dari ASN di lingkungan dispendik dan pengawas SMP. Tema kegiatan melalui penanaman nilai-nilai integritas profesional pengabdian dan berakhlak. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kinerja. ’’Dinas pendidikan itu adalah lembaga besar. Karena itu perlu adanya penguatan SDM dan membutuhkan tim work yang supertim dilandasi jiwa intergritas profesinal dan pengabdian kinerja, disiplin, dan tanggung jawab,’’ ujarnya.
Bupati Ikfina Fahmawati dalam materinya mengatakan, melalui kegiatan character building yang digelar Dispendik Kabupaten Mojokerto, ASN harus melakukan perbaikan pandangan, sikap, dan perilaku. Baik terhadap diri sendiri maupun hubungan dengan orang lain. Sehingga dalam menjalankan tugas bisa semakin maksimal. ’’Penguatan sumber daya manusia pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto ini adalah untuk  membangun karakter pegawai Dinas Pendidikan agar bisa melakukan perbaikan pandangan, sikap, dan perilaku terhadap diri sendiri dan hubungan dengan orang lain. Dapat berkolaborasi di dalam pekerjaan serta kehidupan pribadi,’’ ungkap Ikfina.
Tak hanya itu, Ikfina menambahkan, pegawai Dispendik Kabupaten Mojokerto harus mampu memahami orang lain dengan persepsi positif serta mampu beradaptasi dalam situasi apa pun. ’’Pegawai dinas pendidikan harus mampu memahami orang lain dengan persepsi positif. Juga menyesuaikan diri dengan baik dalam situasi apa pun,’’ tuturnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Bupati Ikfina mengatakan, peserta harus dibekali kiat-kiat membangun karakter positif dengan nilai-nilai integritas, mengetahui pengaruh emotional intelligence terhadap pembentukan karakter dan termotivasi. Serta lebih percaya diri dalam memberikan pelayanan. ’’ASN sekarang ini harus mampu menerapkan konsep Ber-AKHLAK, yakni Berorentasi pelayanan Akuntabel Kompeten Harmonis Loyal Adaptif Kolaboratif dan bangga melayani bangsa sebagai employer branding ASN,’’ ujarnya.
Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini juga mengutip pesan salah satu tokoh pahlawan nasional, yakni Ki Hajar Dewantara. Yakni, ‘Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karya, Tut Wuri Handayani’. ’’Ingat pesan Ki Hajar Dewantara, yang artinya kita sebagai pegawai dinas pendidikan saat berada di depan  harus bisa memberikan contoh bagi semua kepala sekolah, guru dan karyawan. Saat berada di tengah kita harus mampu membangkitkan atau menggugah semangat. Dan saat berada di belakang kita harus mampu  memberikan dorongan moral dan semangat kerja,” imbuhnya.
Ikfina berpesan jika melakukan perbaikan atau peningkatan kapasitas, seyogianya dimulai dari internal atau pribadi terlebih dahulu. ’’Kita ambil kesimpulan, jangan berbicara kebersihan di sekolah apabila dinas pendidikan sendiri  belum bersih. Kita jangan berbicara komitmen di sekolah apabila kita sendiri belum berkomitmen dengan tugas yang diberikan pada kita. Intinya, mari kita bekerja sesuai dengan tupoksi dengan cara membentuk supertim, bukan dengan cara membentuk superman,” tandasnya. (bas/abi)

Baca Juga :  Cari Sparing, Sekaligus Petakan Lawan

DINAS Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto menggelar penguatan SDM di Hotel Arayana, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Sabtu pagi (15/1).

Kegiatan peningkatan kapasitas personel aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Dispendik Kabupaten Mojokerto dibuka Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati sekaligus memberikan materi kepada peserta. Hadir juga narasumber dari Badan Diklat Provinsi Jawa Timur.

Kepala Dispendik Kabupaten Mojokerto Zainul Arifin mengatakan, kegiatan ini diikuti 100 peserta dari ASN di lingkungan dispendik dan pengawas SMP. Tema kegiatan melalui penanaman nilai-nilai integritas profesional pengabdian dan berakhlak. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kinerja. ’’Dinas pendidikan itu adalah lembaga besar. Karena itu perlu adanya penguatan SDM dan membutuhkan tim work yang supertim dilandasi jiwa intergritas profesinal dan pengabdian kinerja, disiplin, dan tanggung jawab,’’ ujarnya.
Bupati Ikfina Fahmawati dalam materinya mengatakan, melalui kegiatan character building yang digelar Dispendik Kabupaten Mojokerto, ASN harus melakukan perbaikan pandangan, sikap, dan perilaku. Baik terhadap diri sendiri maupun hubungan dengan orang lain. Sehingga dalam menjalankan tugas bisa semakin maksimal. ’’Penguatan sumber daya manusia pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto ini adalah untuk  membangun karakter pegawai Dinas Pendidikan agar bisa melakukan perbaikan pandangan, sikap, dan perilaku terhadap diri sendiri dan hubungan dengan orang lain. Dapat berkolaborasi di dalam pekerjaan serta kehidupan pribadi,’’ ungkap Ikfina.
Tak hanya itu, Ikfina menambahkan, pegawai Dispendik Kabupaten Mojokerto harus mampu memahami orang lain dengan persepsi positif serta mampu beradaptasi dalam situasi apa pun. ’’Pegawai dinas pendidikan harus mampu memahami orang lain dengan persepsi positif. Juga menyesuaikan diri dengan baik dalam situasi apa pun,’’ tuturnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Bupati Ikfina mengatakan, peserta harus dibekali kiat-kiat membangun karakter positif dengan nilai-nilai integritas, mengetahui pengaruh emotional intelligence terhadap pembentukan karakter dan termotivasi. Serta lebih percaya diri dalam memberikan pelayanan. ’’ASN sekarang ini harus mampu menerapkan konsep Ber-AKHLAK, yakni Berorentasi pelayanan Akuntabel Kompeten Harmonis Loyal Adaptif Kolaboratif dan bangga melayani bangsa sebagai employer branding ASN,’’ ujarnya.
Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini juga mengutip pesan salah satu tokoh pahlawan nasional, yakni Ki Hajar Dewantara. Yakni, ‘Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karya, Tut Wuri Handayani’. ’’Ingat pesan Ki Hajar Dewantara, yang artinya kita sebagai pegawai dinas pendidikan saat berada di depan  harus bisa memberikan contoh bagi semua kepala sekolah, guru dan karyawan. Saat berada di tengah kita harus mampu membangkitkan atau menggugah semangat. Dan saat berada di belakang kita harus mampu  memberikan dorongan moral dan semangat kerja,” imbuhnya.
Ikfina berpesan jika melakukan perbaikan atau peningkatan kapasitas, seyogianya dimulai dari internal atau pribadi terlebih dahulu. ’’Kita ambil kesimpulan, jangan berbicara kebersihan di sekolah apabila dinas pendidikan sendiri  belum bersih. Kita jangan berbicara komitmen di sekolah apabila kita sendiri belum berkomitmen dengan tugas yang diberikan pada kita. Intinya, mari kita bekerja sesuai dengan tupoksi dengan cara membentuk supertim, bukan dengan cara membentuk superman,” tandasnya. (bas/abi)

Baca Juga :  Sehat Negeriku, Sembuh Indonesiaku

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Terancam Hukuman Maksimal

PPDB SMA/SMK Dimulai


/