alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Saturday, May 28, 2022

Rumah Isolasi Pasien Covid-19 di Puskesmas Gondang Overload

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Beberapa kasus baru paparan Covid-19 di Kabupaten Mojokerto masih didominasi orang tanpa gejala (OTG).

Penambahan jumlah warga yang terpapar itu membuat Rumah Isolasi Puskesmas Gondang. Sebanyak 34 tempat tidur (TT) yang disediakan sudah terisi. Sehingga, tidak bisa menerim pasien baru.

’’Bahkan ini tadi sudah ada pesanan dari tiga pasien inden dari rumah sakit juga, sementara belum bisa masuk dulu karena masih penuh,’’ ujar Koordinator Rumah Isolasi Puskesmas Gondang Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto dr Irsyad Herminofa, kemarin (15/12).

Menurutnya, rumah isolasi tersebut tak hanya dijadikan tempat karantina pasien positif Covid-19, melainkan juga untuk mereka yang dinyatakan OTG. Namun, yang lebih penting, untuk menampung pasien Covid-19 yang semula memiliki gejala sakit dan mendapat perawatan di rumah sakit.

Baca Juga :  Vaksinasi: Keluarga Sehat, Produktivitas Meningkat

’’Terus terang untuk jumlah TT kami ndak pakem, bisa 32 bisa 34. Sebab, satu kamar kami pakai untuk tenaga kesehatan (nakes) yang terpapar. Berhubung nakes yang terpapar saat ini isolasi mandiri di rumah, ya beberapa pasien ini kami geser ke kamar nakes,’’ terangnya.

Begitu juga untuk pasien yang sudah sembuh atau tidak memiliki gejala tetapi hasil swabnya masih positif. Mereka akan tetap menjalani masa isolasi di rumah karantina hingga benar-benar dinyatakan negatif.

Sebab, memang beberapa pasien kerap mengalami kasus tersebut sehingga harus dilakukan uji swab berkali-kali. Langkah itu untuk memastikan si pasien benar-benar sembuh.

’’Malah pernah ada, pasien itu sudah terlihat sembuh dan nggak ada gejala, tapi sampai menjalani tes swab enam kali, hasilnya masih positif,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Warga Diminta Aktifkan Siskamling, Cegah Kriminalitas dan Covid-19

Irsyad menambahkan, memang tren kenaikan Covid-19 bertambah beberapa minggu ini. Selain itu adanya gejala baru yang dinamakan delirium yang lebih menyerang pada kondisi psikis pasien.

Sehingga, pihaknya mengatakan lingkungan ruang isolasi juga sangat berpengaruh pada tingkat kesembuhan pasien. Sebab, jika pasien stres, otomatis imunitas tubuh mereka juga akan turun.

’’Makanya kalau di rumah isolasi ini, kami ndak pernah pakai AC, kamar-kamar kami sediakan jendela. Dan pasien selalu kami dampingi dengan terapi agar keadaan mereka bisa membaik,’’ tukasnya. (oce/abi)

 

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Beberapa kasus baru paparan Covid-19 di Kabupaten Mojokerto masih didominasi orang tanpa gejala (OTG).

Penambahan jumlah warga yang terpapar itu membuat Rumah Isolasi Puskesmas Gondang. Sebanyak 34 tempat tidur (TT) yang disediakan sudah terisi. Sehingga, tidak bisa menerim pasien baru.

’’Bahkan ini tadi sudah ada pesanan dari tiga pasien inden dari rumah sakit juga, sementara belum bisa masuk dulu karena masih penuh,’’ ujar Koordinator Rumah Isolasi Puskesmas Gondang Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto dr Irsyad Herminofa, kemarin (15/12).

Menurutnya, rumah isolasi tersebut tak hanya dijadikan tempat karantina pasien positif Covid-19, melainkan juga untuk mereka yang dinyatakan OTG. Namun, yang lebih penting, untuk menampung pasien Covid-19 yang semula memiliki gejala sakit dan mendapat perawatan di rumah sakit.

Baca Juga :  Kota Gencar Sosialisasi Tatanan Normal Baru

’’Terus terang untuk jumlah TT kami ndak pakem, bisa 32 bisa 34. Sebab, satu kamar kami pakai untuk tenaga kesehatan (nakes) yang terpapar. Berhubung nakes yang terpapar saat ini isolasi mandiri di rumah, ya beberapa pasien ini kami geser ke kamar nakes,’’ terangnya.

Begitu juga untuk pasien yang sudah sembuh atau tidak memiliki gejala tetapi hasil swabnya masih positif. Mereka akan tetap menjalani masa isolasi di rumah karantina hingga benar-benar dinyatakan negatif.

- Advertisement -

Sebab, memang beberapa pasien kerap mengalami kasus tersebut sehingga harus dilakukan uji swab berkali-kali. Langkah itu untuk memastikan si pasien benar-benar sembuh.

’’Malah pernah ada, pasien itu sudah terlihat sembuh dan nggak ada gejala, tapi sampai menjalani tes swab enam kali, hasilnya masih positif,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Status Gila Baru Capai 241 Orang

Irsyad menambahkan, memang tren kenaikan Covid-19 bertambah beberapa minggu ini. Selain itu adanya gejala baru yang dinamakan delirium yang lebih menyerang pada kondisi psikis pasien.

Sehingga, pihaknya mengatakan lingkungan ruang isolasi juga sangat berpengaruh pada tingkat kesembuhan pasien. Sebab, jika pasien stres, otomatis imunitas tubuh mereka juga akan turun.

’’Makanya kalau di rumah isolasi ini, kami ndak pernah pakai AC, kamar-kamar kami sediakan jendela. Dan pasien selalu kami dampingi dengan terapi agar keadaan mereka bisa membaik,’’ tukasnya. (oce/abi)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/